Menu

Mode Gelap
Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026 Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

ANJUNGAN

Pulihkan Denyut Konektivitas di Papua, ASDP Hubungkan Wilayah Timur 3TP

badge-check


 Layanan kapal ASDP di Papua Perbesar

Layanan kapal ASDP di Papua

Wartatrans.com, BIAK – Pagi kembali ramai di dermaga-dermaga kecil Papua setelah aktivitas sempat terhenti dan tertahan dampak cuaca buruk Jumat (10/4/2026).

Namun kini perlahan hidup kembali—warga membawa hasil laut, anak-anak kembali menyeberang untuk sekolah, dan logistik mulai bergerak.

Ya, denyut konektivitas di Wilayah Timur itu kembali terasa, seiring PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengoperasikan kembali KMP Mamberamo Foja sejak Ahad (12/4/2026).

Bagi masyarakat di wilayah 3TP (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan), kapal bukan sekadar moda transportasi, melainkan penghubung harapan.

Dia membawa akses—ke pasar, ke layanan kesehatan, hingga membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi lokal. Karena itu, kembalinya operasional KMP Mamberamo Foja menjadi lebih dari sekadar pelayaran, tetapi tentang memastikan kehidupan tetap berjalan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengungkapkan, pengoperasian kembali kapal ini adalah bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlanjutan layanan publik di seluruh pelosok negeri.

“Kami memastikan layanan penyeberangan tetap hadir sebagai urat nadi konektivitas wilayah dengan mengedepankan keselamatan. Ini bukan hanya tentang mobilitas, tetapi tentang menjaga akses ekonomi, distribusi logistik, dan membuka peluang pariwisata, khususnya di Wilayah Timur Indonesia,” tuturnya, Senin (20/4/2026).

KMP Mamberamo Foja melayani dua lintasan utama, yakni Biak–Teba–Bagusa–Trimuris–Kasonaweja dan Biak–Bromsi.

Sepanjang April 2026, rute Biak–Teba–Kasonaweja dilayani secara berkelanjutan mulai dari keberangkatan sore hari dari Biak, dilanjutkan ke Bagusa, Trimuris, hingga Kasonaweja dengan variasi jadwal pagi, siang, dan sore.

“Pola serupa diterapkan untuk perjalanan sebaliknya guna memastikan kesinambungan layanan,” ucap dia.

Adapun lintasan Biak–Bromsi dioperasikan secara berkala dengan jadwal fleksibel, terutama pada akhir pekan hingga awal pekan, mencakup waktu pagi, siang, hingga malam hari.

Seluruh operasionalnya, dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan serta mempertimbangkan kondisi cuaca, demi menjamin layanan yang andal dan berkelanjutan.

Jaga Distribusi Logistik

General Manager ASDP Cabang Biak Windra Soelistiawan menyampaikan, kesiapan kapal menjadi faktor penting dalam menjangkau wilayah pesisir dan terpencil.

Kapal ini memiliki kapasitas 67 penumpang dan tujuh unit kendaraan, yang dinilai cukup untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik secara efektif.

“Kehadiran kapal ini memberi dampak nyata. Mobilitas masyarakat kembali lancar, distribusi logistik terjaga, dan aktivitas ekonomi mulai bergerak kembali,” katanya.

Konektivitas ini menurutnya, menjadi penggerak ekonomi lokal. Biak dan Teba dikenal dengan hasil lautnya, Bagusa dan Trimuris sebagai penghasil sagu, Kasonaweja dengan potensi perikanan dan padi, serta Bromsi dengan produksi ubi jalar.

“Dengan tersambungnya wilayah-wilayah ini, distribusi komoditas menjadi lebih efisien dan bernilai tambah,” ujar dia.

Potensi wisata pun ikut terbuka. Panorama laut Biak, pesona pesisir Teba dan Bromsi, hingga wisata sungai Kasonaweja menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.

Sepanjang 2025, KMP Mamberamo Foja telah melayani 13.083 penumpang, 282 kendaraan campuran, serta mengangkut sekitar 5.730 ton muatan curah—menegaskan perannya sebagai penghubung utama wilayah.

Sebagai garda terdepan konektivitas nasional, ASDP terus menegaskan peran vitalnya dalam menghubungkan Indonesia hingga ke wilayah 3TP, termasuk Wilayah Timur Indonesia, melalui layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan—karena di setiap perjalanan, ada kehidupan yang terus bergulir. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenhub Dukung Penuh Program Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Kemenhub Perkuat Kualitas Lulusan Diklat Kepelautan

1 Juli 2026 - 06:59 WIB

Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Dimulai, Pelindo Perkuat Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat

1 Juli 2026 - 06:51 WIB

Optimalkan Layanan Kapal, Terminal Teluk Lamong Terapkan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian

1 Juli 2026 - 06:38 WIB

IPCC Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri Logistik Otomotif

1 Juli 2026 - 06:30 WIB

PELNI Sesuaikan Tarif Layanan Angkutan Barang Mulai 1 Juli

30 Juni 2026 - 16:12 WIB

PELNI Gandeng Plaga Farm Perkuat Layanan Keagenan Kapal dan Dukung Petani Lokal

30 Juni 2026 - 09:05 WIB

Trending di ANJUNGAN