Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota Dari Tim Alfa hingga Ubi Bombing, Upaya Padamkan Karhutla Way Kambas Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

Uncategorized

Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang

badge-check


 Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang Perbesar

Peluncuran Buku Mata Takdir dan Pameran Ilustrasi, Ruang Kontemplasi Sastra di Magelang

MAGELANG — Kegiatan peluncuran buku Mata Takdir karya penyair Rekki Zakkia yang dirangkai dengan pameran seni rupa ilustrasi berlangsung khidmat dan penuh nuansa reflektif dalam momentum Syawalan 1447 Hijriah. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkaya dokumentasi kesusastraan sekaligus merawat nyala kontemplasi kebudayaan di tengah masyarakat.

Bertempat di Kebun Makna, Magelang, Jawa Tengah, kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan antara sastra dan seni rupa sebagai satu kesatuan ekspresi. Puisi-puisi cinta dalam Mata Takdir diterjemahkan secara visual melalui karya ilustrasi, menciptakan dialog artistik antara teks dan gambar.

Acara secara resmi dibuka oleh Elizabeth D. Inandiak, peneliti asal Prancis yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap khazanah sastra dan budaya Nusantara. Pembukaan berlangsung pukul 16.00 WIB dan kegiatan berlanjut hingga menjelang tengah malam, menghadirkan diskusi, pembacaan puisi, serta apresiasi karya seni.

Dalam sambutannya, Elizabeth menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kebudayaan melalui karya sastra dan seni. Ia menyebut bahwa dokumentasi kreatif seperti buku dan pameran menjadi bagian dari perjalanan peradaban manusia sebagai makhluk sosial yang terus mencari makna.

Peluncuran ini juga menjadi penanda semangat kolaborasi seniman Magelang dan Indonesia dalam menghidupkan ruang-ruang kreatif yang inklusif. Kebun Makna sebagai ruang budaya dinilai berhasil menghadirkan atmosfer yang intim sekaligus reflektif bagi para pengunjung.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pegiat seni dan sastra yang hadir. Mereka melihat acara ini bukan sekadar peluncuran buku, melainkan juga peristiwa kebudayaan yang mempertemukan gagasan, rasa, dan ekspresi dalam satu ruang yang utuh.

Melalui Mata Takdir, Rekki Zakkia tidak hanya menawarkan puisi cinta, tetapi juga membuka ruang tafsir tentang perjalanan waktu, takdir, dan manusia dalam lanskap kehidupan yang lebih luas.*** (Sudarmono)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Guruh Sukarno Putra Galang Dana untuk Anak Penyintas Kanker Lewat “Untuk Indonesia”

22 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah

21 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bumi Atsanti, Ruang Harmoni dan Kearifan Lokal Tumbuh di Tengah Sawah Borobudur

21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

SBY Art Community Menggelar Pameran Lukisan, Dibuka Gubernur Pramono Anung

20 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Trending di RAGAM