Menu

Mode Gelap
KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat KAI Kirim 780 Gerbong Datar Produk Dalam Negeri ke Palembang, Perkuat Angkutan Batu Bara dan Logistik Nasional AISMOLI Sebut Sodium Ion Pas untuk Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia ASDP Hadirkan Fasilitas Belajar Modern Inklusif, Dukung SDM Unggul CANSO Apresiasi Penerapan ATMAS AirNav Indonesia BPSDMP Kemenhub Gencar Sosialisasi SIPENCATAR 2026

RAGAM

Kurir Marketplace di Aceh: Banjir Parah, Gaji Tak Pasti, dan Minimnya Perlindungan Pekerja

badge-check


 Kurir Marketplace di Aceh: Banjir Parah, Gaji Tak Pasti, dan Minimnya Perlindungan Pekerja Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Saat banjir besar melanda Aceh pada akhir Desember 2025, banyak aktivitas warga lumpuh total. Namun di tengah lumpuhnya kota, para kurir layanan marketplace tetap berusaha menjalankan tugas mereka—meski dengan risiko tinggi dan imbalan yang tidak sebanding.

Seorang kurir kontrak di Langsa, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan kerja, menceritakan kepada Wartatrans.com bagaimana ia dan rekan-rekannya harus bekerja di tengah keterbatasan, tanpa kepastian upah.

Seorang kurir di Kota Langsa, Aceh, mengeluhkan ketidakjelasan gaji yang diterima setelah tetap bekerja di tengah bencana banjir besar yang hingga kini, Selasa (7/1/2026) kondisi belum juga normal. Meski harus menghadapi medan berat, sinyal hilang, hingga listrik padam, para kurir tetap menjalankan tugas mereka demi memenuhi kewajiban kerja dan kebutuhan hidup.

Kurir yang enggan disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa sejak banjir melanda pada 25 Desember, mereka tidak bisa bekerja selama beberapa hari karena akses terputus total. Namun setelah situasi sedikit membaik pada 7 Januari, mereka kembali harus ke gudang untuk bekerja dan absen.

“Banjirnya kan tanggal 25, emang gak kerja tuh, karena sinyal gak ada, lampu mati, jalan ketutup semua. Tapi begitu bisa, kami langsung ke gudang bawa paket sisa tanggal 24,” katanya.

Ia menyebut hanya bisa bekerja selama lima hari dengan jumlah paket yang juga menurun drastis. “Cuma 70 sampai 100 paket. Setelah itu mati lampu dua minggu lagi. Tapi kami tetap usaha absen, sampai nyari sinyal ke mana-mana,” jelasnya.

Setelah semua usaha itu, ia kecewa saat mengetahui gaji yang diterima tak sesuai harapan.

“Pas ngecek gaji, cuma setengah yang masuk. Padahal ini bencana alam, kan seharusnya dibayar full. Undang-undang juga atur begitu. Ini malah teman-teman ada yang cuma terima Rp400 ribu, Rp800 ribu,” ungkapnya kecewa.

Menurutnya, rekan-rekannya di wilayah lain seperti Aceh Tamiang atau kawasan lain bahkan tidak menerima gaji sama sekali meski wilayah itu terdampak paling parah dan sudah masuk dalam pemberitaan nasional.

Ia juga menyoroti bantuan Rp500 ribu yang mereka terima, yang ternyata bukan tambahan, melainkan dipotong dari gaji mereka. “Kayak gak ada rasa peduli. Bantuan Rp500 ribu dari Shopee itu ternyata dipotong dari gaji kami,” tambahnya.

Sebagai karyawan kontrak yang harusnya dibayar sesuai gaji UMR , mereka merasa tidak punya tempat mengadu. “Aku bingung bang, mau lapor ke mana. Kami rakyat kecil, kerja aja udah susah,” pungkasnya.

Situasi ini mencerminkan kerentanan para pekerja sektor logistik di tengah bencana, yang meski tetap berupaya menjalankan tugasnya, kerap tidak mendapat perlindungan yang layak.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

SEUSAMA Gelar Halal Bihalal dan Mulai Pembangunan Balai Pengajian di Aceh Utara

16 April 2026 - 11:35 WIB

Trending di RAGAM