Menu ✖

Mode Gelap
Greenpeace Indonesia Gelar Aksi Damai, 11 Aktivis Sempat Ditangkap Aparat BPW Oi DKI Jakarta Gelar JAKARTA Oi NGUMPUL (JOiN 2) 2026 di Kota Tua Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan ASDP Pastikan Pendampingan Penumpang Berlanjut Pascainsiden KMP Batumandi Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional Dispora Aceh Tuntaskan Bantuan Olahraga di Lima SMA/SMK Agara, Masri Amin Suntik Semangat Generasi Emas

Uncategorized

Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang

badge-check


 Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang Perbesar

Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang

MAGELANG — Kegiatan peluncuran buku Mata Takdir karya penyair Rekki Zakkia yang dirangkai dengan pameran seni rupa ilustrasi berlangsung khidmat dan penuh nuansa reflektif dalam momentum Syawalan 1447 Hijriah. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkaya dokumentasi kesusastraan sekaligus merawat nyala kontemplasi kebudayaan di tengah masyarakat.

Bertempat di Kebun Makna, Magelang, Jawa Tengah, kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan antara sastra dan seni rupa sebagai satu kesatuan ekspresi. Puisi-puisi cinta dalam Mata Takdir diterjemahkan secara visual melalui karya ilustrasi, menciptakan dialog artistik antara teks dan gambar.

Acara secara resmi dibuka oleh Elizabeth D. Inandiak, peneliti asal Prancis yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap khazanah sastra dan budaya Nusantara. Pembukaan berlangsung pukul 16.00 WIB dan kegiatan berlanjut hingga menjelang tengah malam, menghadirkan diskusi, pembacaan puisi, serta apresiasi karya seni.

Dalam sambutannya, Elizabeth menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kebudayaan melalui karya sastra dan seni. Ia menyebut bahwa dokumentasi kreatif seperti buku dan pameran menjadi bagian dari perjalanan peradaban manusia sebagai makhluk sosial yang terus mencari makna.

Peluncuran ini juga menjadi penanda semangat kolaborasi seniman Magelang dan Indonesia dalam menghidupkan ruang-ruang kreatif yang inklusif. Kebun Makna sebagai ruang budaya dinilai berhasil menghadirkan atmosfer yang intim sekaligus reflektif bagi para pengunjung.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pegiat seni dan sastra yang hadir. Mereka melihat acara ini bukan sekadar peluncuran buku, melainkan juga peristiwa kebudayaan yang mempertemukan gagasan, rasa, dan ekspresi dalam satu ruang yang utuh.

Melalui Mata Takdir, Rekki Zakkia tidak hanya menawarkan puisi cinta, tetapi juga membuka ruang tafsir tentang perjalanan waktu, takdir, dan manusia dalam lanskap kehidupan yang lebih luas.*** (Sudarmono)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BPW Oi DKI Jakarta Gelar JAKARTA Oi NGUMPUL (JOiN 2) 2026 di Kota Tua

21 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

20 Oktober 2026 - 10:48 WIB

ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

19 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Brotherhood of SANFFEST, Sineas Mancanegara Berbagi Ilmu Film di Sejumlah Daerah

19 Oktober 2026 - 12:52 WIB

​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober

19 Oktober 2026 - 10:09 WIB

15 Tahun Sastra Bulan Purnama, Merawat Persahabatan dan Menghidupkan Puisi di Era Digital

18 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Seluruh Academia Sabet Tiga Standing Ovation, Persaingan Top 12 D’Academy 8 Kian Ketat

17 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Dari Panggung Spanyol, Anak-Anak Indonesia Suarakan Perdamaian Dunia, Teater Tanah Air Borong Empat Penghargaan

17 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Nina Nugroho Sulap Tenun Makassar Jadi Busana Modern, Filosofi Kehormatan dan Harmoni Jadi Inspirasi

16 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Trending di SENI BUDAYA