Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

PERISTIWA

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

badge-check


 Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026 Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Sanggar Seni Surawisesa bersama para pemerhati sejarah menggelar diskusi tentang nasab dan silsilah leluhur di Sekretariat Sanggar Seni Surawisesa, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (1/1/2026).

Diskusi yang berlangsung santai tersebut menjadi agenda pembuka awal tahun 2026, sekaligus upaya melihat progres dan arah kegiatan sanggar ke depan dengan menelusuri kembali akar sejarah para leluhur.

“Mengawali awal tahun ini, kami ingin melihat progres giat ke depan. Salah satunya dengan mengadakan diskusi santai terkait silsilah atau nasab para leluhur kita,” ungkap Ketua Yayasan Seni Budaya Surawisesa, Rd. Dadang Supadma.

Dadang menjelaskan, wilayah Karadenan dan sekitarnya diyakini memiliki keterkaitan erat dengan masa kekuasaan Prabu Surawisesa. Hal tersebut menjadi alasan mengapa di daerah itu banyak masyarakat yang menyandang gelar Raden.

Menurutnya, penggunaan gelar tersebut tidak dimaknai sebagai simbol status sosial, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian sejarah leluhur.

“Gelar Raden hanya sebagai bentuk penghargaan kita kepada leluhur yang telah mewariskan silsilah tersebut. Tidak ada maksud lain, kecuali sebagai upaya pelestarian,” jelasnya.

Meski kejayaan masa silam telah berlalu, Dadang menyebut sejumlah jejak sejarah masih dapat dijumpai di kawasan tersebut. Di antaranya museum keris dan pusaka peninggalan era kerajaan, serta sebuah masjid yang diyakini sebagai masjid tertua di wilayah Bogor.

“Karena itulah kita berkumpul hari ini, untuk menemukan benang merah dan kejujuran silsilah dari berbagai daerah yang masih sejalur dengan sejarah Muara Beres dan Prabu Siliwangi,” ujarnya.

Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman sejarah lokal, sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya serta nilai-nilai leluhur.*** (Septi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM