Menu

Mode Gelap
TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota Dari Tim Alfa hingga Ubi Bombing, Upaya Padamkan Karhutla Way Kambas Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

RAGAM

Menjadi Kartini Masa Kini: Keseimbangan antara Kekuatan dan Kelembutan

badge-check


 Menjadi Kartini Masa Kini: Keseimbangan antara Kekuatan dan Kelembutan Perbesar

Oleh: Evy Nurhidayati, S.Pd

___________

Wartatrans.com — Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan dan kesetaraan sosial. Kartini bukan sekadar simbol emansipasi, melainkan representasi keberanian berpikir maju di tengah keterbatasan zamannya. Semangat tersebut tetap relevan hingga hari ini, terutama dalam menghadapi dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks.

Perempuan masa kini hidup dalam era globalisasi dan digitalisasi yang menuntut kemampuan adaptasi tinggi. Akses terhadap pendidikan dan informasi yang semakin terbuka memberikan peluang luas bagi perempuan untuk berkembang di berbagai bidang, mulai dari akademik, profesional, hingga kepemimpinan. Dalam konteks ini, perempuan dituntut untuk menjadi tangguh—memiliki daya juang, ketahanan mental, serta kemampuan menghadapi tantangan tanpa mudah menyerah.

Namun, ketangguhan saja tidak cukup. Perempuan masa kini juga perlu memiliki keberanian, khususnya dalam menyuarakan pendapat, mengambil keputusan, dan memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini. Keberanian ini tidak hanya tercermin di ruang publik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari: berani bermimpi besar, keluar dari zona nyaman, serta menentukan jalan hidup secara mandiri. Nilai ini sejalan dengan semangat Kartini yang berani menentang norma yang membatasi ruang gerak perempuan pada masanya.

Di tengah tuntutan untuk menjadi kuat dan berani, perempuan tetap memiliki identitas khas yang tidak boleh hilang, yaitu kelembutan dan sifat keibuan. Kelembutan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kecerdasan emosional yang memungkinkan perempuan membangun hubungan yang harmonis, penuh empati, dan kepedulian. Sifat keibuan, yang tidak terbatas pada peran biologis, mencerminkan kemampuan merawat, membimbing, serta memberikan dukungan kepada orang lain.

Keseimbangan antara ketangguhan, keberanian, dan kelembutan inilah yang menjadi ciri perempuan masa kini yang ideal. Perempuan tidak harus memilih antara menjadi kuat atau lembut—keduanya dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi. Dalam dunia pendidikan, misalnya, seorang siswi dapat menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus memiliki kepedulian sosial tinggi. Di dunia kerja, perempuan dapat tampil sebagai pemimpin yang tegas namun tetap humanis.

Dengan demikian, memperingati Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari. Generasi perempuan masa kini diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan tersebut dengan cara yang relevan dengan zamannya: menjadi individu yang tangguh menghadapi tantangan, berani meraih mimpi, serta tetap menjaga kelembutan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Semangat Kartini adalah semangat yang hidup—terus berkembang mengikuti zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur. Sudah saatnya perempuan masa kini tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga menjadi pencipta perubahan bagi masa depan yang lebih setara dan berkeadilan.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya

25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Maulid di Simpang Kelaping Jadi Momentum Menghidupkan Masjid dan Memperkuat Kebersamaan Warga

25 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Santunan KEMALA Berbuah Inspirasi, Anak Yatim Mitra Istiqomah Tunjukkan Hafalan dan Karakter

25 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Masyarakat Reubee Antusias Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Isnaeni Anggap Ngeles Alasan Kepolisian Blokir Rekening Koordinator AMPB

25 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Trending di RAGAM