Menu

Mode Gelap
Presiden GPAB Sayangkan Penunjukan Jubir Aceh, Dinilai Lukai Nilai Perjuangan Penunjukan Jubir Aceh Picu Polemik, Publik Soroti Konsistensi Sikap terhadap Warisan Hasan Tiro Perluas Kerja Sama Penguatan SDM, BPSDMP Gandeng 7 Pemda di Sulsel Menhub Dudy Tinjau Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Pastikan Siap Layani Jemaah Haji 2026 Aceh Tengah Belum Pulih, Ancaman Banjir dan Longsor Susulan Masih Mengintai PTP Nonpetikemas Cabang Pangkal Balam Perkuat Layanan Bongkar Muat CPO

RAGAM

Aceh Tengah Belum Pulih, Ancaman Banjir dan Longsor Susulan Masih Mengintai

badge-check


 Aceh Tengah Belum Pulih, Ancaman Banjir dan Longsor Susulan Masih Mengintai Perbesar

Wartatrans.com,TAKENGON — Wilayah Aceh Tengah masih bergulat dengan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meski hujan mulai mereda, kondisi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Ancaman banjir dan tanah longsor susulan masih membayangi, terutama di kawasan rawan.

Di sejumlah titik, air memang mulai surut. Namun debit sungai yang masih tinggi dengan arus deras menjadi indikator bahwa situasi belum sepenuhnya aman. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai diminta tidak lengah, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka jika curah hujan kembali meningkat.

Akses transportasi yang sebelumnya terputus akibat longsor kini mulai dibuka secara bertahap. Jalur penghubung Takengon menuju Gayo Lues sempat lumpuh, menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik. Hingga kini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan melibatkan alat berat.

Di beberapa lokasi, tim gabungan masih bekerja menyingkirkan timbunan tanah yang menutup badan jalan. Selain itu, kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan ruas jalan masih dalam tahap pendataan untuk penanganan lebih lanjut.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Mendale yang berada di sekitar Danau Lut Tawar. Wilayah ini masih dalam status waspada setelah dilaporkan mengalami genangan air dan longsor ringan yang sempat mengganggu akses warga.

Meski sebagian jalur telah dibersihkan, struktur tanah yang masih labil meningkatkan risiko longsor susulan. Tingginya debit air di sekitar danau turut memperbesar potensi genangan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Aktivitas masyarakat di wilayah terdampak mulai berangsur pulih, meski masih terbatas di sejumlah titik. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, kewaspadaan menjadi kunci. Warga, terutama yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai, diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan sekitar.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden GPAB Sayangkan Penunjukan Jubir Aceh, Dinilai Lukai Nilai Perjuangan

20 April 2026 - 06:14 WIB

Penunjukan Jubir Aceh Picu Polemik, Publik Soroti Konsistensi Sikap terhadap Warisan Hasan Tiro

20 April 2026 - 06:05 WIB

Pemkab Bogor Fokus Pemulihan Pascabanjir Cigudeg, Infrastruktur dan Normalisasi Sungai Jadi Prioritas

19 April 2026 - 19:09 WIB

Pasca Hujan Lebat, Enam Desa Di Bogor Tergenang Banjir

19 April 2026 - 16:27 WIB

Pengukuhan GLS SIGMA SMPIT Sinergi IBS dan Pembekalan TALENTA 2026 Bersama GLN GAREULIS Nasional

19 April 2026 - 08:59 WIB

Di Tengah Kenaikan Harga BBM, PRESSOLIND Diesel Tawarkan Solusi Efisiensi bagi Pengguna Kendaraan

19 April 2026 - 08:39 WIB

Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

18 April 2026 - 19:09 WIB

Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

18 April 2026 - 17:29 WIB

AHY Ingin Partai Demokrat Membirukan Jawa Tengah, Rinto Subekti Jadi Calon Tunggal Ketua DPD

18 April 2026 - 16:38 WIB

Distribusi Bantuan untuk Warga Lubok Pusaka Terus Berlanjut, Sumur Bor hingga Terpal Disalurkan

18 April 2026 - 15:27 WIB

Trending di RAGAM