Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Desa Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, meninggalkan duka mendalam bagi warga. Sejumlah keluarga tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga kepala rumah tangga akibat peristiwa tragis tersebut.
Tim GEPREKINAJA melalui Relawan Posko Rakyat menyalurkan bantuan kepada para ibu korban bencana di Desa Toweren. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap keluarga terdampak, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga.

Selain penyaluran bantuan, rangkaian kegiatan Trauma Healing yang telah berlangsung selama 14 hari akan ditutup pada Jumat mendatang dengan agenda makan bersama masyarakat di Desa Toweren.
Adapun data korban yang kehilangan rumah dan kepala rumah tangga akibat longsor dan banjir bandang tersebut antara lain:
Nirwani (Inen Miko), usia 45 tahun, memiliki 4 orang anak (3 laki-laki dan 1 perempuan), dengan anak tertua berusia 25 tahun dan anak bungsu berusia 10 tahun. Suaminya, Alm. Saripuddin, meninggal dunia. Rumah korban mengalami rusak berat di Kampung Uwak Toweren.
Wahyu Ati, usia 50 tahun, memiliki 3 orang anak (2 perempuan dan 1 laki-laki). Suaminya, Alm. Helmi Indrus Aman Genali, meninggal dunia. Rumah korban juga mengalami rusak berat di Kampung Uwak Toweren.
Elianti, usia 44 tahun, memiliki 1 orang anak laki-laki yang masih duduk di kelas 2 SMP. Suaminya, Alm. Ruhdi, meninggal dunia dalam peristiwa longsor. Rumah korban rusak parah akibat longsor dan banjir bandang. Saat kejadian, korban dan suaminya sedang dalam kondisi sakit. Ibu Elianti sempat terjepit kakinya oleh tiang rumah dan berhasil diselamatkan warga, namun suaminya tidak sempat diselamatkan dan tertimbun di dalam rumah.

Jenazah Alm. Ruhdi ditemukan enam hari setelah bencana oleh warga bernama Kejurun Belang, di dalam rumahnya yang tertimbun longsor. Saat ditemukan, jenazah berada di atas kasur, tertimpa tiang rumah dan seng, dalam kondisi masih utuh. Almarhum kemudian dimakamkan di Kampung Toweren, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Imem Kampung Toweren Toa, Sufiandi, menyampaikan harapan agar seluruh pihak terus bersama-sama mengawal proses pemulihan pascabencana.
“Harapan kami, Tim GEPREKINAJA dan Relawan Posko Rakyat dapat terus mengawal dan mendukung pembangunan rumah layak huni bagi warga yang terdampak banjir bandang dan longsor, termasuk memastikan kelayakan lokasi rumah baru maupun lokasi perbaikan rumah mereka,” ujar Sufiandi.
Desa Toweren sendiri merupakan wilayah dengan sejarah panjang. Dengan jumlah penduduk sekitar 1.000 jiwa, desa ini juga memiliki Rumah Adat Balun Tara yang berusia ratusan tahun dan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, sehingga upaya pemulihan dan pembangunan kembali diharapkan tetap memperhatikan nilai sejarah dan kearifan lokal.*** (Jasa)











