Wartatrans.com, FAKFAK — Keterbatasan pasokan air bersih mulai berdampak pada pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak, Papua Barat. Demi menjaga kebersihan dan keselamatan pasien, manajemen rumah sakit terpaksa meniadakan sementara jam kunjungan keluarga pasien mulai Selasa (13/10/2026).
Kebijakan ini menjadi perhatian karena ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar dalam operasional rumah sakit, terutama untuk menunjang sanitasi, kebersihan lingkungan, serta pencegahan risiko infeksi.
Penghentian sementara jam besuk tersebut diumumkan melalui surat bernomor 440/UMM/ADM/RSUD-FF/083/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026, yang ditandatangani Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S.
Dalam pemberitahuan resminya, manajemen menjelaskan bahwa pembatasan dilakukan untuk menjaga kenyamanan, kebersihan, dan keselamatan pasien maupun pengunjung selama pasokan air bersih belum kembali normal.
Kebijakan tersebut berlaku hingga kondisi pasokan air bersih pulih. Dengan demikian, belum ada kepastian mengenai kapan jam kunjungan keluarga pasien akan kembali dibuka.
Persoalan yang dihadapi RSUD Fakfak memperlihatkan betapa pentingnya ketersediaan air bersih bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Air bukan sekadar kebutuhan untuk aktivitas sehari-hari, melainkan bagian penting dari sistem sanitasi dan pengendalian infeksi di rumah sakit.
Dalam kondisi pasokan terbatas, pengelola rumah sakit harus mengambil langkah untuk memastikan pelayanan tetap memperhatikan keselamatan pasien dan kebersihan lingkungan.
Namun, penghentian jam besuk juga membawa konsekuensi bagi keluarga pasien yang ingin memberikan dukungan secara langsung kepada kerabat mereka yang sedang menjalani perawatan.
Karena itu, pemulihan pasokan air bersih menjadi hal penting agar aktivitas rumah sakit, termasuk kunjungan keluarga pasien, dapat kembali berjalan normal.
Dalam pengumuman tersebut, RSUD Fakfak turut merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2022 dan Permenkes Nomor 7 Tahun 2019 sebagai dasar yang dicantumkan dalam kebijakan tersebut.
Manajemen menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penghentian sementara jam kunjungan.
Masyarakat juga diimbau mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit selama proses pemulihan berlangsung.
Di sisi lain, pemulihan pasokan air bersih menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan rumah sakit dapat berlangsung secara optimal. Kejelasan mengenai penyebab gangguan pasokan, langkah penanganan, serta perkiraan waktu pemulihan akan membantu masyarakat memahami situasi yang sedang dihadapi RSUD Fakfak.
Hingga kondisi kembali normal, keluarga pasien diharapkan mengikuti pemberitahuan resmi dari pihak rumah sakit mengenai pemberlakuan kembali jam kunjungan.*** (ASAH)






















