Menu

Mode Gelap
GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun Indonesia Alami 3 Gempa Besar dalam Sehari Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

RAGAM

Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

badge-check


 Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026 Perbesar

Wartatrans.com, SINGAPURA — Pergantian tahun 2025 ke 2026 di Singapura berlangsung meriah dan penuh makna. Ribuan warga dan wisatawan dari berbagai negara memadati sejumlah titik strategis di kawasan Marina Bay untuk menyaksikan pertunjukan kembang api spektakuler, salah satunya di Jembatan Esplanade.

Sejak pukul 22.00 waktu setempat, kawasan sekitar Merlion Park sudah dipadati pengunjung. Akses menuju taman ikonik tersebut ditutup karena kapasitas telah penuh. Sejumlah pengunjung kemudian memilih alternatif lokasi lain, termasuk Jembatan Esplanade yang membentang sepanjang 261 meter di atas muara Sungai Singapura dan menawarkan panorama kota yang gemerlap.

Di jembatan ini, ratusan orang tampak duduk dan berdiri menanti detik-detik pergantian tahun. Alunan musik, permainan cahaya, serta latar megah bangunan The Fullerton Hotel menambah semarak suasana malam pergantian tahun.

Sekitar pukul 23.30, langit Singapura mulai dihiasi rentetan kembang api berwarna merah, biru, dan hijau. Dentuman kembang api berpadu dengan irama musik yang tersusun rapi, menciptakan pengalaman visual dan emosional yang memukau. Wajah-wajah lelah pengunjung seketika berubah menjadi penuh antusias dan kegembiraan.

Saat hitung mundur pergantian tahun dimulai, ribuan orang serempak menghitung mundur dalam bahasa Inggris. Tepat saat angka nol disebutkan, langit Singapura “pecah” oleh kembang api berbagai warna dan ukuran yang berlangsung tanpa jeda selama sekitar lima menit, lalu disusul pertunjukan lanjutan hampir sembilan menit. Sorak sorai dan tepuk tangan pun menggema.

Menariknya, suasana kebersamaan begitu terasa di Jembatan Esplanade. Pengunjung datang dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah Rini, wisatawan asal Bali, yang bersama suami dan tiga anaknya sengaja datang ke Singapura untuk menyaksikan perayaan tahun baru.

“Ini pengalaman yang luar biasa. Anak-anak sangat senang bisa melihat langsung kembang api sebesar ini,” ujarnya.

Tak lama setelah pertunjukan usai, momen unik terjadi ketika sekitar sepuluh pria lanjut usia asal Eropa berbaris sambil menyanyikan lagu Happy New Year dengan suara bass yang khas. Mereka berjalan menyusuri kerumunan, menyapa setiap orang yang dilewati, memancing tawa dan senyum pengunjung sebelum akhirnya menghilang di tengah arus manusia.

Sekitar pukul 00.30, massa mulai membubarkan diri dengan tertib. Senyum dan raut bahagia tampak di wajah-wajah pengunjung, menyimpan sejuta harapan untuk tahun 2026 yang baru saja dimulai.

Perayaan pergantian tahun di Jembatan Esplanade bukan sekadar pesta kembang api, melainkan juga ruang pertemuan lintas bangsa, tempat harapan, kenangan, dan doa bertemu dalam satu malam yang menggetarkan jiwa.***

(Ifal_puitis 9251)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Trending di RAGAM