Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota Dari Tim Alfa hingga Ubi Bombing, Upaya Padamkan Karhutla Way Kambas Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

Uncategorized

Presiden GPAB Sayangkan Penunjukan Jubir Aceh, Dinilai Lukai Nilai Perjuangan

badge-check


 { Perbesar

{"fte_image_ids":[],"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"source_ids":{},"source_ids_track":{},"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"total_editor_actions":{},"photos_added":0,"tools_used":{"resize":1,"curves":1,"crop":1},"longitude":-1,"latitude":-1,"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Wartatrans.com, ACEH — Presiden Gerakan Pemuda Aceh Bersatu (GPAB), Putra Gara, menyayangkan penunjukan Nurlis Effendi sebagai juru bicara Pemerintah Aceh yang belakangan menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Menurut Putra Gara, keputusan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan Aceh, terutama terkait polemik pernyataan lama Nurlis yang menyebut Hasan Tiro dengan ungkapan yang dianggap tidak pantas.

“Penunjukan ini sangat kami sayangkan, karena telah melukai nilai-nilai perjuangan Aceh yang selama ini dijaga dan dihormati oleh masyarakat,” ujar Putra Gara dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan bahwa Gerakan Pemuda Aceh Bersatu memandang sosok Hasan Tiro sebagai figur penting dalam sejarah Aceh yang seharusnya ditempatkan secara terhormat dalam narasi publik, terlebih oleh pejabat pemerintah.

Lebih lanjut, Putra Gara meminta Pemerintah Aceh untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut demi menjaga keharmonisan sosial dan menghormati sensitivitas masyarakat Aceh.

“Pemerintah harus bijak dalam menentukan figur yang menjadi wajah komunikasi publik. Jangan sampai kebijakan ini justru memperkeruh suasana dan melukai perasaan rakyat Aceh,” tambahnya.

Hingga saat ini, polemik terkait penunjukan jubir Pemerintah Aceh tersebut masih menjadi perbincangan luas di berbagai kalangan, baik di media sosial maupun di ruang publik.*** (Jasa/Agam)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya

25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Maulid di Simpang Kelaping Jadi Momentum Menghidupkan Masjid dan Memperkuat Kebersamaan Warga

25 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Santunan KEMALA Berbuah Inspirasi, Anak Yatim Mitra Istiqomah Tunjukkan Hafalan dan Karakter

25 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Masyarakat Reubee Antusias Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Isnaeni Anggap Ngeles Alasan Kepolisian Blokir Rekening Koordinator AMPB

25 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Trending di RAGAM