Menu ✖

Mode Gelap
Ode Untuk Namamu, Ketika Puisi dan Lukisan Merayakan Cinta serta Perjuangan Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan ​46 Tahun Sanggar Matahari: Merawat Seni, Sastra, dan Kemanusiaan Bersama Lintas Generasi Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman Pentingnya Penanganan Penertiban Kendaraan ODOL di Pelabuhan untuk Keselamatan

ANJUNGAN

Layanan Kapal Dipercepat, Antrean Kendaraan di Gilimanuk Berangsur Terurai

badge-check


 Layanan di Pelabuhan Gilimanuk Perbesar

Layanan di Pelabuhan Gilimanuk

Wartatrans.com, GILIMANUK – pergerakan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk terus bergerak dinamis. Sejak akhir pekan, berbagai langkah percepatan operasional yang dilakukan secara terpadu mulai menunjukkan hasil, ditandai dengan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk yang berangsur terurai dan arus kendaraan yang kembali bergerak menuju pelabuhan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian, serta para pemangku kepentingan lainnya terus memperkuat koordinasi di lapangan guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan dan mempercepat pergerakan kendaraan.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale menyampaikan, optimalisasi operasional kapal menjadi langkah utama untuk mempercepat penguraian antrean.

“Sejak akhir pekan kami melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penambahan operasi kapal hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). Upaya ini mulai memberikan dampak positif, di mana antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai dan arus kendaraan terus bergerak,” jelasnya.

Berdasarkan laporan operasional ASDP Cabang Ketapang – Posko Pelabuhan Gilimanuk pada Ahad (15/3) pukul 19.00 WITA, sebanyak 33 kapal saat ini beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Armada tersebut terdiri dari 19 kapal tipe Moveable Bridge (MB), 11 kapal Landing Craft Machine (LCM), serta tiga unit LCM perbantuan yang dioperasikan untuk mempercepat layanan penyeberangan.

Mengikuti antrean yang mulai terurai, saat ini masih diterapkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) pada Dermaga LCM untuk tiga unit kapal.

Melalui pola ini, kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muatan dan kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan di dermaga tersebut, sehingga siklus pelayaran dapat berlangsung lebih cepat.

Dari sisi kondisi antrean, laporan di lapangan pada pukul 17.00 WITA mencatat ekor kendaraan masih berada hingga kawasan Desa Tuwed, sekitar Kantor Perbekel, dengan jarak sekitar ±20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Komposisi kendaraan yang mendominasi antrean saat ini adalah kendaraan logistik dan mobil pribadi.

Di sisi lain, rekayasa lalu lintas juga terus diperkuat untuk mendukung kelancaran arus menuju pelabuhan.

Kemenhub bersama Kepolisian menerapkan pengaturan kendaraan menuju kantong parkir dan buffer zone yang telah disiapkan, termasuk penghentian sementara perjalanan truk sumbu tiga menuju Pelabuhan Gilimanuk guna mengurangi kepadatan di kawasan pelabuhan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menyoroti masih ditemukannya sebagian pelaku usaha logistik yang belum mematuhi kebijakan pembatasan operasional angkutan barang.

Sejak diberlakukannya pembatasan pada 13 Maret 2026, masih terdapat truk dengan tiga sumbu atau lebih yang tetap beroperasi dan bergerak menuju pelabuhan sehingga berpotensi menambah kepadatan arus kendaraan.

Sementara itu, kondisi cuaca di perairan Selat Bali masih mendukung operasional penyeberangan.

Pantauan terkini menunjukkan cuaca berawan tebal dengan arah angin dari selatan berkecepatan maksimum sekitar 4,1 knots, tinggi gelombang 0,3–0,6 meter, serta jarak pandang minimal mencapai 8.000 meter.

Windy menegaskan, ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengoptimalkan pengaturan operasional di lapangan agar antrean kendaraan dapat semakin cepat terurai.

“Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mempercepat proses penyeberangan. Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas agar pengaturan lalu lintas dan layanan pelabuhan dapat berjalan lebih lancar,” ujarnya. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pentingnya Penanganan Penertiban Kendaraan ODOL di Pelabuhan untuk Keselamatan

11 Oktober 2026 - 08:20 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim

10 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal

10 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Regional Marpolex 2026: Filipina, Jepang, dan Indonesia Sinergi Penanggulangan Pencemaran Laut

10 Oktober 2026 - 13:43 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Penguatan Perlindungan Hak Ojol, Menhub Dudy: Keselamatan Prioritas Utama!

10 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Trending di JALUR