Menu ✖

Mode Gelap
Diprotes Para Seniman, Seno Gumira Ajidarma Jelaskan Alasan Akademi Jakarta Tetapkan 25 Anggota DKJ, Bukan 30 Dialog FKSTIM, Akademi Jakarta dan Biro Hukum Buntu, Polemik Pemilihan Anggota DKJ Memanas Kemenhub Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi Darat 150 Truk Listrik Distribusi Momogi Grup bakal Mengaspal Bulan ini 11 Tahun Pelayaran Perintis: Angkut 9.2 Juta Penumpang dan 1.5 Juta Ton Barang Kendaraan di Bali Tembus 5,2 Juta, Bagaimana dengan Jangkauan Angkutan Umum?

ANJUNGAN

11 Tahun Pelayaran Perintis: Angkut 9.2 Juta Penumpang dan 1.5 Juta Ton Barang

badge-check


 Kapal Perintis Perbesar

Kapal Perintis

Wartatrans.com, JAKARTA  – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat, sejak 2015 hingga 2026 (11 tahun), kapal perintis penumpang telah merealisasikan 28.564 voyage, dengan jumlah angkutan mencapai 9.267.338 penumpang dan 1.590.328 ton barang.

Kemenhub pun terus memperkuat konektivitas transportasi laut melalui penyelenggaraan kegiatan Pelayaran Perintis ini.

“Program ini tidak hanya menjadi layanan transportasi bagi masyarakat di wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP), tetapi juga berperan penting dalam mendukung distribusi logistik, menjaga ketersediaan barang, serta mengurangi disparitas harga antarwilayah,” tutur Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Budi Mantoro di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Keberadaan Pelayaran Perintis menurutnya, menjadi bagian penting dalam memastikan akses transportasi laut tetap tersedia bagi masyarakat di wilayah yang belum dilayani secara optimal oleh angkutan komersial.

Dia bilang, pada tahun 2026, pihaknya menyelenggarakan 107 trayek kapal perintis penumpang dengan 107 unit kapal yang melayani 486 pelabuhan singgah di 184 kabupaten/kota pada 28 provinsi.

“Sebanyak 54 trayek atau sekitar 51 persen beroperasi di wilayah timur, 41 trayek atau sekitar 38 persen di wilayah tengah, dan 12 trayek atau sekitar 11 persen di wilayah barat Indonesia. Sebaran trayek tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan konektivitas di kawasan timur Indonesia,” urainya.

Budi menilai angka tersebut menggambarkan peran kapal perintis penumpang yang semakin penting dalam menopang mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.

Kapal perintis bukan hanya mengangkut penumpang dan barang, tetapi juga akses masyarakat terhadap pusat pemerintahan, pendidikan, layanan kesehatan, pasar, dan wilayah lainnya.

Angkutan Perintis Barang: Layani 100 Pelabuhan, 557 Voyage

Di luar angkutan penumpang, program Angkutan Perintis Barang atau yang lebih dikenal dengan Tol Laut menurut Budi, juga mencatat kinerja positif.

Hingga semester I-2026, sebanyak 557 voyage telah terlaksana dan melayani 100 pelabuhan dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Dari pelayaran tersebut, muatan berangkat tercatat sekitar 21.762 TEUs dan 1682,42 ton, sementara muatan balik mencapai 6.660 TEUs.

Adanya muatan balik menunjukkan arus logistik tidak lagi searah, sehingga distribusi barang ke wilayah 3TP berjalan lebih efektif.

“Penguatan konektivitas penumpang harus berjalan beriringan dengan penguatan konektivitas logistik. Dengan distribusi barang yang semakin efektif, kita berharap ketersediaan kebutuhan masyarakat dapat terjaga dan disparitas harga antarwilayah dapat ditekan,” katanya.

Rede Lengkapi Jaringan Antarpulau Jarak Dekat

Budi menambahkan, layanan angkutan Rede turut mencatat hasil positif dalam mendukung konektivitas transportasi laut antar pulau jarak dekat.

Melayani 56 pelabuhan singgah di 25 kabupaten/kota pada 11 provinsi, realisasi angkutan rede telah mencapai 411 trip dengan tingkat keterisian kapal yang stabil di berbagai lintasan lokal.

“Jumlah penumpang naik dan turun tercatat sebanyak 32.526 orang, menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan dan pesisir,” ungkapnya.

“Selain penghubung transportasi antarwilayah kecil dan mendukung distribusi logistik lokal, rede juga diharapkan memperkuat jaringan transportasi laut yang melengkapi layanan kapal perintis penumpang dan angkutan perintis barang (Tol Laut).”

Dia menyampaikan, ke depan, pemerintah juga terus melakukan optimalisasi penyelenggaraan angkutan perintis barang, termasuk melalui penyesuaian mekanisme subsidi pada sejumlah pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memperkuat efektivitas distribusi logistik.

Budi menyatakan, pengembangan jaringan Pelayaran Perintis akan terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, keterjangkauan, dan kualitas pelayanan.

“Orientasi kita bukan hanya berapa banyak trayek yang diselenggarakan, tetapi sejauh mana layanan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat konektivitas antarpulau. Pelayaran perintis harus terus hadir sebagai penghubung antardaerah dan sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang semakin terkoneksi,” tutupnya. (omy)

Baca Lainnya

Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal

12 Oktober 2026 - 20:57 WIB

KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

12 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Kemenhub Gelar Monitoring dan Evaluasi Penutuhan Kapal di Batam

12 Oktober 2026 - 13:27 WIB

21 Kapal Terlibat dalam Regional Marpolex 2026

12 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar

11 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Pentingnya Penanganan Penertiban Kendaraan ODOL di Pelabuhan untuk Keselamatan

11 Oktober 2026 - 08:20 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Trending di ANJUNGAN