Menu ✖

Mode Gelap
Asap Karhutla Mulai Berdampak pada Penerbangan di Wilayah Timur Indonesia Kemenhub dan Pelindo Sepakati Pengusahaan Alur Pelayaran Pulau Baai Tahap II Gala Indonesia Bercerita, Gerakan Kebudayaan untuk Melahirkan Agen Peradaban Baru Eskalator Stasiun Duri Kembali Beroperasi, KAI Commuter Minta Pengguna Tak Berjalan Kunjungi Aceh, Kepala BGN Sudaryono Tinjau MBG di Aceh Besar, Soroti Gizi dan Ketepatan Sasaran Kabut Asap Kepung Papua Barat, 193 Titik Panas Terdeteksi, Ratusan Warga Terserang ISPA

ANJUNGAN

Kemenhub dan Pelindo Sepakati Pengusahaan Alur Pelayaran Pulau Baai Tahap II

badge-check


 Kerja sama Kemenhub-Pelindo Perbesar

Kerja sama Kemenhub-Pelindo

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memperkuat tata kelola kepelabuhanan.

Kali ini lewat penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tahap II Pelaksanaan Pengusahaan Alur Pelayaran di Wilayah Kerja Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Penandatanganan oleh Kepala Kantor KSOP Kelas III Pulau Baai Petrus Christanto Maturbongs dan General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi.

“Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan alur-pelayaran yang profesional, aman, dan berkelanjutan, dengan jangka waktu perjanjian konsesi selama 24 tahun sejak penandatanganan berita acara tersebut,” tutur Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan.

Dia menegaskan bahwa pengusahaan alur-pelayaran tidak semata-mata berorientasi pada aspek ekonomi dan optimalisasi aset, tetapi harus mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Pengusahaan alur-pelayaran harus menjamin tersedianya alur yang andal, aman, dan memenuhi standar pelayanan. Prinsip safety first harus menjadi landasan dalam setiap tahapan pelaksanaannya, karena keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar,” ujarnya.

Menurutnya, Pelabuhan Pulau Baai merupakan salah satu pelabuhan strategis yang berperan penting dalam mendukung konektivitas nasional, distribusi logistik, kegiatan ekspor-impor, serta pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu dan wilayah sekitarnya.

Oleh karena itu, ketersediaan alur-pelayaran yang terpelihara dengan baik menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran lalu lintas kapal dan keandalan pelayanan kepelabuhanan.

Lollan menjelaskan, pengelolaan alur-pelayaran harus didukung pemenuhan standar teknis, kedalaman dan lebar alur yang memadai, ketersediaan Sarana Bantu Navigasi-Pelayaran (SBNP) yang andal, serta penerapan manajemen risiko dan pengawasan secara konsisten.

Langkah tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko kandas, tubrukan, maupun kecelakaan pelayaran lainnya.

“Keberhasilan pengusahaan alur-pelayaran tidak cukup diukur dari pekerjaan fisik atau besarnya investasi, yang lebih penting adalah manfaat nyata yang dirasakan, mulai dari meningkatnya keselamatan pelayaran, menurunnya risiko kecelakaan, terjaminnya kondisi alur sesuai standar, hingga semakin lancarnya distribusi logistik,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan pengusahaan alur-pelayaran harus tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan, prinsip tata kelola yang baik.

Selain itu, tentunya juga kepentingan pelayanan publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran beserta peraturan turunannya.

Sebagai tindak lanjut kesepakatan tersebut, Lollan meminta seluruh pihak segera menyusun rencana aksi yang memuat tahapan pekerjaan, target waktu, pembagian peran, serta mekanisme pengendalian dan pelaporan.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) diharapkan menindaklanjuti kesepakatan sesuai ketentuan yang berlaku dengan berkoordinasi secara intensif bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan KSOP Kelas III Pulau Baai.

Sementara itu, KSOP Kelas III Pulau Baai diminta memastikan pengawasan, pemantauan, dan pengendalian pelaksanaan berjalan konsisten, khususnya dalam pemenuhan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Direktorat Kepelabuhanan juga diharapkan memberikan pendampingan teknis serta melaksanakan evaluasi berkala agar seluruh target dapat tercapai sesuai jadwal.

“Sinergi antara pemerintah dan badan usaha harus terus diperkuat. Setiap tahapan pelaksanaan perlu dikawal dengan baik, dan setiap keputusan harus berorientasi pada pengurangan risiko kecelakaan, perlindungan pengguna jasa, serta kelancaran lalu lintas kapal,” tambah Lollan.

Dukungan terhadap pelaksanaan kesepakatan ini juga disampaikan oleh Direktur Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Prasetyo.

Dia berharap penetapan konsesi pengelolaan alur-pelayaran Pulau Baai dapat segera diimplementasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata, khususnya dalam mendukung keselamatan pelayaran dan kelancaran distribusi logistik di Provinsi Bengkulu serta wilayah operasi Pelindo lainnya.

“Harapannya, penetapan konsesi atas pengelolaan alur-pelayaran ini bisa segera kita implementasikan. Secara prinsip, Pelindo mendukung program-program pemerintah, utamanya untuk menjaga keselamatan pelayaran dan juga kelancaran distribusi logistik di Provinsi Bengkulu serta wilayah-wilayah operasi kami,” ujar Prasetyo.

Melalui kesepakatan ini, Ditjen Perhubungan Laut berharap pengusahaan alur-pelayaran Pulau Baai dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung konektivitas, pertumbuhan ekonomi daerah, dan kepentingan nasional dengan tetap menempatkan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama. (omy)

Baca Lainnya

11 Tahun Pelayaran Perintis: Angkut 9.2 Juta Penumpang dan 1.5 Juta Ton Barang

13 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal

12 Oktober 2026 - 20:57 WIB

KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

12 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Kemenhub Gelar Monitoring dan Evaluasi Penutuhan Kapal di Batam

12 Oktober 2026 - 13:27 WIB

21 Kapal Terlibat dalam Regional Marpolex 2026

12 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar

11 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Pentingnya Penanganan Penertiban Kendaraan ODOL di Pelabuhan untuk Keselamatan

11 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Trending di ANJUNGAN