Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub-Polri Perkuat Sinergi dan Kolaborasi di Sektor Transportasi Para Pakar Bicara Blok Andaman Berpotensi Gerus Kewenangan Khusus Aceh Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan 11 Penumpang Korban Kebakaran KMP Batumandi Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Wilayah Pantura Demak Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Layanan Dermaga Express 1 Pelabuhan Merak Kembali Normal Wahyoe Liluk Winarto Kembali Menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Semarang

RAGAM

Aceh Tengah Belum Pulih, Ancaman Banjir dan Longsor Susulan Masih Mengintai

badge-check


 Aceh Tengah Belum Pulih, Ancaman Banjir dan Longsor Susulan Masih Mengintai Perbesar

Wartatrans.com,TAKENGON — Wilayah Aceh Tengah masih bergulat dengan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meski hujan mulai mereda, kondisi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Ancaman banjir dan tanah longsor susulan masih membayangi, terutama di kawasan rawan.

Di sejumlah titik, air memang mulai surut. Namun debit sungai yang masih tinggi dengan arus deras menjadi indikator bahwa situasi belum sepenuhnya aman. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai diminta tidak lengah, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka jika curah hujan kembali meningkat.

Akses transportasi yang sebelumnya terputus akibat longsor kini mulai dibuka secara bertahap. Jalur penghubung Takengon menuju Gayo Lues sempat lumpuh, menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik. Hingga kini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan melibatkan alat berat.

Di beberapa lokasi, tim gabungan masih bekerja menyingkirkan timbunan tanah yang menutup badan jalan. Selain itu, kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan ruas jalan masih dalam tahap pendataan untuk penanganan lebih lanjut.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Mendale yang berada di sekitar Danau Lut Tawar. Wilayah ini masih dalam status waspada setelah dilaporkan mengalami genangan air dan longsor ringan yang sempat mengganggu akses warga.

Meski sebagian jalur telah dibersihkan, struktur tanah yang masih labil meningkatkan risiko longsor susulan. Tingginya debit air di sekitar danau turut memperbesar potensi genangan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Aktivitas masyarakat di wilayah terdampak mulai berangsur pulih, meski masih terbatas di sejumlah titik. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, kewaspadaan menjadi kunci. Warga, terutama yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai, diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan sekitar.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kemenhub-Polri Perkuat Sinergi dan Kolaborasi di Sektor Transportasi

21 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Para Pakar Bicara Blok Andaman Berpotensi Gerus Kewenangan Khusus Aceh

21 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Wahyoe Liluk Winarto Kembali Menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Semarang

21 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, KKP Pulihkan Usaha Perikanan Pascabencana Sumatra

21 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal

21 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Usai Ditetapkan PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korporasi, Konsesi Hutan Jadi Sorotan

21 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, KNMP Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

21 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Catatan M. Mujiburrohman: Mengapa Pemerintahan Prabowo Terus Digoyang? 

21 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan

21 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika Solusi Karhutla Terbentur Birokrasi

20 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Trending di RAGAM