Wartatrans.com,TAKENGON — Wilayah Aceh Tengah masih bergulat dengan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meski hujan mulai mereda, kondisi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Ancaman banjir dan tanah longsor susulan masih membayangi, terutama di kawasan rawan.
Di sejumlah titik, air memang mulai surut. Namun debit sungai yang masih tinggi dengan arus deras menjadi indikator bahwa situasi belum sepenuhnya aman. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai diminta tidak lengah, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka jika curah hujan kembali meningkat.

Akses transportasi yang sebelumnya terputus akibat longsor kini mulai dibuka secara bertahap. Jalur penghubung Takengon menuju Gayo Lues sempat lumpuh, menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik. Hingga kini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan melibatkan alat berat.
Di beberapa lokasi, tim gabungan masih bekerja menyingkirkan timbunan tanah yang menutup badan jalan. Selain itu, kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan ruas jalan masih dalam tahap pendataan untuk penanganan lebih lanjut.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Mendale yang berada di sekitar Danau Lut Tawar. Wilayah ini masih dalam status waspada setelah dilaporkan mengalami genangan air dan longsor ringan yang sempat mengganggu akses warga.
Meski sebagian jalur telah dibersihkan, struktur tanah yang masih labil meningkatkan risiko longsor susulan. Tingginya debit air di sekitar danau turut memperbesar potensi genangan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Aktivitas masyarakat di wilayah terdampak mulai berangsur pulih, meski masih terbatas di sejumlah titik. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, kewaspadaan menjadi kunci. Warga, terutama yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai, diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan sekitar.*** (Kamaruzzaman)

























