Menu ✖

Mode Gelap
BPW Oi DKI Jakarta Gelar JAKARTA Oi NGUMPUL (JOiN 2) 2026 di Kota Tua Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan ASDP Pastikan Pendampingan Penumpang Berlanjut Pascainsiden KMP Batumandi Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional Dispora Aceh Tuntaskan Bantuan Olahraga di Lima SMA/SMK Agara, Masri Amin Suntik Semangat Generasi Emas Pangkalan KPLP Tanjung Priok Kerahkan Kekuatan Armada Laut untuk Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

RAGAM

Menjadi Kartini Masa Kini: Keseimbangan antara Kekuatan dan Kelembutan

badge-check


 Menjadi Kartini Masa Kini: Keseimbangan antara Kekuatan dan Kelembutan Perbesar

Oleh: Evy Nurhidayati, S.Pd

___________

Wartatrans.com — Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan dan kesetaraan sosial. Kartini bukan sekadar simbol emansipasi, melainkan representasi keberanian berpikir maju di tengah keterbatasan zamannya. Semangat tersebut tetap relevan hingga hari ini, terutama dalam menghadapi dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks.

Perempuan masa kini hidup dalam era globalisasi dan digitalisasi yang menuntut kemampuan adaptasi tinggi. Akses terhadap pendidikan dan informasi yang semakin terbuka memberikan peluang luas bagi perempuan untuk berkembang di berbagai bidang, mulai dari akademik, profesional, hingga kepemimpinan. Dalam konteks ini, perempuan dituntut untuk menjadi tangguh—memiliki daya juang, ketahanan mental, serta kemampuan menghadapi tantangan tanpa mudah menyerah.

Namun, ketangguhan saja tidak cukup. Perempuan masa kini juga perlu memiliki keberanian, khususnya dalam menyuarakan pendapat, mengambil keputusan, dan memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini. Keberanian ini tidak hanya tercermin di ruang publik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari: berani bermimpi besar, keluar dari zona nyaman, serta menentukan jalan hidup secara mandiri. Nilai ini sejalan dengan semangat Kartini yang berani menentang norma yang membatasi ruang gerak perempuan pada masanya.

Di tengah tuntutan untuk menjadi kuat dan berani, perempuan tetap memiliki identitas khas yang tidak boleh hilang, yaitu kelembutan dan sifat keibuan. Kelembutan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kecerdasan emosional yang memungkinkan perempuan membangun hubungan yang harmonis, penuh empati, dan kepedulian. Sifat keibuan, yang tidak terbatas pada peran biologis, mencerminkan kemampuan merawat, membimbing, serta memberikan dukungan kepada orang lain.

Keseimbangan antara ketangguhan, keberanian, dan kelembutan inilah yang menjadi ciri perempuan masa kini yang ideal. Perempuan tidak harus memilih antara menjadi kuat atau lembut—keduanya dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi. Dalam dunia pendidikan, misalnya, seorang siswi dapat menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus memiliki kepedulian sosial tinggi. Di dunia kerja, perempuan dapat tampil sebagai pemimpin yang tegas namun tetap humanis.

Dengan demikian, memperingati Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari. Generasi perempuan masa kini diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan tersebut dengan cara yang relevan dengan zamannya: menjadi individu yang tangguh menghadapi tantangan, berani meraih mimpi, serta tetap menjaga kelembutan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Semangat Kartini adalah semangat yang hidup—terus berkembang mengikuti zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur. Sudah saatnya perempuan masa kini tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga menjadi pencipta perubahan bagi masa depan yang lebih setara dan berkeadilan.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan

21 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika Solusi Karhutla Terbentur Birokrasi

20 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Satpol PP Fakfak Beri Tenggat 3×24 Jam, Bangunan Liar di Pasar Kelapa Dua Terancam Dibongkar

20 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Bupati Fakfak Pimpin Sertijab Sekda Definitif Arif H. Rumagesan, Tekankan Sinergi OPD

20 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor

20 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Persoalan Aceh Singkil Tak Kunjung Tuntas, Mahasiswa Kirim Petisi ke Presiden Prabowo

19 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Trending di RAGAM