Menu ✖

Mode Gelap
Asap Karhutla Mulai Berdampak pada Penerbangan di Wilayah Timur Indonesia Kemenhub dan Pelindo Sepakati Pengusahaan Alur Pelayaran Pulau Baai Tahap II Gala Indonesia Bercerita, Gerakan Kebudayaan untuk Melahirkan Agen Peradaban Baru Eskalator Stasiun Duri Kembali Beroperasi, KAI Commuter Minta Pengguna Tak Berjalan Kunjungi Aceh, Kepala BGN Sudaryono Tinjau MBG di Aceh Besar, Soroti Gizi dan Ketepatan Sasaran Kabut Asap Kepung Papua Barat, 193 Titik Panas Terdeteksi, Ratusan Warga Terserang ISPA

RAGAM

Gala Indonesia Bercerita, Gerakan Kebudayaan untuk Melahirkan Agen Peradaban Baru

badge-check


 Gala Indonesia Bercerita, Gerakan Kebudayaan untuk Melahirkan Agen Peradaban Baru Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber nilai yang dapat membentuk karakter manusia dan menentukan arah masa depan bangsa. Berangkat dari pemikiran tersebut, Yayasan Hafidz Indonesia Center mempersiapkan Program PPIB – Gala Indonesia Bercerita (GIB) – yang didukung oleh Kementrian Kebudayaan RI, sebuah gerakan kebudayaan yang mengusung misi besar melahirkan Agen Peradaban Baru melalui kekuatan cerita, seni, sejarah, dan keteladanan.

Persiapan program ini diawali dengan rapat dan silaturahmi perdana yang berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Meeting Room Kartika One Hotel, Jalan Raya Lenteng Agung Nomor 18, Jakarta Selatan.

Pertemuan tersebut dirancang untuk menyatukan visi, memperkenalkan tim, serta membangun koordinasi antara pengurus Yayasan Hafidz Indonesia Center, tim pengajar, pemateri, dan dewan ahli. Agenda yang direncanakan meliputi pemaparan program, pembahasan alur pelaksanaan, penyusunan lini masa kegiatan, serta pembagian peran setiap divisi.

Namun, di balik persiapan teknis tersebut, Gala Indonesia Bercerita menurut Diego – panitia pelaksana – guna membawa gagasan yang lebih luas: menjadikan cerita sebagai medium pewarisan nilai, penguatan identitas budaya, dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Cerita sebagai Kekuatan Peradaban

Dalam perjalanan kebudayaan manusia, cerita memiliki peran penting dalam mewariskan pengetahuan, nilai moral, dan pandangan hidup dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Cerita rakyat, kisah perjuangan tokoh bangsa, hingga riwayat keteladanan keagamaan merupakan bagian dari kekayaan narasi yang membentuk identitas masyarakat Indonesia.

Melalui Gala Indonesia Bercerita, kekayaan tersebut hendak dihidupkan kembali dengan pendekatan kreatif yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Program ini tidak hanya menempatkan cerita sebagai bahan bacaan atau hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan kebudayaan. Cerita diharapkan mampu membangun kesadaran sejarah, menumbuhkan empati, memperkuat karakter, dan mendorong masyarakat mengambil peran dalam kehidupan sosial.

Misi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan akademisi, seniman, budayawan, dan generasi muda.

Akademisi berperan memperkuat landasan pengetahuan dan penelitian. Seniman mengolah gagasan menjadi karya yang memiliki daya ungkap dan kekuatan emosional. Sementara itu, budayawan menggali akar tradisi, menjaga konteks sejarah, serta memastikan nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Kolaborasi ini diharapkan melahirkan karya yang bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa pesan kebudayaan dan pendidikan karakter.

Tiga Sumber Utama: Cerita Rakyat, Tokoh Nasional, dan Sirah

Gala Indonesia Bercerita mengembangkan gagasannya melalui tiga sumber utama, yakni cerita rakyat, tokoh nasional, dan sirah.

Cerita rakyat menjadi pintu masuk untuk menggali kearifan lokal Nusantara. Indonesia memiliki beragam kisah yang diwariskan melalui tradisi lisan, mulai dari legenda asal-usul daerah hingga cerita tentang kepahlawanan, hubungan manusia dengan alam, dan nilai-nilai kehidupan.

Kekayaan tersebut dapat diolah menjadi cerita pendek, pertunjukan, film, animasi, komik, maupun karya digital. Pengembangannya tidak sekadar mengulang cerita lama, tetapi juga menggali pesan yang relevan dengan persoalan masyarakat masa kini.

Tokoh nasional menjadi sumber pembelajaran sejarah dan keteladanan. Perjalanan hidup para tokoh bangsa menyimpan pelajaran tentang perjuangan, keberanian, integritas, kepemimpinan, dan pengabdian. Melalui pendekatan kreatif, sejarah dapat disampaikan secara lebih dekat kepada generasi muda tanpa mengabaikan ketepatan fakta.

Sementara itu, sirah, khususnya sirah Nabi Muhammad SAW, menjadi sumber penggalian nilai-nilai akhlak dan kemanusiaan. Kejujuran, amanah, kasih sayang, keadilan, kesabaran, dan kepemimpinan dapat dikembangkan menjadi materi cerita yang mendidik serta relevan dengan kehidupan masyarakat.

Ketiga sumber tersebut memiliki latar dan karakteristik berbeda, tetapi bertemu dalam satu tujuan: menjadikan cerita sebagai sarana untuk menumbuhkan manusia yang berpengetahuan, berkarakter, dan beradab.

Surabaya, Aceh, dan Bekasi Menjadi Ruang Pengembangan Budaya

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, pelaksanaan workshop Gala Indonesia Bercerita dirancang berlangsung di tiga wilayah, yaitu Surabaya, Aceh, dan Bekasi.

Pemilihan ketiga wilayah ini membuka peluang untuk menggali keragaman sejarah, tradisi, dan potensi kreatif masyarakat Indonesia.

Di Surabaya, pengembangan cerita dapat diarahkan pada sejarah perjuangan, kepahlawanan, serta nilai keberanian dan solidaritas yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Pahlawan.

Di Aceh, workshop dapat menjadi ruang untuk menggali kekayaan cerita rakyat, sastra lisan, tradisi tutur, tokoh sejarah, dan kearifan lokal. Warisan budaya masyarakat Gayo, misalnya, memiliki tradisi tutur dan kekayaan narasi yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi penciptaan karya baru.

Adapun Bekasi berpotensi menjadi ruang pertemuan komunitas seni, akademisi, dan generasi muda untuk mengembangkan kreativitas serta memperluas penyebaran karya melalui media digital.

Ketiga wilayah tersebut bukan sekadar lokasi kegiatan, melainkan ruang pengembangan gagasan yang memungkinkan kekayaan budaya lokal diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui workshop, peserta diharapkan dapat menggali cerita, menyusun naskah, mengembangkan konsep kreatif, dan menghasilkan karya yang berakar pada nilai budaya serta memiliki daya jangkau yang lebih luas.

Dari Tradisi Lisan Menuju Karya Kreatif

Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi pelestarian dan pengembangan kebudayaan.

Cerita yang sebelumnya hanya dikenal melalui tradisi lisan dapat didokumentasikan menjadi buku, film pendek, animasi, podcast, atau konten digital. Kisah tokoh nasional dapat diolah menjadi pertunjukan dan karya visual, sementara cerita berbasis sirah dapat dikembangkan menjadi materi edukasi yang menarik.

Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, juga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses kreatif dan memperluas distribusi karya, dengan tetap menjaga keakuratan sumber, penghormatan terhadap tradisi, dan tanggung jawab dalam penyampaian pesan.

Pendekatan ini penting agar pelestarian budaya tidak berhenti pada upaya menyimpan warisan masa lalu. Kebudayaan perlu terus dihidupkan, dikembangkan, dan diperkenalkan melalui medium yang dapat diterima oleh generasi baru.

Dengan demikian, tradisi dan modernitas tidak harus dipertentangkan. Keduanya dapat bertemu dalam karya yang menjaga akar budaya sekaligus menjawab kebutuhan zaman.

Melahirkan Agen Peradaban Baru

Salah satu tujuan utama Gala Indonesia Bercerita adalah melahirkan Agen Peradaban Baru, yakni individu-individu yang mampu menerjemahkan nilai kebudayaan menjadi tindakan nyata.

Mereka diharapkan tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menjadi penggerak di lingkungan masing-masing melalui kegiatan literasi, komunitas bercerita, pendidikan budaya, pertunjukan seni, dan pendampingan generasi muda.

Dalam kerangka tersebut, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah karya yang dihasilkan atau banyaknya peserta yang mengikuti workshop. Hal yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran budaya, keberlanjutan kegiatan kreatif, dan kemampuan para peserta untuk menggerakkan perubahan positif di masyarakat.

Program ini juga membuka peluang terbentuknya jejaring antara akademisi, seniman, budayawan, lembaga pendidikan, komunitas, dan media untuk memperkuat ekosistem kebudayaan.

Melalui jejaring tersebut, cerita dari berbagai daerah dapat saling diperkenalkan sehingga masyarakat tidak hanya mengenal kebudayaannya sendiri, tetapi juga memahami keragaman identitas yang membentuk Indonesia.

Menjadikan Kebudayaan sebagai Jalan Masa Depan

Persiapan Gala Indonesia Bercerita melalui rapat perdana Yayasan Hafidz Indonesia Center menjadi langkah awal untuk membangun koordinasi dan menyatukan pemahaman mengenai arah program.

Selanjutnya, workshop di Surabaya, Aceh, dan Bekasi dirancang menjadi ruang pengembangan karya sekaligus pembentukan jejaring kreator kebudayaan.

Gagasan besarnya bertumpu pada keyakinan bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan yang harus dijaga, melainkan sumber daya kehidupan yang dapat terus melahirkan pemikiran, kreativitas, dan nilai-nilai baru.

Cerita rakyat menyimpan kearifan lokal. Tokoh nasional menghadirkan pelajaran sejarah. Sirah menawarkan keteladanan akhlak. Ketiganya dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun masyarakat yang lebih berkarakter dan beradab.

Gala Indonesia Bercerita ingin menempatkan cerita sebagai jembatan antara warisan budaya dan masa depan, antara nilai-nilai luhur dan kreativitas generasi baru.

Sebab, membangun peradaban tidak cukup hanya dengan mewariskan cerita. Yang lebih penting adalah menghidupkan nilai-nilai di dalamnya, menerapkannya dalam kehidupan, dan menjadikannya inspirasi bagi lahirnya manusia-manusia yang mampu membawa perubahan.

Surabaya, Aceh, dan Bekasi menjadi titik awal. Cerita menjadi medium, kebudayaan menjadi fondasi, dan lahirnya Agen Peradaban Baru menjadi tujuan.*** (Septiadi)

Baca Lainnya

Kunjungi Aceh, Kepala BGN Sudaryono Tinjau MBG di Aceh Besar, Soroti Gizi dan Ketepatan Sasaran

14 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Prabowo Turun Tangan: Kerahkan 60 Ribu Personel dan Siapkan 70 Ribu Polisi Hutan

14 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Pertamina Geothermal Energy Optimalkan Pengembangan Panas Bumi,  Intensifkan Pengeboran di Sejumlah Wilayah Operasional

13 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Dihadiri Lebih Dari 157 Ribu Penonton, DAMRI Dukung Mobilitas Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

13 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara

13 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster

13 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air

13 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

13 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta

13 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Trending di RAGAM