Menu ✖

Mode Gelap
Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

ANJUNGAN

IPC TPK Tambah Reach Stacker, Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur

badge-check


 Ilustrasi Lapangan Penumpukan IPC TPK Teluk Bayur Perbesar

Ilustrasi Lapangan Penumpukan IPC TPK Teluk Bayur

Wartatrans.com, PADANG – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus melakukan penguatan fasilitas dan evaluasi operasional di Area Pelabuhan Teluk Bayur guna memastikan kelancaran layanan bongkar muat petikemas. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menindaklanjuti masukan pengguna jasa serta menjaga keandalan terminal sebagai simpul logistik Sumatera Barat.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan, IPC TPK telah menyediakan tambahan 1 (satu) unit Reach Stacker untuk mendukung kegiatan lifting dan shifting kontainer di lapangan. Penambahan unit ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas operasional serta menjaga produktivitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa perusahaan secara berkala melakukan evaluasi terhadap kesiapan peralatan dan kebutuhan operasional terminal.

“Kami terus melakukan penyesuaian dan penguatan fasilitas sesuai kebutuhan operasional di lapangan. Penambahan Reach Stacker ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memastikan layanan bongkar muat di Teluk Bayur tetap berjalan optimal dan memberikan kepastian waktu bagi pengguna jasa,” ujar Pramestie.

Saat ini IPC TPK Area Teluk Bayur mengoperasikan 3 unit Gantry Luffing Crane (GLC), 3 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), dan 1 unit Reach Stacker guna menunjang aktivitas terminal. Pada Januari 2026, kinerja bongkar muat petikemas tercatat mencapai 8.877 TEUs.

Selain penambahan peralatan, IPC TPK juga memperkuat program perawatan preventif (preventive maintenance) serta optimalisasi pola operasional alat untuk menjaga keandalan dan meminimalkan potensi gangguan layanan. Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan standar pelayanan terminal.

Sebagai bagian dari ekosistem kepelabuhanan nasional di bawah koordinasi Pelindo, IPC TPK terus menjalin komunikasi dengan asosiasi, pelaku usaha logistik, dan perusahaan pelayaran guna memastikan kebutuhan layanan dapat direspons secara kolaboratif.

“Kami berkomitmen menjaga kepercayaan pengguna jasa melalui peningkatan kualitas layanan yang berkesinambungan. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Teluk Bayur tetap andal dan kompetitif dalam mendukung distribusi barang di Sumatera Barat,” tutupnya.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional

16 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Trending di RAGAM