Menu

Mode Gelap
Kuliner Kereta Hadirkan Menu Takjil Khusus Berbuka Puasa Selama Ramadan 574 Ribu Tiket Lebaran 2026 Terjual dari Gambir dan Pasar Senen, 86 Ribu Kursi Masih Tersedia Menko PMK: Keselamatan Pemudik Prioritas Utama KCIC Luncurkan Whoosh Prepaid Voucher, Solusi Perjalanan Fleksibel untuk Personal dan Korporasi Tadarus Puisi HSBI: Merawat Kata di Bulan Luka Konsisten Taat Pajak, SPJM Kembali dapat Apresiasi dari DJP Sulselbartra

RAGAM

Kurir Marketplace di Aceh: Banjir Parah, Gaji Tak Pasti, dan Minimnya Perlindungan Pekerja

badge-check


 Kurir Marketplace di Aceh: Banjir Parah, Gaji Tak Pasti, dan Minimnya Perlindungan Pekerja Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Saat banjir besar melanda Aceh pada akhir Desember 2025, banyak aktivitas warga lumpuh total. Namun di tengah lumpuhnya kota, para kurir layanan marketplace tetap berusaha menjalankan tugas mereka—meski dengan risiko tinggi dan imbalan yang tidak sebanding.

Seorang kurir kontrak di Langsa, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan kerja, menceritakan kepada Wartatrans.com bagaimana ia dan rekan-rekannya harus bekerja di tengah keterbatasan, tanpa kepastian upah.

Seorang kurir di Kota Langsa, Aceh, mengeluhkan ketidakjelasan gaji yang diterima setelah tetap bekerja di tengah bencana banjir besar yang hingga kini, Selasa (7/1/2026) kondisi belum juga normal. Meski harus menghadapi medan berat, sinyal hilang, hingga listrik padam, para kurir tetap menjalankan tugas mereka demi memenuhi kewajiban kerja dan kebutuhan hidup.

Kurir yang enggan disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa sejak banjir melanda pada 25 Desember, mereka tidak bisa bekerja selama beberapa hari karena akses terputus total. Namun setelah situasi sedikit membaik pada 7 Januari, mereka kembali harus ke gudang untuk bekerja dan absen.

“Banjirnya kan tanggal 25, emang gak kerja tuh, karena sinyal gak ada, lampu mati, jalan ketutup semua. Tapi begitu bisa, kami langsung ke gudang bawa paket sisa tanggal 24,” katanya.

Ia menyebut hanya bisa bekerja selama lima hari dengan jumlah paket yang juga menurun drastis. “Cuma 70 sampai 100 paket. Setelah itu mati lampu dua minggu lagi. Tapi kami tetap usaha absen, sampai nyari sinyal ke mana-mana,” jelasnya.

Setelah semua usaha itu, ia kecewa saat mengetahui gaji yang diterima tak sesuai harapan.

“Pas ngecek gaji, cuma setengah yang masuk. Padahal ini bencana alam, kan seharusnya dibayar full. Undang-undang juga atur begitu. Ini malah teman-teman ada yang cuma terima Rp400 ribu, Rp800 ribu,” ungkapnya kecewa.

Menurutnya, rekan-rekannya di wilayah lain seperti Aceh Tamiang atau kawasan lain bahkan tidak menerima gaji sama sekali meski wilayah itu terdampak paling parah dan sudah masuk dalam pemberitaan nasional.

Ia juga menyoroti bantuan Rp500 ribu yang mereka terima, yang ternyata bukan tambahan, melainkan dipotong dari gaji mereka. “Kayak gak ada rasa peduli. Bantuan Rp500 ribu dari Shopee itu ternyata dipotong dari gaji kami,” tambahnya.

Sebagai karyawan kontrak yang harusnya dibayar sesuai gaji UMR , mereka merasa tidak punya tempat mengadu. “Aku bingung bang, mau lapor ke mana. Kami rakyat kecil, kerja aja udah susah,” pungkasnya.

Situasi ini mencerminkan kerentanan para pekerja sektor logistik di tengah bencana, yang meski tetap berupaya menjalankan tugasnya, kerap tidak mendapat perlindungan yang layak.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konsisten Taat Pajak, SPJM Kembali dapat Apresiasi dari DJP Sulselbartra

2 Maret 2026 - 10:28 WIB

Menag ‘Kepeleset’ Bicara dan Minta Maaf: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

1 Maret 2026 - 09:32 WIB

IPC TPK Perkuat Kemandirian Generasi Muda Pesisir Lewat Sertifikasi Kompetensi Digital

28 Februari 2026 - 05:23 WIB

Angkutan Lebaran 2026: Perkuat Layanan dan Koordinasi, Pelindo Regional 4 Siap Optimalkan Operasional Pelabuhan

27 Februari 2026 - 18:42 WIB

Kembali Sediakan Mudik Gratis 2026, Pelindo Sinergi Lokaseva Siap Antarkan Pemudik dengan Aman & Nyaman

27 Februari 2026 - 17:54 WIB

“Tobat Woy!” Jadi Magnet, Para Pencari Tuhan Jilid 19 Rajai Rating Sahur Ramadan 2026

27 Februari 2026 - 14:10 WIB

Perumda Air Tirta Kahuripan Kab Bogor, Pastikan Selama Cuti Lebaran 1447 H Pelayanan Tetap Maksimal

27 Februari 2026 - 12:51 WIB

Sinergi DAMRI–Dinsos Jakarta, Komitmen Transportasi Pemulangan bagi Warga Terlantar

26 Februari 2026 - 22:08 WIB

Tebar Kebahagiaan di Bulan Ramadhan, Polres Priok Santuni Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Jurnalis Jakarta Utara

25 Februari 2026 - 21:19 WIB

IPC TPK Tambah Reach Stacker, Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur

25 Februari 2026 - 21:14 WIB

Trending di ANJUNGAN