Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota Dari Tim Alfa hingga Ubi Bombing, Upaya Padamkan Karhutla Way Kambas Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

SENI BUDAYA

Mengeja Sastra di Kafe Desa: Menulis sebagai Kejujuran dan Tanda Hidup

badge-check


 Mengeja Sastra di Kafe Desa: Menulis sebagai Kejujuran dan Tanda Hidup Perbesar

Wartatrans.com, MAGELANG — Suasana santai di sebuah kafe desa berubah menjadi ruang dialektika sastra pada Minggu pagi, 19 April 2026. Bertempat di NDIKOPINE Caffe, Bligo, Ngluwar, Kabupaten Magelang, sejumlah pegiat literasi, penulis, dan pecinta sastra berkumpul dalam diskusi publik bertajuk penulisan cerpen.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB itu menghadirkan sejumlah nama yang akrab di dunia literasi. Penulis Herry Mardianto menjadi salah satu pembicara utama, bersama Aguzt Suprihono dan Ninuk Retno Raras yang berperan sebagai pemantik diskusi. Sementara itu, jalannya forum dipandu oleh Nunung Rieta Real.

Dalam pemaparannya, para narasumber mengurai unsur dasar dalam penulisan cerita pendek—mulai dari pembuka, konflik, hingga penyelesaian. Konflik, menurut mereka, dapat disajikan secara halus maupun frontal, bergantung pada gaya dan kebutuhan cerita. Selain itu, bentuk penulisan juga tidak harus terpaku pada struktur konvensional; penulis bisa mengeksplorasi melalui sinopsis, catatan harian, hingga penafsiran yang diserahkan sepenuhnya kepada pembaca.

“Menulis adalah kejujuran,” ujar Djujuk Prabowo, tokoh teater dan sutradara asal Yogyakarta, menegaskan pentingnya integritas dalam karya sastra. Senada dengan itu, Herry Mardianto menyebut menulis sebagai penanda eksistensi. “Menulis adalah cara mengabarkan bahwa kita masih hidup,” katanya.

Diskusi ini juga menyinggung peran karya literasi sebagai medium pendidikan, terutama bagi anak-anak didik. Pesan moral dalam cerita dinilai tetap relevan, selama disampaikan dengan pendekatan yang tidak menggurui.

Kegiatan yang berlangsung di kafe milik Yuli Purwati ini tak sekadar forum belajar, tetapi juga ajang silaturahmi antarpegiat literasi. Sejumlah nama turut hadir meramaikan, di antaranya Dedet Setiadi, Dadik Hernadi Sasmoyo Aji, Ida Fitri Lusiana, Budi Sardjono, hingga Krishna Mihardja.

Penyelenggara menyebut kegiatan “Mengeja Sastra” ini direncanakan berlangsung rutin, baik tiga bulanan maupun bulanan. Harapannya, ruang-ruang kecil seperti ini dapat terus hidup sebagai tempat bertukar gagasan sekaligus merawat persaudaraan.

Di tengah geliat kota-kota besar, diskusi sastra di sudut desa seperti ini menjadi pengingat bahwa literasi tidak selalu lahir dari ruang formal. Ia bisa tumbuh dari meja kopi, obrolan hangat, dan keinginan sederhana untuk “ngrabuk nyowo”—menyatu dalam semangat kebersamaan.*** (Sudarmono)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Guruh Sukarno Putra Galang Dana untuk Anak Penyintas Kanker Lewat “Untuk Indonesia”

22 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah

21 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bumi Atsanti, Ruang Harmoni dan Kearifan Lokal Tumbuh di Tengah Sawah Borobudur

21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

SBY Art Community Menggelar Pameran Lukisan, Dibuka Gubernur Pramono Anung

20 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Maknai Kemerdekaan RI, InJourney Group Hadirkan Kesenian Rakyat

18 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Trending di EKOBIS