Menu ✖

Mode Gelap
Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia, Dorong Produk Lokal Mendunia Catatan Iwan Piliang: Keanoniman dan Sumber Anonim dalam Bermedsos, Disanalah Kredibilitas Dipertaruhkan Walikota Semarang Sikapi Protes Padat dan Ribetnya Kegiatan PKK  Polri, BNN, dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Negara di Aceh dan Sumut KAI Tata Akses Karet-Sudirman Baru, Fasilitas Pendukung Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ibas Dorong Penguatan Tata Kelola Museum dan Galeri Seni Indonesia

RAGAM

Kurir Marketplace di Aceh: Banjir Parah, Gaji Tak Pasti, dan Minimnya Perlindungan Pekerja

badge-check


 Kurir Marketplace di Aceh: Banjir Parah, Gaji Tak Pasti, dan Minimnya Perlindungan Pekerja Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Saat banjir besar melanda Aceh pada akhir Desember 2025, banyak aktivitas warga lumpuh total. Namun di tengah lumpuhnya kota, para kurir layanan marketplace tetap berusaha menjalankan tugas mereka—meski dengan risiko tinggi dan imbalan yang tidak sebanding.

Seorang kurir kontrak di Langsa, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan kerja, menceritakan kepada Wartatrans.com bagaimana ia dan rekan-rekannya harus bekerja di tengah keterbatasan, tanpa kepastian upah.

Seorang kurir di Kota Langsa, Aceh, mengeluhkan ketidakjelasan gaji yang diterima setelah tetap bekerja di tengah bencana banjir besar yang hingga kini, Selasa (7/1/2026) kondisi belum juga normal. Meski harus menghadapi medan berat, sinyal hilang, hingga listrik padam, para kurir tetap menjalankan tugas mereka demi memenuhi kewajiban kerja dan kebutuhan hidup.

Kurir yang enggan disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa sejak banjir melanda pada 25 Desember, mereka tidak bisa bekerja selama beberapa hari karena akses terputus total. Namun setelah situasi sedikit membaik pada 7 Januari, mereka kembali harus ke gudang untuk bekerja dan absen.

“Banjirnya kan tanggal 25, emang gak kerja tuh, karena sinyal gak ada, lampu mati, jalan ketutup semua. Tapi begitu bisa, kami langsung ke gudang bawa paket sisa tanggal 24,” katanya.

Ia menyebut hanya bisa bekerja selama lima hari dengan jumlah paket yang juga menurun drastis. “Cuma 70 sampai 100 paket. Setelah itu mati lampu dua minggu lagi. Tapi kami tetap usaha absen, sampai nyari sinyal ke mana-mana,” jelasnya.

Setelah semua usaha itu, ia kecewa saat mengetahui gaji yang diterima tak sesuai harapan.

“Pas ngecek gaji, cuma setengah yang masuk. Padahal ini bencana alam, kan seharusnya dibayar full. Undang-undang juga atur begitu. Ini malah teman-teman ada yang cuma terima Rp400 ribu, Rp800 ribu,” ungkapnya kecewa.

Menurutnya, rekan-rekannya di wilayah lain seperti Aceh Tamiang atau kawasan lain bahkan tidak menerima gaji sama sekali meski wilayah itu terdampak paling parah dan sudah masuk dalam pemberitaan nasional.

Ia juga menyoroti bantuan Rp500 ribu yang mereka terima, yang ternyata bukan tambahan, melainkan dipotong dari gaji mereka. “Kayak gak ada rasa peduli. Bantuan Rp500 ribu dari Shopee itu ternyata dipotong dari gaji kami,” tambahnya.

Sebagai karyawan kontrak yang harusnya dibayar sesuai gaji UMR , mereka merasa tidak punya tempat mengadu. “Aku bingung bang, mau lapor ke mana. Kami rakyat kecil, kerja aja udah susah,” pungkasnya.

Situasi ini mencerminkan kerentanan para pekerja sektor logistik di tengah bencana, yang meski tetap berupaya menjalankan tugasnya, kerap tidak mendapat perlindungan yang layak.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia, Dorong Produk Lokal Mendunia

25 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Catatan Iwan Piliang: Keanoniman dan Sumber Anonim dalam Bermedsos, Disanalah Kredibilitas Dipertaruhkan

25 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Walikota Semarang Sikapi Protes Padat dan Ribetnya Kegiatan PKK 

24 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Menteri Agama hingga Pimpinan Pesantren Bakal Tampil di Festival Sarung dan Peci Santri 2026

24 Oktober 2026 - 13:56 WIB

IPCC Catat Laba Bersih Rp177,18 Miliar hingga Kuartal III 2026, Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions

24 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026

23 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Pelindo Dukung Penanganan Bencana Melalui Fasilitasi Pengiriman Kontainer Pelayanan Kesehatan di NTT

23 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Perkuat Sinergi dengan Mitra, Pelindo Regional 2 Pulihkan Keuangan Negara Rp170 Miliar

23 Oktober 2026 - 18:03 WIB

27 Lapak di Pasar Kelapa Dua Ditertibkan, Pemkab Fakfak Tegakkan Aturan dan Kembalikan Fungsi Kawasan

23 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat

23 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Trending di ANJUNGAN