Menu

Mode Gelap
Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang? Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2 Pasar Mobil 2026 Melonjak 15,9%: Toyota Bertahan, BYD Tekuk Honda TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan TMI Aceh dan PT Bio Energy Rimba Tinjau Pembibitan Kopi CV A Tiga Nursery, Perkuat Program Penghijauan dan Pemberdayaan Petani

PERISTIWA

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

badge-check


 Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026 Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Sanggar Seni Surawisesa bersama para pemerhati sejarah menggelar diskusi tentang nasab dan silsilah leluhur di Sekretariat Sanggar Seni Surawisesa, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (1/1/2026).

Diskusi yang berlangsung santai tersebut menjadi agenda pembuka awal tahun 2026, sekaligus upaya melihat progres dan arah kegiatan sanggar ke depan dengan menelusuri kembali akar sejarah para leluhur.

“Mengawali awal tahun ini, kami ingin melihat progres giat ke depan. Salah satunya dengan mengadakan diskusi santai terkait silsilah atau nasab para leluhur kita,” ungkap Ketua Yayasan Seni Budaya Surawisesa, Rd. Dadang Supadma.

Dadang menjelaskan, wilayah Karadenan dan sekitarnya diyakini memiliki keterkaitan erat dengan masa kekuasaan Prabu Surawisesa. Hal tersebut menjadi alasan mengapa di daerah itu banyak masyarakat yang menyandang gelar Raden.

Menurutnya, penggunaan gelar tersebut tidak dimaknai sebagai simbol status sosial, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian sejarah leluhur.

“Gelar Raden hanya sebagai bentuk penghargaan kita kepada leluhur yang telah mewariskan silsilah tersebut. Tidak ada maksud lain, kecuali sebagai upaya pelestarian,” jelasnya.

Meski kejayaan masa silam telah berlalu, Dadang menyebut sejumlah jejak sejarah masih dapat dijumpai di kawasan tersebut. Di antaranya museum keris dan pusaka peninggalan era kerajaan, serta sebuah masjid yang diyakini sebagai masjid tertua di wilayah Bogor.

“Karena itulah kita berkumpul hari ini, untuk menemukan benang merah dan kejujuran silsilah dari berbagai daerah yang masih sejalur dengan sejarah Muara Beres dan Prabu Siliwangi,” ujarnya.

Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman sejarah lokal, sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya serta nilai-nilai leluhur.*** (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Serap Aspirasi Peserta DPM, Poltekpel Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Trending di RAGAM