Menu

Mode Gelap
Pulihkan Denyut Konektivitas di Papua, ASDP Hubungkan Wilayah Timur 3TP Tubuh Alam yang Diam-Diam Terluka Ratusan Santri di Lima Ponpes Demak Keracunan MBG, Warga Juga Terdampak Jembatan Gemboyah Putus Total, Akses Jogong – Linge Lumpuh Banjir Rendam Desa Padang Terangun, Aktivitas Warga Lumpuh, Ancaman Susulan Mengintai Simulasi Grand Final Proliga 2026 Terjadi di Semarang, GOR Jatidiri Membiru

Uncategorized

Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang

badge-check


 Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang Perbesar

Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang

MAGELANG — Kegiatan peluncuran buku Mata Takdir karya penyair Rekki Zakkia yang dirangkai dengan pameran seni rupa ilustrasi berlangsung khidmat dan penuh nuansa reflektif dalam momentum Syawalan 1447 Hijriah. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkaya dokumentasi kesusastraan sekaligus merawat nyala kontemplasi kebudayaan di tengah masyarakat.

Bertempat di Kebun Makna, Magelang, Jawa Tengah, kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan antara sastra dan seni rupa sebagai satu kesatuan ekspresi. Puisi-puisi cinta dalam Mata Takdir diterjemahkan secara visual melalui karya ilustrasi, menciptakan dialog artistik antara teks dan gambar.

Acara secara resmi dibuka oleh Elizabeth D. Inandiak, peneliti asal Prancis yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap khazanah sastra dan budaya Nusantara. Pembukaan berlangsung pukul 16.00 WIB dan kegiatan berlanjut hingga menjelang tengah malam, menghadirkan diskusi, pembacaan puisi, serta apresiasi karya seni.

Dalam sambutannya, Elizabeth menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kebudayaan melalui karya sastra dan seni. Ia menyebut bahwa dokumentasi kreatif seperti buku dan pameran menjadi bagian dari perjalanan peradaban manusia sebagai makhluk sosial yang terus mencari makna.

Peluncuran ini juga menjadi penanda semangat kolaborasi seniman Magelang dan Indonesia dalam menghidupkan ruang-ruang kreatif yang inklusif. Kebun Makna sebagai ruang budaya dinilai berhasil menghadirkan atmosfer yang intim sekaligus reflektif bagi para pengunjung.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pegiat seni dan sastra yang hadir. Mereka melihat acara ini bukan sekadar peluncuran buku, melainkan juga peristiwa kebudayaan yang mempertemukan gagasan, rasa, dan ekspresi dalam satu ruang yang utuh.

Melalui Mata Takdir, Rekki Zakkia tidak hanya menawarkan puisi cinta, tetapi juga membuka ruang tafsir tentang perjalanan waktu, takdir, dan manusia dalam lanskap kehidupan yang lebih luas.*** (Sudarmono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Simulasi Grand Final Proliga 2026 Terjadi di Semarang, GOR Jatidiri Membiru

20 April 2026 - 18:30 WIB

Mengeja Sastra di Kafe Desa: Menulis sebagai Kejujuran dan Tanda Hidup

20 April 2026 - 18:13 WIB

Lapau Literasi di Dharmasraya: Merawat Ide dari Warung Kopi hingga Catatan Kecil

20 April 2026 - 14:42 WIB

Pameran “Guru Inspiratif” di Ruang Darmin Akan Hadirkan Tafsir Visual tentang Peran Guru

20 April 2026 - 12:06 WIB

Dr. Nungki Kusumastuti Akan Jadi Narasumber Diskusi Seni dan Budaya 2026 FORWAN

20 April 2026 - 11:53 WIB

Presiden GPAB Sayangkan Penunjukan Jubir Aceh, Dinilai Lukai Nilai Perjuangan

20 April 2026 - 06:14 WIB

Penunjukan Jubir Aceh Picu Polemik, Publik Soroti Konsistensi Sikap terhadap Warisan Hasan Tiro

20 April 2026 - 06:05 WIB

Pemkab Bogor Fokus Pemulihan Pascabanjir Cigudeg, Infrastruktur dan Normalisasi Sungai Jadi Prioritas

19 April 2026 - 19:09 WIB

Seni Aceh: Tempat untuk Pulang

19 April 2026 - 17:33 WIB

Di Tengah Kenaikan Harga BBM, PRESSOLIND Diesel Tawarkan Solusi Efisiensi bagi Pengguna Kendaraan

19 April 2026 - 08:39 WIB

Trending di EKOBIS