Menu ✖

Mode Gelap
Greenpeace Indonesia Gelar Aksi Damai, 11 Aktivis Sempat Ditangkap Aparat BPW Oi DKI Jakarta Gelar JAKARTA Oi NGUMPUL (JOiN 2) 2026 di Kota Tua Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan ASDP Pastikan Pendampingan Penumpang Berlanjut Pascainsiden KMP Batumandi Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional Dispora Aceh Tuntaskan Bantuan Olahraga di Lima SMA/SMK Agara, Masri Amin Suntik Semangat Generasi Emas

RAGAM

Ratusan Santri di Lima Ponpes Demak Keracunan MBG, Warga Juga Terdampak

badge-check


 Ratusan Santri di Lima Ponpes Demak Keracunan MBG, Warga Juga Terdampak Perbesar

Wartatrans.com, JAWA TENGAH — Peristiwa keracunan yang diduga berasal dari Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Tengah. Kali ini menimpa ratusan santri di lima Pondok Pesantren (Ponpes) Demak, Jawa Tengah. Lima orang warga biasa penerima manfaat juga turut menjadi korban. Setelah menyantap MBG pada Sabtu (19/4/2026) mereka mual lalu muntah beberapa kali di malam dan Minggu paginya.

Rincian korbannya adalah Ponpes Bustanul Quran 68 orang santri (33 rawat jalan, 35 masuk rumah sakit), Ponpes Asnawiyah tercatat 97 korban (67 rawat jalan, 30 masuk rumah sakit), Ponpes Hidayatul Mubtadin ada 10 orang yang semuanya dirawat dibalai pengobatan mandiri.

Selanjutnya Ponpes Al Maarif ada 5 orang (4 rawat jalan, 1 di rumah sakit), Ponpes Nurul Sakinah dan MI Yasua Pilangwetan masing-masing 1 santri dan semuanya dirujuk ke rumah sakit. Lima warga lansia dan ibu hamil penerima manfaat juga terdampak, seorang menginap di rumah sakit.

Dinkes Pemerintah Kabupaten Demak bersama Tim Puskesmas Kebonagung dan TNI Polri setelah mendapat informasi keracunan langsung ke lokasi. Mereka melakukan penanganan darurat, memeriksa, dan mengamankan korban.

Sampel makanan sisa seperti nasi goreng, acar buncis, susu kotak dan muntahan korban diambil dari tempat kejadian perkara untuk diperiksa. Selain itu, Tim Surveilance juga mengkroscek sebuah SPPG di desa Pilangwetan Kebonagung Demak. Di duga, keracunan berasal dari MBG yang di produksi dapur ini.

Hingga Senin (20/4/2026) Ketua Tim Surveilance Dinkes Pemkab Demak, Darto Wahab belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian karena masih menunggu hasil laboratorium. “Yang jelas kita masih melakukan pemeriksaan epidemologi. Sampai saat ini semua tertangani. Korban yang mengalami sakit susulan bisa langsung ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Ada pantauan 24 jam,” katanya.

Beberapa orang tua santri dari Mranggen sangat sedih anaknya jadi korban keracunan. “Kejadian ini harus diusut tuntas karena menyangkut nyawa ratusan orang. Penyebab keracunan dari MBG atau dari mana harus dijelaskan serta pelakunya wajib dihukum berat. Dengan demikian kejadian serupa tidak terjadi lagi dan lagi,” harap Bunda Ina, salah satu dari wali santri yang namanya keberatan jika ditulis lengkap.***

(M Sahri / Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan

21 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika Solusi Karhutla Terbentur Birokrasi

20 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Satpol PP Fakfak Beri Tenggat 3×24 Jam, Bangunan Liar di Pasar Kelapa Dua Terancam Dibongkar

20 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Bupati Fakfak Pimpin Sertijab Sekda Definitif Arif H. Rumagesan, Tekankan Sinergi OPD

20 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor

20 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Persoalan Aceh Singkil Tak Kunjung Tuntas, Mahasiswa Kirim Petisi ke Presiden Prabowo

19 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Trending di RAGAM