Menu ✖

Mode Gelap
Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh Jakpro Benahi Fasilitas LRT Jakarta, dari Jalur Pemandu hingga Akses Kursi Roda Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas? Dua KA Babaranjang Bertabrakan di OKU Sumsel, Sejumlah Lokomotif dan Gerbong Anjlok

PERON

Jakpro Benahi Fasilitas LRT Jakarta, dari Jalur Pemandu hingga Akses Kursi Roda

badge-check


 Ist Perbesar

Ist

Wartatrans.com, JAKARTA – Penyempurnaan akses dan fasilitas menjadi bagian penting dalam pengembangan LRT Jakarta Fase 1B, terutama untuk memastikan layanan dapat digunakan dengan aman dan nyaman oleh seluruh kelompok penumpang.

Selain memperluas konektivitas hingga Manggarai, kesiapan fasilitas menentukan kemudahan penyandang disabilitas, lansia, dan pengguna dengan kebutuhan mobilitas khusus dalam memanfaatkan transportasi publik.

Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro Robert Sarjaka mengatakan, penyempurnaan akses dan fasilitas pada jalur Velodrome–Manggarai dilakukan untuk mendukung transportasi publik yang nyaman dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Inklusivitas pada transportasi publik di Jakarta merupakan salah satu tujuan dari Pemprov DKI Jakarta agar seluruh lapisan masyarakat dapat menggunakan transportasi publik yang nyaman dan aman, hal ini yang sedang kami sempurnakan pada jalur LRT Jakarta Velodrome – Manggarai,” kata Robert, Selasa (13/10/2026).

Pembenahan fasilitas mencakup lift, eskalator, jalur landai, area prioritas, toilet ramah disabilitas, jalur pemandu, serta petunjuk arah.

Jakpro juga menargetkan penyempurnaan akses di Stasiun Manggarai selesai pada Oktober 2026.

Kebutuhan penyempurnaan tersebut menjadi perhatian setelah tiga stasiun, yakni Pramuka, Matraman, dan Proklamasi, belum melayani penumpang pada awal Oktober karena akses masuknya belum selesai.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin saat itu menjelaskan bahwa ketiga stasiun masih membutuhkan penyelesaian akses sebelum dapat digunakan masyarakat.

Persoalan aksesibilitas tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga ketepatan pemasangan dan kemudahan penggunaannya.

Jalur pemandu yang tidak sesuai penempatan serta celah antara peron dan kereta dapat menyulitkan penyandang disabilitas, khususnya pengguna tongkat dan kursi roda.

Catur Sigit Nugroho, pengguna disabilitas yang tergabung dalam tim inklusi disabilitas Kementerian Perhubungan, menyampaikan catatan mengenai fasilitas LRT Jakarta saat peresmian Fase 1B pada 16 September 2026.

Ia menilai pemasangan jalur pemandu di sejumlah titik masih perlu diperbaiki.

“Kalau untuk fasilitas stasiun itu kemarin ada beberapa yang pemasangan guiding block gitu kan, yang untuk ini ada beberapa yang memang perlu dikoreksi,” kata Catur, Rabu (16/9/2026).

Catur juga menyoroti celah antara peron dan kereta yang dapat menyulitkan pengguna kursi roda listrik. Meski demikian, ia mengapresiasi penyediaan ramp portabel untuk membantu pengguna kursi roda naik dan turun kereta.

Pengembangan LRT Jakarta juga menjadi bagian dari pengelolaan aset dan sumber pendapatan Jakpro. Dalam laporan tahunan 2024, Jakpro mencatat pendapatan segmen infrastruktur yang berasal dari LRT Jakarta sebesar Rp458,568 miliar.

Sementara itu, PT LRT Jakarta mengembangkan pendapatan di luar penjualan tiket melalui kegiatan komersial, termasuk penyewaan ruang ritel, iklan, jasa teknis, pelatihan, dan pengelolaan parkir.

Pemanfaatan aset tersebut dapat mendukung pengembangan bisnis sekaligus memperluas fungsi stasiun sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik.

Perluasan jalur hingga Manggarai membuka peluang konektivitas dengan KRL Commuter Line dan moda transportasi lainnya.

Manfaat konektivitas tersebut akan semakin optimal apabila perpindahan antarmoda mudah dilakukan dan fasilitas stasiun dapat digunakan secara aman oleh seluruh kelompok penumpang.

Penyempurnaan aksesibilitas karena itu menjadi bagian penting dari pengembangan LRT Jakarta. Kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh panjang jalur dan jumlah stasiun, tetapi juga oleh kemampuan fasilitas mendukung perjalanan penumpang secara aman, nyaman, dan inklusif. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Dua KA Babaranjang Bertabrakan di OKU Sumsel, Sejumlah Lokomotif dan Gerbong Anjlok

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

KAI Benahi Stasiun Gambir Jelang Nataru, Toilet Utara Ditargetkan Rampung November

15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Platform Time Out Sebut Penumpang LRT Jakarta Juli 2026 Turun 6,81%

15 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Angkutan Semen dan Klinker KAI Tembus 1,82 Juta Ton dalam Sembilan Bulan

15 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Stasiun di Jawa dan Sumatra Ramai, Bogor Paledang Catat Pertumbuhan Tertinggi

15 Oktober 2026 - 11:57 WIB

KCIC Bangun Dua Akses Baru ke Stasiun Whoosh Karawang, Hubungkan Trans Heksa dan Deltamas

14 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Barang Tertinggal di Kereta Api? Ini Cara Melapor dan Mengambilnya Lewat Layanan KAI

14 Oktober 2026 - 19:10 WIB

KAI Daop 1 Catat 3.634 Barang Tertinggal Senilai Rp4,46 Miliar, 2.089 Dikembalikan

14 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Eskalator Stasiun Duri Kembali Beroperasi, KAI Commuter Minta Pengguna Tak Berjalan

14 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Trending di PERON