Menu

Mode Gelap
TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota Dari Tim Alfa hingga Ubi Bombing, Upaya Padamkan Karhutla Way Kambas Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

Uncategorized

GPAB Pertanyakan Status Bencana Aceh, Soroti Pemulihan Hingga Tiga Tahun

badge-check


 GPAB Pertanyakan Status Bencana Aceh, Soroti Pemulihan Hingga Tiga Tahun Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Presiden Gerakan Pemuda Aceh Bersatu (GPAB), Putra Gara, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah pusat yang hingga kini belum menetapkan bencana di Aceh sebagai bencana nasional, meski pemulihan diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun.

Pernyataan itu merespons keterangan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang mengungkapkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana November 2025 membutuhkan waktu panjang akibat luasnya kerusakan.

Gara menilai, pernyataan tersebut justru mempertegas bahwa skala bencana di Aceh tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa. Ia menyebut, lambannya penetapan status hanya akan memperburuk kondisi masyarakat yang hingga kini masih berjuang di tengah keterbatasan.

“Ini bukan sekadar soal angka atau durasi pemulihan. Ini menyangkut hajat hidup puluhan ribu warga, menyangkut kemanusiaan. Jika butuh waktu sampai tiga tahun, lalu apa lagi yang ditunggu untuk menetapkan ini sebagai bencana nasional?” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa dampak bencana telah menjalar ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari krisis kemanusiaan, terganggunya ekosistem lingkungan, hingga tekanan sosial dan ekonomi yang semakin dalam di tengah masyarakat.

Menurut Gara, kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan permukiman hanyalah bagian yang terlihat. Di balik itu, terdapat kerusakan ekologis yang berpotensi memicu bencana berulang, serta hilangnya mata pencaharian masyarakat yang memperparah kerentanan sosial.

“Ketika sungai belum dinormalisasi, hutan terganggu, dan tata ruang tidak segera dibenahi, maka kita sedang membiarkan siklus bencana terus berulang. Ini bukan lagi soal teknis, ini soal keberpihakan,” ujarnya.

GPAB menilai, tanpa penetapan status bencana nasional, respons pemerintah akan cenderung parsial dan tidak terkoordinasi secara maksimal. Padahal, kata Gara, kondisi di Aceh membutuhkan intervensi luar biasa, baik dari sisi anggaran, kebijakan, maupun mobilisasi sumber daya nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa keterlambatan dalam pengambilan keputusan akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling terdampak.

“Jangan biarkan masyarakat Aceh menanggung beban terlalu lama. Negara harus hadir secara utuh. Ini bukan hanya soal pembangunan kembali, tetapi tentang memulihkan martabat dan kehidupan manusia,” kata Gara.

Sebelumnya, Mendagri menyebutkan bahwa kerusakan akibat bencana mencakup berbagai sektor dengan jumlah terdampak lebih dari 40.000 orang, serta perlunya pembangunan kembali infrastruktur secara permanen sebagai bagian dari proses pemulihan jangka panjang.*** (Jasa/Agam)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya

25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Maulid di Simpang Kelaping Jadi Momentum Menghidupkan Masjid dan Memperkuat Kebersamaan Warga

25 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Santunan KEMALA Berbuah Inspirasi, Anak Yatim Mitra Istiqomah Tunjukkan Hafalan dan Karakter

25 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Masyarakat Reubee Antusias Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Isnaeni Anggap Ngeles Alasan Kepolisian Blokir Rekening Koordinator AMPB

25 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Trending di RAGAM