Menu ✖

Mode Gelap
Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025 Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026 Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

ANJUNGAN

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

badge-check


 Layanan penyeberangan Perbesar

Layanan penyeberangan

Wartatrans.com, JAKARTA – Mantap, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat sekitar 33 juta penumpang melintasi dua koridor penyeberangan utama, Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, sepanjang 2025.

Berdasarkan data operasional perusahaan, sekitar 20 juta penumpang tercatat pada lintasan Merak–Bakauheni dan 13 juta penumpang pada Ketapang–Gilimanuk.

Tingginya mobilitas tersebut mencerminkan peran strategis kedua jalur dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik antara Jawa, Sumatra, dan Bali.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, besarnya pergerakan masyarakat pada kedua lintasan menjadi perhatian perusahaan dalam menjaga keandalan operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk bukan sekadar jalur penghubung antarpulau, tetapi juga bagian penting dari pergerakan ekonomi nasional. Setiap hari, masyarakat dan kendaraan logistik mengandalkan kedua lintasan ini, sehingga keandalan pelayanan menjadi prioritas kami,” urai Heru, Jumat (16/10/2026).

Secara nasional, jaringan penyeberangan yang dikelola ASDP mencatat lebih dari 46 juta penumpang sepanjang 2025, dengan cakupan operasional 27 cabang, 320 lintasan, 37 pelabuhan, dan 225 kapal.

Dari keseluruhan lintasan tersebut, sebanyak 229 merupakan lintasan perintis dan 91 lintasan komersial yang mendukung konektivitas antardaerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan.

Dia menjelaskan, pengelolaan penyeberangan tidak hanya bergantung pada jumlah kapal, tetapi juga kesesuaian kapasitas kapal dan dermaga, kecepatan bongkar muat, pola kedatangan kendaraan, serta kondisi perairan.

Berbagai faktor tersebut menjadi perhatian dalam pengaturan operasional, terutama saat terjadi peningkatan trafik pada periode libur panjang dan hari besar keagamaan.

“Kelancaran penyeberangan membutuhkan pengelolaan yang terintegrasi, mulai dari pengaturan kendaraan di pelabuhan hingga proses bongkar muat kapal. Karena itu, kami melakukan evaluasi dan penyesuaian pola operasional agar pelayanan semakin efektif, dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jasa,” bebernya.

Dalam pelaksanaannya, pelayanan penyeberangan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan kewenangan masing-masing.

ASDP berperan sebagai operator kapal dan pengelola fasilitas pelabuhan, sedangkan pengaturan jadwal operasional kapal serta pengawasan keselamatan pelayaran berada dalam kewenangan otoritas terkait, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Koordinasi juga dilakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), kepolisian, dan pemerintah daerah untuk mendukung pengaturan arus kendaraan menuju pelabuhan,” ujar dia.

Selain pengelolaan trafik, kondisi cuaca dan perairan menjadi pertimbangan penting dalam menjaga keselamatan pelayaran.

Informasi dan peringatan dini cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk kecepatan angin dan tinggi gelombang, menjadi acuan bagi otoritas terkait dalam menentukan langkah operasional apabila kondisi perairan berpotensi memengaruhi keselamatan penyeberangan.

Di sisi pelayanan, ASDP telah mengembangkan fasilitas kapal dan pelabuhan, termasuk layanan kapal ekspres dan pelabuhan eksekutif di Merak–Bakauheni.

Sementara itu, pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, perusahaan melakukan evaluasi pola operasional, optimalisasi pemanfaatan dermaga, serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran penyeberangan.

Upaya tersebut turut diperkuat melalui pengembangan infrastruktur dermaga secara bertahap, dengan fokus awal pada Ponton Ketapang di Banyuwangi dan Dermaga II Gilimanuk di Bali.

Pengembangan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan kapal dan fleksibilitas pengaturan operasional, sekaligus mendukung kesiapan layanan menghadapi periode peningkatan trafik penyeberangan.

“Bagi ASDP, konektivitas bukan hanya tentang menghubungkan pulau, tetapi juga memastikan masyarakat dan distribusi barang dapat terus bergerak. Komitmen inilah yang kami jaga bersama seluruh pemangku kepentingan melalui peningkatan kualitas pelayanan yang aman, tertib, dan andal,” pungkas Heru. (omy)

 

 

Baca Lainnya

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

15 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Peduli Pendidikan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Beasiswa untuk 50 Peserta Didik

15 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Perluas Pasar Ekspor-Impor, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

14 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Kemenhub Gelar Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal

14 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pelindo Kembali Layani Pemindahan Muatan Antarkapal di Nipa Kepri

14 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Kemenhub dan Pelindo Sepakati Pengusahaan Alur Pelayaran Pulau Baai Tahap II

14 Oktober 2026 - 11:20 WIB

11 Tahun Pelayaran Perintis: Angkut 9.2 Juta Penumpang dan 1.5 Juta Ton Barang

13 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal

12 Oktober 2026 - 20:57 WIB

KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

12 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Trending di ANJUNGAN