Menu ✖

Mode Gelap
Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh Jakpro Benahi Fasilitas LRT Jakarta, dari Jalur Pemandu hingga Akses Kursi Roda Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas? Dua KA Babaranjang Bertabrakan di OKU Sumsel, Sejumlah Lokomotif dan Gerbong Anjlok

NASIONAL

Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional

badge-check


 Kerja sama Baketrans dan Perguruan Tinggi Perbesar

Kerja sama Baketrans dan Perguruan Tinggi

Wartatrans.com, JAKARTA – Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) mengemban tugas memberikan rekomendasi kebijakan.

Dengan luasnya persoalan di moda darat, laut, udara, perkeretaapian, dan isu lintas moda, Baketrans harus memastikan kajian diarahkan pada isu yang paling strategis.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans), Dr. Capt. Hermanta dalam kegiatan Agenda Setting Isu Strategis Sektor Transportasi Tahun 2026 di Millennium Hotel Jakarta, Rabu-Kamis, 14-15 Oktober 2026.

“Agenda setting merupakan titik awal penyusunan rekomendasi kebijakan di Baketrans, untuk menjaring, memetakan, dan memprioritaskan berbagai persoalan dan peluang. Agenda setting yang sistematis akan mencegah kajian bersifat reaktif, parsial, atau tumpang tindih,” jelas Hermanta.

Menurutnya, kebijakan transportasi merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Dia berharap dari hasil diskusi kali ini bukan hanya menjadi sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi komitmen bersama dalam menentukan isu prioritas untuk dijawab menjadi kebijakan yang tepat sasaran, implementatif dan berkelanjutan.

Beragam persoalan sektor transportasi masih menjadi tantangan, seperti biaya logistik nasional sekitar 14,29 persen terhadap PDB; konektivitas antarwilayah, khususnya kawasan timur dan 3T, yang belum merata; keselamatan, termasuk persoalan ODOL; kemacetan perkotaan akibat rendahnya ketersediaan angkutan umum; serta tekanan terhadap keberlanjutan pembiayaan, tata kelola, dan regulasi.

Dengan demikian diperlukan adanya pembenahan sistem transportasi secara menyeluruh dan terintegrasi.

Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas, Kemenko Infrawil, Odo R.M. Manuhutu menyebutkan, sektor transportasi merupakan fondasi penting bagi daya saing ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional.

“Kami ingin mengangkat lima isu strategis yang perlu menjadi perhatian, pertama  yakni integrasi konektivitas dan efisiensi logistik, diperlukan percepatan integrasi antar moda agar distribusi barang lebih lancar dan biaya logistik bisa ditekan. Kedua, pemerataan akses dan peningkatan layanan transportasi, terutama untuk wilayah tertinggal, terluar, dan perbatasan agar seluruh masyarakat mendapat layanan yang adil dan terjangkau,” papar Odo.

Ketiga, penguatan keselamatan dan keandalah transportasi dalam penegakan aturan termasuk penanganan ODOL, agar transportasi lebih aman dan tertib. Keempat, transformasi menuju transportasi rendah karbon sebagai bagian dari target net zero emission 2060.

Kelima, penguatan tata kelola, regulasi, dan pembiayaan agar kebijakan transportasi lebih sinkron, implementatif, dan berkelanjutan.

Hadir sebagai salah satu narasumber, Sekretaris Baketrans Siti Maimunah menekankan, agenda setting merupakan tahap penting dalam siklus pengambilan keputusan kebijakan.

Menurut Maimunah, Baketrans perlu bergerak dari identifikasi isu menuju penerapan kebijakan, dari pendekatan sektoral menuju sistem yang terintegrasi, serta dari penelitian yang berfokus pada keluaran ilmiah menuju kebijakan yang memberikan dampak nyata.

“Karena pada akhirnya, kebijakan transportasi yang baik bukan sekadar kebijakan yang selesai dirumuskan, melainkan kebijakan yang mampu meningkatkan keselamatan, menurunkan biaya, memperluas aksesibilitas, dan memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa agenda setting yang baik akan menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan Baketrans pada tahun berikutnya, dengan tetap memerhatikan ketersediaan anggaran, kebutuhan masyarakat dan program prioritas nasional.

Dalam pandangannya, tantangan transportasi di masa depan akan semakin kompleks karena disrupsi teknologi, urbanisasi, perubahan pola mobilitas, hingga tuntutan transportasi berkelanjutan.

Diskusi juga menyoroti pentingnya tata kelola kebijakan publik yang berbasis bukti.

Para narasumber sepakat bahwa kebijakan transportasi harus dirumuskan, diimplementasikan, dan dievaluasi secara terukur agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kesepakatan Bersama

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Baketrans dengan Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi tentang Penyelenggaraan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Bidang Transportasi.

Kolaborasi ini sebagai bentuk langkah strategis untuk mempererat hubungan antara perumusan kebijakan dengan dunia akademik dan penelitian.

Di akhir kegiatan, forum ini diharapkan menghasilkan masukan yang konkret untuk memperkuat arah kebijakan transportasi nasional, terutama dalam menjawab kebutuhan konektivitas, keselamatan, efisiensi logistik, dan transformasi transportasi yang berkelanjutan. (omy)

Baca Lainnya

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

15 Oktober 2026 - 23:04 WIB

DAMRI Perkuat Kompetensi Kapten Bus melalui Pelatihan Berkelanjutan

15 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Peduli Pendidikan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Beasiswa untuk 50 Peserta Didik

15 Oktober 2026 - 19:55 WIB

BGN Didorong Adopsi Teknologi Grab untuk Pantauan MBG

15 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Perluas Pasar Ekspor-Impor, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

14 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pertamina Geothermal Energy Optimalkan Pengembangan Panas Bumi,  Intensifkan Pengeboran di Sejumlah Wilayah Operasional

13 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Dihadiri Lebih Dari 157 Ribu Penonton, DAMRI Dukung Mobilitas Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

13 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

12 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di NASIONAL