Menu

Mode Gelap
Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen Ramainya WNA Naik Whoosh Sepanjang 2026, Malaysia Jadi Penumpang Terbanyak HUT ke-23, KAI Services Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan dan Keamanan Pangan Lewat Sertifikasi ISO 22000 Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub

Uncategorized

Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang

badge-check


 Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang Perbesar

Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang

MAGELANG — Kegiatan peluncuran buku Mata Takdir karya penyair Rekki Zakkia yang dirangkai dengan pameran seni rupa ilustrasi berlangsung khidmat dan penuh nuansa reflektif dalam momentum Syawalan 1447 Hijriah. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkaya dokumentasi kesusastraan sekaligus merawat nyala kontemplasi kebudayaan di tengah masyarakat.

Bertempat di Kebun Makna, Magelang, Jawa Tengah, kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan antara sastra dan seni rupa sebagai satu kesatuan ekspresi. Puisi-puisi cinta dalam Mata Takdir diterjemahkan secara visual melalui karya ilustrasi, menciptakan dialog artistik antara teks dan gambar.

Acara secara resmi dibuka oleh Elizabeth D. Inandiak, peneliti asal Prancis yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap khazanah sastra dan budaya Nusantara. Pembukaan berlangsung pukul 16.00 WIB dan kegiatan berlanjut hingga menjelang tengah malam, menghadirkan diskusi, pembacaan puisi, serta apresiasi karya seni.

Dalam sambutannya, Elizabeth menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kebudayaan melalui karya sastra dan seni. Ia menyebut bahwa dokumentasi kreatif seperti buku dan pameran menjadi bagian dari perjalanan peradaban manusia sebagai makhluk sosial yang terus mencari makna.

Peluncuran ini juga menjadi penanda semangat kolaborasi seniman Magelang dan Indonesia dalam menghidupkan ruang-ruang kreatif yang inklusif. Kebun Makna sebagai ruang budaya dinilai berhasil menghadirkan atmosfer yang intim sekaligus reflektif bagi para pengunjung.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pegiat seni dan sastra yang hadir. Mereka melihat acara ini bukan sekadar peluncuran buku, melainkan juga peristiwa kebudayaan yang mempertemukan gagasan, rasa, dan ekspresi dalam satu ruang yang utuh.

Melalui Mata Takdir, Rekki Zakkia tidak hanya menawarkan puisi cinta, tetapi juga membuka ruang tafsir tentang perjalanan waktu, takdir, dan manusia dalam lanskap kehidupan yang lebih luas.*** (Sudarmono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Belum Berpihak pada Transportasi Massal

30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Akhirnya Dunia Usaha Ekonomi Kreatif Cilacap Punya Payung Hukum

29 Juni 2026 - 13:10 WIB

Lima Hari Terkatung di Jalan, Penumpang Bus Putra Pelangi Keluhkan Armada Sering Mogok 

29 Juni 2026 - 13:03 WIB

Trending di Uncategorized