Wartatrans.com, JAKARTA – Mantap! Garuda Indonesia Group melalui layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink baru-baru ini dinobatkan sebagai maskapai pilihan utama masyarakat utamanya Gen Z dan Milenial pada musim mudik Lebaran 1447 H/ 2026.
Ini berdasarkan laporan survei terbaru dari lembaga riset Jakpat bertajuk “2026 Lebaran Homecoming Trends: Air Passenger Behavior”.

“Penilaian tersebut didasarkan pada survei yang dilakukan Jakpat terhadap sedikitnya 338 penumpang penerbangan domestik yang mudik Lebaran 2026,” tutur Head of Research Jakpat, Aska Primardi, Selasa (21/4/2026).
Berdasarkan hasil survey tersebut, Garuda dan Citilink menjadi maskapai yang paling banyak dipilih oleh masyarakat pada momentum mudik Lebaran 2026 lalu, dengan persentase penggunaan masing-masing sebesar 39%.
Selain itu, mayoritas responden yakni sebanyak lebih dari 40% responden yang berusia antara 25 tahun hingga 35 tahun memilih Garuda dan Citilink sebagai maskapai pilihan utama mereka untuk melakukan perjalanan mudik pada periode Lebaran lalu.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil survei tersebut, Garuda dan Citilink juga menjadi brand maskapai yang paling dikenal luas, dengan tingkat penggunaan yang konsisten di mana mayoritas responden tercatat telah terbang bersama Garuda dalam enam bulan terakhir.
“Garuda terpilih oleh mayoritas responden menjadi maskapai pilihan utama untuk melaksanakan perjalanan mudik pada musim Lebaran 2026,” ucapnya.
Mayoritas responden juga merencanakan akan memilih Garuda Indonesia Group untuk rencana perjalanan mudik di tahun-tahun mendatang.
Sesuai dengan laporan riset itu, penilaian didasarkan pada berbagai faktor penentu khususnya aspek keselamatan dan keamanan penerbangan hingga ketepatan waktu.
“Pada penilaian tersebut Garuda dianggap sebagai maskapai dengan penerapan keamanan dan keselamatan penerbangan terbaik di antara maskapai lainnya,” imbuh dia.
Ketepatan waktu secara konsisten menjadi faktor krusial bagi pengguna jasa transportasi udara.
“Dalam hal ini, Garuda tetap dipersepsikan sebagai maskapai dengan performa terbaik,” kata Aska.
Kombinasi antara aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu inilah yang menjadikan Garuda Indonesia sebagai pilihan utama, baik pada periode mudik 2026 maupun untuk rencana perjalanan di masa depan.
Dia mengungkapkan, selain Garuda dan Citilink, pilihan masyarakat dalam melaksanakan penerbangan mudik diikuti oleh Lion Air Group hingga Air Asia.
Disebutkannya, terdapat sejumlah faktor penentu dalam memilih maskapai penerbangan untuk mudik Lebaran 2026.
“Untuk rencana mudik di masa mendatang, preferensi penumpang cenderung tetap stabil. Sebanyak 58 persen responden berniat menggunakan Garuda Indonesia untuk libur Lebaran berikutnya, diikuti oleh Citilink (51 persen) dan Batik Air (43 persen),” lanjutnya.
Sebanyak 84 persen responden menekankan pentingnya faktor keamanan dan keselamatan.
Selain itu, ketepatan waktu (82 persen) dan harga tiket yang ekonomis (80 persen) juga menjadi pertimbangan utama.
“Ketepatan waktu secara konsisten menjadi faktor yang sangat penting bagi pengguna maskapai penerbangan,” ujar Aska.
Namun, dalam praktiknya hal ini masih sering belum terpenuhi, terutama terlihat dari tingginya kejadian keterlambatan atau delay penerbangan selama musim mudik Lebaran.
Jakpat membandingkan citra merek (brand image) tiga maskapai Indonesia berdasarkan persepsi penumpang terhadap tiga aspek teratas.
Hal ini menunjukkan bahwa Garuda tetap dipersepsikan sebagai maskapai yang paling baik dalam hal ketepatan waktu, sekaligus memiliki asosiasi kuat pada aspek keselamatan dan kenyamanan.
“Pada musim peak season Lebaran 2026, Garuda mengangkut sedikitnya 500 ribu penumpang dengan catatan ketepatan waktu sekitar 96,5% yang merupakan capaian ketepatan waktu tertinggi dalam waktu tiga tahun terakhir pada momentum Lebaran,” tutupnya. (omy)






























