Menu

Mode Gelap
Umat Tionghoa Rayakan Imlek Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi Okupansi 102 Persen, KA Pangrango dan KA Siliwangi Layani 23.495 Pelanggan pada Libur Imlek 13–16 Februari 2026 Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026

PERON

KRL “JALITA” Resmi Purna Tugas, Ribuan Warga Saksikan Perpisahan Ikon Transportasi Jabodetabek

badge-check


 KRL “JALITA” Resmi Purna Tugas, Ribuan Warga Saksikan Perpisahan Ikon Transportasi Jabodetabek Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Mobilitas harian masyarakat Jabodetabek terus meningkat seiring kebutuhan transportasi yang cepat, terjangkau, dan terjadwal. Di tengah perkembangan tersebut, KRL Tokyu Seri 8500 atau “JALITA” menjadi salah satu ikon perjalanan panjang layanan KRL perkotaan.

Pada Ahad (16/11), rangkaian legendaris ini resmi menjalani purna tugasnya, disaksikan ribuan warga dan railfans di Stasiun Jakarta Kota.

JALITA mulai beroperasi di Indonesia sejak 2006 dan menjadi sarana pertama yang dimiliki langsung oleh KAI Commuter setelah pemisahan entitas pada 2009. Kehadirannya menandai era baru modernisasi KRL Jabodetabek, mulai dari penggunaan AC, peningkatan kenyamanan, hingga perluasan kapasitas angkut. Kini, KAI Commuter telah melayani 1.063 perjalanan setiap hari dengan dukungan 102 trainset atau 1.072 unit KRL yang beroperasi di seluruh lintas strategis.

Pertumbuhan layanan semakin signifikan pada 2025. Sepanjang Januari–Oktober, Commuter Line Jabodetabek mencatat 287.297.882 pengguna, atau lebih dari 20 juta perjalanan per bulan. Angka ini menegaskan peran KRL sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat perkotaan.

Untuk mengenang kontribusi JALITA serta dua seri lain—Tokyu Seri 7000 dan JR203—KAI bersama komunitas menghadirkan Mini Museum JALITA pada 10–16 November. Pameran ini menampilkan sejarah KRL legendaris dan edukasi publik terkait aturan naik KRL, kampanye antipelecehan seksual, keselamatan, hingga pengenalan sarana modern. Sebanyak 20.426 pengunjung hadir dalam sepekan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat.

Momentum perpisahan semakin lengkap dengan kehadiran Direktur Utama KAI 2009–2014, Ignasius Jonan, yang mendampingi perjalanan terakhir JALITA dari Stasiun Jakarta Kota menuju Depo Kampung Bandan hingga Depo Depok. Jonan menyapa pengguna setia dan menegaskan pentingnya transportasi rel bagi Jabodetabek.

“Selama Jabodetabek menjadi wilayah hunian terpadat di Indonesia, Commuter Line akan selalu menjadi etalase layanan kereta api nasional. Mobilisasi masyarakat yang besar menjadikan transportasi berbasis rel sebagai kebutuhan utama kota besar. Peradaban urban kita semakin maju sehingga kebutuhan sarana yang andal dan frekuensi perjalanan akan terus meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa nama “JALITA” diberikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal sebagai simbol perjalanan masyarakat lintas kota Jakarta. Jonan berharap sebagian sarana dapat dilestarikan sebagai warisan sejarah perkembangan layanan transportasi urban.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa museum sementara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KAI, KAI Commuter, dan komunitas IRPS dalam menghidupkan jejak perjalanan KRL.

“Pameran ini memperlihatkan bahwa KRL adalah bagian dari kehidupan warga Jabodetabek. Edukasi yang kami tampilkan menjadi upaya bersama untuk membangun layanan yang aman, ramah, dan berkelanjutan,” kata Anne.

Ia menambahkan bahwa regenerasi sarana terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan kapasitas dan kenyamanan.

“Purna tugas sarana legendaris ini membuka ruang bagi sarana yang lebih modern. KAI dan KAI Commuter berkomitmen memastikan layanan tetap menjadi pilihan utama mobilitas harian masyarakat,” tutupnya.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Okupansi 102 Persen, KA Pangrango dan KA Siliwangi Layani 23.495 Pelanggan pada Libur Imlek 13–16 Februari 2026

16 Februari 2026 - 22:08 WIB

Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026

16 Februari 2026 - 20:55 WIB

Libur Panjang Imlek, Penumpang KAD di Daop 7 Madiun Meningkat, Bakal Ada Atraksi Barongsai

16 Februari 2026 - 20:29 WIB

Lebih 1.39 Juta Tiket Lebaran 2026 Terjual, Seluruh Tanggal Keberangkatan Sudah Dapat Dipesan Sejak 15 Februari

16 Februari 2026 - 20:20 WIB

Menhub Dudy Sebut Banten Berpotensi Jadi Daerah Lintasan Padat Jawa-Sumatera

16 Februari 2026 - 15:26 WIB

Trending di ANJUNGAN