Wartatrans.com, ACEH — Presiden Gerakan Pemuda Aceh Bersatu (GPAB), Putra Gara, menyayangkan penunjukan Nurlis Effendi sebagai juru bicara Pemerintah Aceh yang belakangan menuai kontroversi di tengah masyarakat.
Menurut Putra Gara, keputusan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan Aceh, terutama terkait polemik pernyataan lama Nurlis yang menyebut Hasan Tiro dengan ungkapan yang dianggap tidak pantas.

“Penunjukan ini sangat kami sayangkan, karena telah melukai nilai-nilai perjuangan Aceh yang selama ini dijaga dan dihormati oleh masyarakat,” ujar Putra Gara dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan bahwa Gerakan Pemuda Aceh Bersatu memandang sosok Hasan Tiro sebagai figur penting dalam sejarah Aceh yang seharusnya ditempatkan secara terhormat dalam narasi publik, terlebih oleh pejabat pemerintah.
Lebih lanjut, Putra Gara meminta Pemerintah Aceh untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut demi menjaga keharmonisan sosial dan menghormati sensitivitas masyarakat Aceh.
“Pemerintah harus bijak dalam menentukan figur yang menjadi wajah komunikasi publik. Jangan sampai kebijakan ini justru memperkeruh suasana dan melukai perasaan rakyat Aceh,” tambahnya.
Hingga saat ini, polemik terkait penunjukan jubir Pemerintah Aceh tersebut masih menjadi perbincangan luas di berbagai kalangan, baik di media sosial maupun di ruang publik.*** (Jasa/Agam)

























