Wartatrans.com, BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mengarahkan penanganan banjir di Kecamatan Cigudeg ke tahap pemulihan, menyusul surutnya genangan yang sempat merendam sejumlah permukiman warga akibat hujan deras pada Sabtu (18/4).
Selain penanganan darurat, langkah perbaikan infrastruktur dan normalisasi aliran sungai kini menjadi fokus utama.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa upaya penanganan tidak berhenti pada evakuasi dan distribusi bantuan, tetapi juga berlanjut pada mitigasi jangka panjang guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Penanganan darurat sudah berjalan, kini kita pastikan proses pemulihan berjalan cepat, termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak dan normalisasi aliran sungai,” ujar Rudy.
Banjir yang melanda enam desa—Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Renggasjajar, Batujajar, dan Tegallega—dipicu oleh meningkatnya debit air yang merusak tembok penahan tanah (TPT) di sejumlah titik. Kondisi tersebut menyebabkan aliran kali tersumbat dan meluap ke kawasan permukiman.
Data sementara mencatat sebanyak 50 warga sempat mengungsi ke rumah kerabat dan fasilitas umum. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan tercatat pada 28 rumah, dengan rincian 25 rumah rusak ringan dan 3 rumah rusak berat.
Selama masa tanggap darurat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bersama unsur TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, dan aparat setempat telah melakukan berbagai langkah, mulai dari kaji cepat hingga pengamanan wilayah terdampak, termasuk penanganan instalasi listrik oleh PLN untuk mencegah risiko lanjutan.
Di sisi lain, bantuan logistik dari Dinas Sosial terus disalurkan kepada warga terdampak. Kebutuhan mendesak seperti bahan pokok, pakaian, selimut, hingga perlengkapan bayi menjadi prioritas distribusi.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa evaluasi menyeluruh terhadap titik rawan banjir, termasuk penguatan struktur penahan tanah serta perbaikan sistem drainase di wilayah terdampak.
Rudy menegaskan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar proses pemulihan berjalan efektif dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
“Ke depan, kita tidak hanya memperbaiki, tetapi juga memastikan sistem yang ada lebih tangguh menghadapi potensi bencana,” tegasnya.*** (my)

























