Menu

Mode Gelap
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana di Lahan Pascabanjir, Terapkan Sistem Pertanian Modern KKP Segera Bangun Tahap 2 K-SIGN di Rote Ndao, Dapat Dukungan Masyarakat KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

ANJUNGAN

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

badge-check


 Foto istimewa/ilustrasi/IPC TPK Perbesar

Foto istimewa/ilustrasi/IPC TPK

Wartatrans.com, JAKARTA – Aktivitas kunjungan kapal dan arus petikemas Pascalebaran di lingkungan IPC TPK menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelum Lebaran. Berdasarkan data operasional, kunjungan kapal tercatat turun dari 121 call pada periode pra Lebaran menjadi 88 call pada periode pascalebaran 2026, atau turun sekitar 27%. Arus petikemas juga tercatat menurun dari 77.577 TEUs menjadi 47.775 TEUs.

Penurunan ini sejalan dengan tren yang juga terjadi pada periode Lebaran tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya pergeseran pola distribusi logistik dalam dua tahun terakhir, di mana pengguna jasa cenderung melakukan pengiriman barang lebih awal sebelum periode Lebaran.

Pola ini tidak terlepas dari adanya pengaturan operasional dan pembatasan arus barang selama periode Lebaran, termasuk pengaturan kuota gatepass dan manajemen kedatangan kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, di mana pada minggu awal pascalebaran kapasitas operasional ditetapkan maksimal 50% dan kembali normal secara bertahap pada minggu berikutnya. Kondisi ini mendorong pengguna jasa untuk melakukan percepatan pengiriman atau front loading sebelum periode pembatasan, sehingga aktivitas pasca Lebaran cenderung lebih landai.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menjelaskan bahwa tren ini menunjukkan adanya perubahan pola logistik Lebaran dalam dua tahun terakhir.

“Dalam dua tahun terakhir terlihat adanya pergeseran pola logistik Lebaran. Pengguna jasa kini cenderung melakukan pengiriman lebih awal sebelum periode pembatasan operasional dan pengaturan traffic di pelabuhan, sehingga setelah Lebaran aktivitas kapal tidak mengalami lonjakan seperti sebelumnya, melainkan cenderung normal bahkan menurun. Hal ini menunjukkan perencanaan logistik yang semakin baik dan terkoordinasi antara operator terminal, pelayaran, dan pengguna jasa.”

Meskipun terjadi penurunan kunjungan kapal pasca Lebaran, kondisi ini tidak serta-merta menunjukkan penurunan aktivitas logistik secara keseluruhan, melainkan menunjukkan adanya penyesuaian pola distribusi dan perencanaan logistik untuk menghindari kepadatan selama periode Lebaran.

Sebagai penutup, Pramestie menambahkan, “Pola ini menunjukkan bahwa koordinasi dan perencanaan logistik antara stakeholder pelabuhan berjalan semakin baik, sehingga arus barang dapat didistribusikan lebih merata dan tidak menumpuk pada satu periode. Dengan demikian, operasional pelabuhan tetap berjalan lancar dan kepadatan dapat diantisipasi.”

IPC TPK bersama seluruh stakeholder pelabuhan terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran arus logistik, baik pada periode pra maupun pasca Lebaran, sehingga distribusi barang tetap berjalan lancar, terkendali, dan tidak menimbulkan kepadatan di kawasan pelabuhan maupun akses jalan menuju pelabuhan.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana di Lahan Pascabanjir, Terapkan Sistem Pertanian Modern

17 Juli 2026 - 00:42 WIB

KKP Segera Bangun Tahap 2 K-SIGN di Rote Ndao, Dapat Dukungan Masyarakat

16 Juli 2026 - 21:15 WIB

KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

16 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Komitmen ASRI Berbuah Prestasi, IPCC Sabet Penghargaan Green and Smart Port 2026

16 Juli 2026 - 20:18 WIB

KEK Arun dan Blok Andaman: Episentrum Baru Ekonomi Hijau Indonesia

16 Juli 2026 - 17:54 WIB

Keren! STIP Indonesia Cetak 1.735 SDM Maritim Berdaya Saing Global

16 Juli 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Percepat Penanganan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan

16 Juli 2026 - 15:51 WIB

FIFGROUP Salurkan Rp1,88 Miliar Dana Bergulir Bagi 524 UMKM Binaan

16 Juli 2026 - 13:16 WIB

Trending di EKOBIS