Menu

Mode Gelap
Pulihkan Denyut Konektivitas di Papua, ASDP Hubungkan Wilayah Timur 3TP Tubuh Alam yang Diam-Diam Terluka Ratusan Santri di Lima Ponpes Demak Keracunan MBG, Warga Juga Terdampak Jembatan Gemboyah Putus Total, Akses Jogong – Linge Lumpuh Banjir Rendam Desa Padang Terangun, Aktivitas Warga Lumpuh, Ancaman Susulan Mengintai Simulasi Grand Final Proliga 2026 Terjadi di Semarang, GOR Jatidiri Membiru

RAGAM

Ratusan Santri di Lima Ponpes Demak Keracunan MBG, Warga Juga Terdampak

badge-check


 Ratusan Santri di Lima Ponpes Demak Keracunan MBG, Warga Juga Terdampak Perbesar

Wartatrans.com, JAWA TENGAH — Peristiwa keracunan yang diduga berasal dari Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Tengah. Kali ini menimpa ratusan santri di lima Pondok Pesantren (Ponpes) Demak, Jawa Tengah. Lima orang warga biasa penerima manfaat juga turut menjadi korban. Setelah menyantap MBG pada Sabtu (19/4/2026) mereka mual lalu muntah beberapa kali di malam dan Minggu paginya.

Rincian korbannya adalah Ponpes Bustanul Quran 68 orang santri (33 rawat jalan, 35 masuk rumah sakit), Ponpes Asnawiyah tercatat 97 korban (67 rawat jalan, 30 masuk rumah sakit), Ponpes Hidayatul Mubtadin ada 10 orang yang semuanya dirawat dibalai pengobatan mandiri.

Selanjutnya Ponpes Al Maarif ada 5 orang (4 rawat jalan, 1 di rumah sakit), Ponpes Nurul Sakinah dan MI Yasua Pilangwetan masing-masing 1 santri dan semuanya dirujuk ke rumah sakit. Lima warga lansia dan ibu hamil penerima manfaat juga terdampak, seorang menginap di rumah sakit.

Dinkes Pemerintah Kabupaten Demak bersama Tim Puskesmas Kebonagung dan TNI Polri setelah mendapat informasi keracunan langsung ke lokasi. Mereka melakukan penanganan darurat, memeriksa, dan mengamankan korban.

Sampel makanan sisa seperti nasi goreng, acar buncis, susu kotak dan muntahan korban diambil dari tempat kejadian perkara untuk diperiksa. Selain itu, Tim Surveilance juga mengkroscek sebuah SPPG di desa Pilangwetan Kebonagung Demak. Di duga, keracunan berasal dari MBG yang di produksi dapur ini.

Hingga Senin (20/4/2026) Ketua Tim Surveilance Dinkes Pemkab Demak, Darto Wahab belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian karena masih menunggu hasil laboratorium. “Yang jelas kita masih melakukan pemeriksaan epidemologi. Sampai saat ini semua tertangani. Korban yang mengalami sakit susulan bisa langsung ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Ada pantauan 24 jam,” katanya.

Beberapa orang tua santri dari Mranggen sangat sedih anaknya jadi korban keracunan. “Kejadian ini harus diusut tuntas karena menyangkut nyawa ratusan orang. Penyebab keracunan dari MBG atau dari mana harus dijelaskan serta pelakunya wajib dihukum berat. Dengan demikian kejadian serupa tidak terjadi lagi dan lagi,” harap Bunda Ina, salah satu dari wali santri yang namanya keberatan jika ditulis lengkap.***

(M Sahri / Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tubuh Alam yang Diam-Diam Terluka

20 April 2026 - 19:06 WIB

Jembatan Gemboyah Putus Total, Akses Jogong – Linge Lumpuh

20 April 2026 - 18:38 WIB

Banjir Rendam Desa Padang Terangun, Aktivitas Warga Lumpuh, Ancaman Susulan Mengintai

20 April 2026 - 18:35 WIB

HPA Ajak Masyarakat Dukung Polri Ciptakan Kamtibmas di Bumi Sulteng

20 April 2026 - 13:56 WIB

Bank Mandiri Kunjungi Makassar New Port, Perkuat Sinergi Infrastruktur Pelabuhan

20 April 2026 - 13:27 WIB

Presiden GPAB Sayangkan Penunjukan Jubir Aceh, Dinilai Lukai Nilai Perjuangan

20 April 2026 - 06:14 WIB

Penunjukan Jubir Aceh Picu Polemik, Publik Soroti Konsistensi Sikap terhadap Warisan Hasan Tiro

20 April 2026 - 06:05 WIB

Aceh Tengah Belum Pulih, Ancaman Banjir dan Longsor Susulan Masih Mengintai

20 April 2026 - 05:41 WIB

Pemkab Bogor Fokus Pemulihan Pascabanjir Cigudeg, Infrastruktur dan Normalisasi Sungai Jadi Prioritas

19 April 2026 - 19:09 WIB

Pasca Hujan Lebat, Enam Desa Di Bogor Tergenang Banjir

19 April 2026 - 16:27 WIB

Trending di RAGAM