Wartatrans.com, BOGOR – Meningkatnya kekhawatiran terhadap kenakalan remaja di Kabupaten Bogor menjadi perhatian serius. Aksi tawuran yang kembali marak dinilai perlu mendapat penanganan bersama agar tidak terus berulang dan membahayakan keselamatan masyarakat.
H. Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai, persoalan kenakalan remaja tidak bisa dibiarkan menjadi tanggung jawab satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Melihat video viral aksi adu bacok antar-remaja di pinggir jalan wilayah Kemang, yang kerap menjadi jalur perlintasan rawan tawuran membuat hati saya miris” kata H. Fikri
Menurut H. Fikri, seharusnya masa remaja diisi dengan hal-hal positif, fokus menuntut ilmu, membangun persahabatan yang sehat, mengukir prestasi, dan mempersiapkan masa depan. Karena masa muda adalah waktu untuk bertumbuh, bukan saling membunuh.
Mantan ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor itu juga menekankan peran orang tua sangat penting dalam memperketat pengawasan terhadap anak, termasuk mengetahui lingkungan pergaulan, aktivitas di luar rumah, serta penggunaan waktu setelah kegiatan sekolah. Pendampingan keluarga diperlukan agar remaja tidak mudah terjerumus dalam perilaku negatif.
Di lingkungan pendidikan, para guru juga diharapkan mengambil langkah tegas dan terukur terhadap siswa yang terlibat tawuran. Penegakan tata tertib perlu disertai pembinaan karakter, pendidikan kedisiplinan, serta pendekatan yang mendorong siswa memahami konsekuensi dari tindakannya.
Selain itu, pihak kepolisian diharapkan meningkatkan patroli, khususnya di lokasi dan waktu yang berpotensi menjadi titik berkumpulnya kelompok remaja. Langkah pencegahan dan penanganan yang cepat diperlukan untuk meminimalkan risiko tawuran serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Politisi PKS Kabupaten Bogor itu menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. Penanganan kenakalan remaja perlu dilakukan secara konsisten, tidak hanya ketika terjadi tawuran, tetapi juga melalui upaya pencegahan sejak dini.
Remaja merupakan generasi penerus yang perlu diarahkan agar mampu mengembangkan potensi secara positif. Karena itu, penguatan pendidikan karakter, pengawasan keluarga, pembinaan di sekolah, serta kepedulian lingkungan menjadi langkah penting untuk menekan kenakalan remaja di Kabupaten Bogor.
Upaya bersama ini diharapkan dapat mencegah tawuran, melindungi generasi muda dari perilaku yang merugikan, serta mewujudkan lingkungan masyarakat yang lebih aman dan harmonis.*** (Dull)






















