Menu

Mode Gelap
Presiden GPAB Sayangkan Penunjukan Jubir Aceh, Dinilai Lukai Nilai Perjuangan Penunjukan Jubir Aceh Picu Polemik, Publik Soroti Konsistensi Sikap terhadap Warisan Hasan Tiro Perluas Kerja Sama Penguatan SDM, BPSDMP Gandeng 7 Pemda di Sulsel Menhub Dudy Tinjau Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Pastikan Siap Layani Jemaah Haji 2026 Aceh Tengah Belum Pulih, Ancaman Banjir dan Longsor Susulan Masih Mengintai PTP Nonpetikemas Cabang Pangkal Balam Perkuat Layanan Bongkar Muat CPO

Uncategorized

Presiden GPAB Sayangkan Penunjukan Jubir Aceh, Dinilai Lukai Nilai Perjuangan

badge-check


 { Perbesar

{"fte_image_ids":[],"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"source_ids":{},"source_ids_track":{},"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"total_editor_actions":{},"photos_added":0,"tools_used":{"resize":1,"curves":1,"crop":1},"longitude":-1,"latitude":-1,"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Wartatrans.com, ACEH — Presiden Gerakan Pemuda Aceh Bersatu (GPAB), Putra Gara, menyayangkan penunjukan Nurlis Effendi sebagai juru bicara Pemerintah Aceh yang belakangan menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Menurut Putra Gara, keputusan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan Aceh, terutama terkait polemik pernyataan lama Nurlis yang menyebut Hasan Tiro dengan ungkapan yang dianggap tidak pantas.

“Penunjukan ini sangat kami sayangkan, karena telah melukai nilai-nilai perjuangan Aceh yang selama ini dijaga dan dihormati oleh masyarakat,” ujar Putra Gara dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan bahwa Gerakan Pemuda Aceh Bersatu memandang sosok Hasan Tiro sebagai figur penting dalam sejarah Aceh yang seharusnya ditempatkan secara terhormat dalam narasi publik, terlebih oleh pejabat pemerintah.

Lebih lanjut, Putra Gara meminta Pemerintah Aceh untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut demi menjaga keharmonisan sosial dan menghormati sensitivitas masyarakat Aceh.

“Pemerintah harus bijak dalam menentukan figur yang menjadi wajah komunikasi publik. Jangan sampai kebijakan ini justru memperkeruh suasana dan melukai perasaan rakyat Aceh,” tambahnya.

Hingga saat ini, polemik terkait penunjukan jubir Pemerintah Aceh tersebut masih menjadi perbincangan luas di berbagai kalangan, baik di media sosial maupun di ruang publik.*** (Jasa/Agam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penunjukan Jubir Aceh Picu Polemik, Publik Soroti Konsistensi Sikap terhadap Warisan Hasan Tiro

20 April 2026 - 06:05 WIB

Aceh Tengah Belum Pulih, Ancaman Banjir dan Longsor Susulan Masih Mengintai

20 April 2026 - 05:41 WIB

Pemkab Bogor Fokus Pemulihan Pascabanjir Cigudeg, Infrastruktur dan Normalisasi Sungai Jadi Prioritas

19 April 2026 - 19:09 WIB

Pasca Hujan Lebat, Enam Desa Di Bogor Tergenang Banjir

19 April 2026 - 16:27 WIB

Pengukuhan GLS SIGMA SMPIT Sinergi IBS dan Pembekalan TALENTA 2026 Bersama GLN GAREULIS Nasional

19 April 2026 - 08:59 WIB

Di Tengah Kenaikan Harga BBM, PRESSOLIND Diesel Tawarkan Solusi Efisiensi bagi Pengguna Kendaraan

19 April 2026 - 08:39 WIB

Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

18 April 2026 - 19:09 WIB

Nucke Rahma SH, Novelis Kondang Siap Jadi Narasumber Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film 2026

18 April 2026 - 18:42 WIB

Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

18 April 2026 - 17:29 WIB

AHY Ingin Partai Demokrat Membirukan Jawa Tengah, Rinto Subekti Jadi Calon Tunggal Ketua DPD

18 April 2026 - 16:38 WIB

Trending di RAGAM