Wartatrans.com, YOKOHAMA – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban teken Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Port and Harbor Bureau, Yokohama City sebagai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama di bidang kepelabuhanan.
Teken MoU tersebut di Yokohama Industrial Trade Center Building, Jepang, dan difasilitasi Japan International Cooperation Agency (JICA).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kolaborasi Indonesia–Jepang dalam pengembangan pelabuhan yang efisien, modern, dan berkelanjutan.
MoU ditandatangani Kepala Kantor KSOP Patimban, Muhammad Arief Agustian, dan Director General Port and Harbor Bureau Yokohama City, Yasuhiro Shinbo, serta disaksikan Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional Fuad Rizal, President Yokohama Kawasaki International Port Corporation (YKIP), Takuji Nakai, dan President Yokohama Port Corporation (YPC), Hisataka Uematsu.
Nota Kesepahaman ini menjadi landasan kerja sama jangka panjang yang mencakup berbagai aspek strategis, antara lain promosi perdagangan dan kerja sama maritim, optimalisasi pengelolaan serta operasional pelabuhan, pengembangan sumber daya manusia, hingga implementasi konsep pelabuhan ramah lingkungan (green port initiative).
Kepala Kantor KSOP Patimban Muhammad Arief Agustian berharap kerja sama ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan bertaraf internasional.
“Kami berharap Pelabuhan Patimban dapat terus berkembang sebagai pelabuhan bertaraf internasional dengan memanfaatkan pengalaman dan praktik terbaik dari Pelabuhan Yokohama, yang memiliki sejarah panjang serta peran strategis dalam jaringan logistik global,” ujar Arief.
Dia meyakini bahwa sinergi ini akan mendorong peningkatan kinerja pelabuhan melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik, sekaligus memperkuat konektivitas logistik antara Indonesia dan Jepang.
“Melalui kerja sama ini, Pelabuhan Patimban diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pelabuhan internasional yang kompetitif, serta turut mendukung efisiensi sistem logistik nasional dan pengembangan jaringan logistik global yang lebih terintegrasi,” pungkasnya. (omy)






























