Menu

Mode Gelap
Pulihkan Denyut Konektivitas di Papua, ASDP Hubungkan Wilayah Timur 3TP Tubuh Alam yang Diam-Diam Terluka Ratusan Santri di Lima Ponpes Demak Keracunan MBG, Warga Juga Terdampak Jembatan Gemboyah Putus Total, Akses Jogong – Linge Lumpuh Banjir Rendam Desa Padang Terangun, Aktivitas Warga Lumpuh, Ancaman Susulan Mengintai Simulasi Grand Final Proliga 2026 Terjadi di Semarang, GOR Jatidiri Membiru

ANJUNGAN

Pulihkan Denyut Konektivitas di Papua, ASDP Hubungkan Wilayah Timur 3TP

badge-check


 Layanan kapal ASDP di Papua Perbesar

Layanan kapal ASDP di Papua

Wartatrans.com, BIAK – Pagi kembali ramai di dermaga-dermaga kecil Papua setelah aktivitas sempat terhenti dan tertahan dampak cuaca buruk Jumat (10/4/2026).

Namun kini perlahan hidup kembali—warga membawa hasil laut, anak-anak kembali menyeberang untuk sekolah, dan logistik mulai bergerak.

Ya, denyut konektivitas di Wilayah Timur itu kembali terasa, seiring PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengoperasikan kembali KMP Mamberamo Foja sejak Ahad (12/4/2026).

Bagi masyarakat di wilayah 3TP (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan), kapal bukan sekadar moda transportasi, melainkan penghubung harapan.

Dia membawa akses—ke pasar, ke layanan kesehatan, hingga membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi lokal. Karena itu, kembalinya operasional KMP Mamberamo Foja menjadi lebih dari sekadar pelayaran, tetapi tentang memastikan kehidupan tetap berjalan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengungkapkan, pengoperasian kembali kapal ini adalah bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlanjutan layanan publik di seluruh pelosok negeri.

“Kami memastikan layanan penyeberangan tetap hadir sebagai urat nadi konektivitas wilayah dengan mengedepankan keselamatan. Ini bukan hanya tentang mobilitas, tetapi tentang menjaga akses ekonomi, distribusi logistik, dan membuka peluang pariwisata, khususnya di Wilayah Timur Indonesia,” tuturnya, Senin (20/4/2026).

KMP Mamberamo Foja melayani dua lintasan utama, yakni Biak–Teba–Bagusa–Trimuris–Kasonaweja dan Biak–Bromsi.

Sepanjang April 2026, rute Biak–Teba–Kasonaweja dilayani secara berkelanjutan mulai dari keberangkatan sore hari dari Biak, dilanjutkan ke Bagusa, Trimuris, hingga Kasonaweja dengan variasi jadwal pagi, siang, dan sore.

“Pola serupa diterapkan untuk perjalanan sebaliknya guna memastikan kesinambungan layanan,” ucap dia.

Adapun lintasan Biak–Bromsi dioperasikan secara berkala dengan jadwal fleksibel, terutama pada akhir pekan hingga awal pekan, mencakup waktu pagi, siang, hingga malam hari.

Seluruh operasionalnya, dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan serta mempertimbangkan kondisi cuaca, demi menjamin layanan yang andal dan berkelanjutan.

Jaga Distribusi Logistik

General Manager ASDP Cabang Biak Windra Soelistiawan menyampaikan, kesiapan kapal menjadi faktor penting dalam menjangkau wilayah pesisir dan terpencil.

Kapal ini memiliki kapasitas 67 penumpang dan tujuh unit kendaraan, yang dinilai cukup untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik secara efektif.

“Kehadiran kapal ini memberi dampak nyata. Mobilitas masyarakat kembali lancar, distribusi logistik terjaga, dan aktivitas ekonomi mulai bergerak kembali,” katanya.

Konektivitas ini menurutnya, menjadi penggerak ekonomi lokal. Biak dan Teba dikenal dengan hasil lautnya, Bagusa dan Trimuris sebagai penghasil sagu, Kasonaweja dengan potensi perikanan dan padi, serta Bromsi dengan produksi ubi jalar.

“Dengan tersambungnya wilayah-wilayah ini, distribusi komoditas menjadi lebih efisien dan bernilai tambah,” ujar dia.

Potensi wisata pun ikut terbuka. Panorama laut Biak, pesona pesisir Teba dan Bromsi, hingga wisata sungai Kasonaweja menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.

Sepanjang 2025, KMP Mamberamo Foja telah melayani 13.083 penumpang, 282 kendaraan campuran, serta mengangkut sekitar 5.730 ton muatan curah—menegaskan perannya sebagai penghubung utama wilayah.

Sebagai garda terdepan konektivitas nasional, ASDP terus menegaskan peran vitalnya dalam menghubungkan Indonesia hingga ke wilayah 3TP, termasuk Wilayah Timur Indonesia, melalui layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan—karena di setiap perjalanan, ada kehidupan yang terus bergulir. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bank Mandiri Kunjungi Makassar New Port, Perkuat Sinergi Infrastruktur Pelabuhan

20 April 2026 - 13:27 WIB

PTP Nonpetikemas Cabang Pangkal Balam Perkuat Layanan Bongkar Muat CPO

20 April 2026 - 05:33 WIB

Pemerintah Dorong Operasional Water Taxi Bali, ASDP Perkuat Integrasi Antarmoda

19 April 2026 - 19:53 WIB

Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

18 April 2026 - 19:09 WIB

Kemenhub Evaluasi Angkutan Lebaran di Bali

18 April 2026 - 07:22 WIB

ASDP Hadirkan Fasilitas Belajar Modern Inklusif, Dukung SDM Unggul

17 April 2026 - 16:49 WIB

Mengintip 3 Pelabuhan Pelindo Multi Terminal dengan Penumpang Terpadat di Angleb 2026 

17 April 2026 - 14:38 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

PTP Nonpetikemas Teluk Bayur Layani Muatan 18.000 Ton Produk Turunan Kelapa Sawit Tujuan Pakistan

16 April 2026 - 09:56 WIB

PTP Nonpetikemas Palembang Dukung Rantai Pasok Industri Pupuk Nasional

15 April 2026 - 16:18 WIB

Trending di ANJUNGAN