Menu ✖

Mode Gelap
KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO Aturan Transportasi Berbasis Aplikasi Masuk dalam Revisi UU LLAJ Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng 30 Hektare Lahan Meikarta Disiapkan untuk Rumah Subsidi KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026 Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

PERISTIWA

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

badge-check


 Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026 Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Sanggar Seni Surawisesa bersama para pemerhati sejarah menggelar diskusi tentang nasab dan silsilah leluhur di Sekretariat Sanggar Seni Surawisesa, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (1/1/2026).

Diskusi yang berlangsung santai tersebut menjadi agenda pembuka awal tahun 2026, sekaligus upaya melihat progres dan arah kegiatan sanggar ke depan dengan menelusuri kembali akar sejarah para leluhur.

“Mengawali awal tahun ini, kami ingin melihat progres giat ke depan. Salah satunya dengan mengadakan diskusi santai terkait silsilah atau nasab para leluhur kita,” ungkap Ketua Yayasan Seni Budaya Surawisesa, Rd. Dadang Supadma.

Dadang menjelaskan, wilayah Karadenan dan sekitarnya diyakini memiliki keterkaitan erat dengan masa kekuasaan Prabu Surawisesa. Hal tersebut menjadi alasan mengapa di daerah itu banyak masyarakat yang menyandang gelar Raden.

Menurutnya, penggunaan gelar tersebut tidak dimaknai sebagai simbol status sosial, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian sejarah leluhur.

“Gelar Raden hanya sebagai bentuk penghargaan kita kepada leluhur yang telah mewariskan silsilah tersebut. Tidak ada maksud lain, kecuali sebagai upaya pelestarian,” jelasnya.

Meski kejayaan masa silam telah berlalu, Dadang menyebut sejumlah jejak sejarah masih dapat dijumpai di kawasan tersebut. Di antaranya museum keris dan pusaka peninggalan era kerajaan, serta sebuah masjid yang diyakini sebagai masjid tertua di wilayah Bogor.

“Karena itulah kita berkumpul hari ini, untuk menemukan benang merah dan kejujuran silsilah dari berbagai daerah yang masih sejalur dengan sejarah Muara Beres dan Prabu Siliwangi,” ujarnya.

Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman sejarah lokal, sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya serta nilai-nilai leluhur.*** (Septi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Trending di ANJUNGAN