Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota Dari Tim Alfa hingga Ubi Bombing, Upaya Padamkan Karhutla Way Kambas Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

RAGAM

Banjir Rendam Desa Padang Terangun, Aktivitas Warga Lumpuh, Ancaman Susulan Mengintai

badge-check


 Banjir Rendam Desa Padang Terangun, Aktivitas Warga Lumpuh, Ancaman Susulan Mengintai Perbesar

Wartatrans.com, BLANGKEJEREN— Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah gayo lues dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana banjir di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Desa Padang Terangun.

Air dilaporkan mulai meluap sejak sore hingga malam hari, merendam permukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi. Selain rumah penduduk, genangan air juga menutup akses jalan desa sehingga menghambat mobilitas masyarakat.

Warga yang terdampak tampak berjibaku menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Beberapa di antaranya memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun lokasi yang dinilai lebih aman dari jangkauan air.

Menurut informasi di lapangan, meluapnya air diduga berasal dari meningkatnya debit sungai akibat curah hujan yang terus berlangsung, diperparah dengan kondisi tanah yang sudah jenuh air. Situasi ini membuat aliran air tidak mampu lagi tertampung, hingga akhirnya meluber ke pemukiman.

Tidak hanya banjir, warga juga dihantui potensi tanah longsor, mengingat struktur tanah di beberapa titik mulai labil akibat terus diguyur hujan. Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian maupun korban terdampak secara keseluruhan. Namun, aktivitas masyarakat dilaporkan terganggu, terutama akses transportasi dan kegiatan ekonomi warga.

Pihak terkait diharapkan segera turun tangan untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pendataan warga terdampak, distribusi bantuan, serta upaya mitigasi guna mencegah dampak yang lebih luas.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir dan longsor susulan. Jika hujan terus berlanjut, risiko bencana lanjutan dinilai masih cukup tinggi.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya

25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Maulid di Simpang Kelaping Jadi Momentum Menghidupkan Masjid dan Memperkuat Kebersamaan Warga

25 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Santunan KEMALA Berbuah Inspirasi, Anak Yatim Mitra Istiqomah Tunjukkan Hafalan dan Karakter

25 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Masyarakat Reubee Antusias Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Isnaeni Anggap Ngeles Alasan Kepolisian Blokir Rekening Koordinator AMPB

25 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Trending di RAGAM