Menu ✖

Mode Gelap
Greenpeace Indonesia Gelar Aksi Damai, 11 Aktivis Sempat Ditangkap Aparat BPW Oi DKI Jakarta Gelar JAKARTA Oi NGUMPUL (JOiN 2) 2026 di Kota Tua Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan ASDP Pastikan Pendampingan Penumpang Berlanjut Pascainsiden KMP Batumandi Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional Dispora Aceh Tuntaskan Bantuan Olahraga di Lima SMA/SMK Agara, Masri Amin Suntik Semangat Generasi Emas

RAGAM

Banjir Rendam Desa Padang Terangun, Aktivitas Warga Lumpuh, Ancaman Susulan Mengintai

badge-check


 Banjir Rendam Desa Padang Terangun, Aktivitas Warga Lumpuh, Ancaman Susulan Mengintai Perbesar

Wartatrans.com, BLANGKEJEREN— Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah gayo lues dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana banjir di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Desa Padang Terangun.

Air dilaporkan mulai meluap sejak sore hingga malam hari, merendam permukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi. Selain rumah penduduk, genangan air juga menutup akses jalan desa sehingga menghambat mobilitas masyarakat.

Warga yang terdampak tampak berjibaku menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Beberapa di antaranya memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun lokasi yang dinilai lebih aman dari jangkauan air.

Menurut informasi di lapangan, meluapnya air diduga berasal dari meningkatnya debit sungai akibat curah hujan yang terus berlangsung, diperparah dengan kondisi tanah yang sudah jenuh air. Situasi ini membuat aliran air tidak mampu lagi tertampung, hingga akhirnya meluber ke pemukiman.

Tidak hanya banjir, warga juga dihantui potensi tanah longsor, mengingat struktur tanah di beberapa titik mulai labil akibat terus diguyur hujan. Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian maupun korban terdampak secara keseluruhan. Namun, aktivitas masyarakat dilaporkan terganggu, terutama akses transportasi dan kegiatan ekonomi warga.

Pihak terkait diharapkan segera turun tangan untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pendataan warga terdampak, distribusi bantuan, serta upaya mitigasi guna mencegah dampak yang lebih luas.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir dan longsor susulan. Jika hujan terus berlanjut, risiko bencana lanjutan dinilai masih cukup tinggi.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan

21 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika Solusi Karhutla Terbentur Birokrasi

20 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Satpol PP Fakfak Beri Tenggat 3×24 Jam, Bangunan Liar di Pasar Kelapa Dua Terancam Dibongkar

20 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Bupati Fakfak Pimpin Sertijab Sekda Definitif Arif H. Rumagesan, Tekankan Sinergi OPD

20 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor

20 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Persoalan Aceh Singkil Tak Kunjung Tuntas, Mahasiswa Kirim Petisi ke Presiden Prabowo

19 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Trending di RAGAM