Menu

Mode Gelap
The Polonia Rilis Single “Lelah”, Tetap Berkarya dari Medan Setelah 17 Tahun Berkiprah Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila ASDP Sukses Layani Mobilitas 804.195 Penumpang di Libur Panjang Idul Adha dan Hari Kesaktian Pancasila Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line

RAGAM

Kurir Marketplace di Aceh: Banjir Parah, Gaji Tak Pasti, dan Minimnya Perlindungan Pekerja

badge-check


 Kurir Marketplace di Aceh: Banjir Parah, Gaji Tak Pasti, dan Minimnya Perlindungan Pekerja Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Saat banjir besar melanda Aceh pada akhir Desember 2025, banyak aktivitas warga lumpuh total. Namun di tengah lumpuhnya kota, para kurir layanan marketplace tetap berusaha menjalankan tugas mereka—meski dengan risiko tinggi dan imbalan yang tidak sebanding.

Seorang kurir kontrak di Langsa, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan kerja, menceritakan kepada Wartatrans.com bagaimana ia dan rekan-rekannya harus bekerja di tengah keterbatasan, tanpa kepastian upah.

Seorang kurir di Kota Langsa, Aceh, mengeluhkan ketidakjelasan gaji yang diterima setelah tetap bekerja di tengah bencana banjir besar yang hingga kini, Selasa (7/1/2026) kondisi belum juga normal. Meski harus menghadapi medan berat, sinyal hilang, hingga listrik padam, para kurir tetap menjalankan tugas mereka demi memenuhi kewajiban kerja dan kebutuhan hidup.

Kurir yang enggan disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa sejak banjir melanda pada 25 Desember, mereka tidak bisa bekerja selama beberapa hari karena akses terputus total. Namun setelah situasi sedikit membaik pada 7 Januari, mereka kembali harus ke gudang untuk bekerja dan absen.

“Banjirnya kan tanggal 25, emang gak kerja tuh, karena sinyal gak ada, lampu mati, jalan ketutup semua. Tapi begitu bisa, kami langsung ke gudang bawa paket sisa tanggal 24,” katanya.

Ia menyebut hanya bisa bekerja selama lima hari dengan jumlah paket yang juga menurun drastis. “Cuma 70 sampai 100 paket. Setelah itu mati lampu dua minggu lagi. Tapi kami tetap usaha absen, sampai nyari sinyal ke mana-mana,” jelasnya.

Setelah semua usaha itu, ia kecewa saat mengetahui gaji yang diterima tak sesuai harapan.

“Pas ngecek gaji, cuma setengah yang masuk. Padahal ini bencana alam, kan seharusnya dibayar full. Undang-undang juga atur begitu. Ini malah teman-teman ada yang cuma terima Rp400 ribu, Rp800 ribu,” ungkapnya kecewa.

Menurutnya, rekan-rekannya di wilayah lain seperti Aceh Tamiang atau kawasan lain bahkan tidak menerima gaji sama sekali meski wilayah itu terdampak paling parah dan sudah masuk dalam pemberitaan nasional.

Ia juga menyoroti bantuan Rp500 ribu yang mereka terima, yang ternyata bukan tambahan, melainkan dipotong dari gaji mereka. “Kayak gak ada rasa peduli. Bantuan Rp500 ribu dari Shopee itu ternyata dipotong dari gaji kami,” tambahnya.

Sebagai karyawan kontrak yang harusnya dibayar sesuai gaji UMR , mereka merasa tidak punya tempat mengadu. “Aku bingung bang, mau lapor ke mana. Kami rakyat kecil, kerja aja udah susah,” pungkasnya.

Situasi ini mencerminkan kerentanan para pekerja sektor logistik di tengah bencana, yang meski tetap berupaya menjalankan tugasnya, kerap tidak mendapat perlindungan yang layak.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sambut Positif Rencana Pameran “Ja Kartun” dalam Rangka HUT Jakarta

2 Juni 2026 - 18:25 WIB

Swadaya Warga Pulihkan Jembatan Enang Enang, Akses Jalan Nasional Kembali Terbuka

2 Juni 2026 - 17:19 WIB

Hari Lahir Pancasila, Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar Perkuat Nilai Kebangsaan

2 Juni 2026 - 17:06 WIB

Program Vokasi Juru Las Antar PT Pelindo Solusi Maritim Raih Penghargaan Top CSR 2026

2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Dirut Pelindo: Nilai Pancasila Menjadi Fondasi Pelayanan dan Konektivitas Nasional

2 Juni 2026 - 16:56 WIB

Tiga Pasangan Pengantin Melangsungkan Akad Nikah di Masjid Jami’ Teungku Chik Reubee

1 Juni 2026 - 10:44 WIB

Catatan Halimah Munawir: Wastra Nusantara di Galeri Dewi Motik

31 Mei 2026 - 07:21 WIB

IPCC Tebar Manfaat Qurban 2026, Perkuat Kepedulian Sosial dan Komitmen Keberlanjutan

30 Mei 2026 - 17:29 WIB

PJBW Pekan ke-77 Gandeng BudayantaraTV, Salurkan Ratusan Paket Makanan bagi Warga Membutuhkan

30 Mei 2026 - 13:51 WIB

Beutong Ateuh Kembali Disorot, Izin Tambang Baru Picu Kekhawatiran di Kawasan Terdampak Banjir Bandang

30 Mei 2026 - 13:47 WIB

Trending di RAGAM