Menu ✖

Mode Gelap
Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

ANJUNGAN

Layanan Dipercepat, Antrean Ketapang–Gilimanuk Tetap Bergerak

badge-check


 Kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Perbesar

Kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan

Wartatrans.com, BANYUWANGI –  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan, di tengah menguatnya arus balik Lebaran 2026, lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap bergerak dinamis.

Pihaknya menempatkan percepatan layanan sebagai strategi utama untuk menjaga arus kendaraan tetap mengalir dan terkendali.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano menegaskan, kunci utama pengendalian kepadatan bukan semata pada jumlah kapal, melainkan pada kecepatan layanan di setiap titik.

“Fokus kami adalah memastikan proses berjalan cepat dan berkesinambungan. Melalui pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), kapal tidak berlama-lama di dermaga sehingga kendaraan dapat segera terlayani dan terus bergerak,” ungkapnya, Senin (30/3/2026).

Untuk mendukung percepatan tersebut, waktu bongkar muat kapal terus dioptimalkan dengan rata-rata durasi sekitar 35 menit per siklus layanan.

Dengan durasi yang lebih singkat dan disiplin operasional yang terjaga, rotasi kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga kapasitas layanan meningkat secara signifikan.

Menurutnya, dalam kondisi puncak, antrean merupakan hal yang tidak terhindarkan. Namun, selama pergerakan tetap terjaga, waktu tunggu dapat ditekan secara signifikan.

“Hal terpenting adalah flow tetap hidup. Antrean boleh terjadi, tetapi tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan hari ini pukul 14.00 WIB, ekor antrean kendaraan tercatat mencapai sekitar 5,8 km dari akses masuk Pelabuhan Ketapang, dengan dominasi kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, serta bus besar yang terus bergerak menuju pelabuhan.

Untuk merespons lonjakan tersebut, ASDP bersama operator kapal lainnya mengoperasikan total 34 kapal.

Sebanyak 22 kapal di antaranya menerapkan pola TBB di Dermaga 3, MB 4, LCM, dan Bulusan, serta didukung empat kapal perbantuan guna mempercepat rotasi dan menjaga ritme layanan tetap stabil.

Dari sisi permintaan, data reservasi tiket melalui Ferizy mencatat sebanyak 164.881 unit kendaraan telah melakukan pemesanan untuk periode H-10 hingga H+10 (11 Maret–1 April 2026).

Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah masuk ke Pelabuhan Ketapang, dengan sisa potensi 10.568 unit yang diperkirakan masih akan bergerak menuju pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan, percepatan layanan di dermaga diperkuat dengan pengaturan arus kendaraan sejak di sisi darat.

“Kami mengendalikan ritme kendaraan melalui buffer zone, sehingga kedatangan ke pelabuhan tetap terukur dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Distribusi Terkendali

Puncak arus balik tercatat pada Ahad (29/3/2026)(H+7), dengan total 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali.

Komposisi didominasi sepeda motor sebanyak 12.458 unit dan mobil pribadi 4.995 unit.

Sejumlah buffer zone telah dioptimalkan, antara lain Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri, sebagai kantong parkir sekaligus titik pengendalian arus.

Koordinasi intensif bersama kepolisian, Dinas Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga distribusi kendaraan tetap terkendali.

ASDP mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal melalui Ferizy, merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, serta membawa logistik yang cukup.

“Keselamatan adalah prioritas. Pastikan perjalanan dilakukan dengan aman dan nyaman,” kata Yossianis.

Dengan sinergi operasional, percepatan layanan, serta penguatan pengendalian arus, ASDP optimistis arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap terkelola dengan baik. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

ASDP Perkuat Konektivitas di Kepulauan Nias Selatan dengan Operasikan KMP Hafamati HF

27 September 2026 - 21:41 WIB

Dukung Ekosistem Logistik Nasional, IPC TPK Tunjukkan Kesiapan Teknologi Operasional kepada Mahasiswa India

27 September 2026 - 21:14 WIB

Trending di ANJUNGAN