Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan informasi lanjutan terkait dampak longsoran di jalur kereta api wilayah Bandung Barat yang termasuk dalam area Daerah Operasi 2 Bandung. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan hingga pembatalan.
Beberapa perjalanan KA keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen yang dibatalkan antara lain KA 134B Parahyangan relasi Gambir–Bandung yang dijadwalkan berangkat pukul 18.25 WIB, KA 140 Parahyangan relasi Gambir–Bandung pukul 23.05 WIB, serta KA 288 Serayu relasi Pasar Senen–Bandung–Purwokerto yang berangkat pukul 19.25 WIB.

Selain itu, perjalanan KA menuju Jakarta juga terdampak pembatalan, yakni KA 139 Parahyangan relasi Bandung–Gambir yang seharusnya berangkat pukul 19.25 WIB dari Bandung.
Sementara itu, sejumlah perjalanan lainnya mengalami keterlambatan tinggi dan dilakukan pengalihan moda transportasi. KA 283 Serayu relasi Purwokerto–Bandung–Pasar Senen tertahan di Stasiun Sasak dan seluruh penumpang dialihkan menggunakan bus menuju Jakarta. Adapun KA 129 Papandayan relasi Garut–Gambir tertahan di Stasiun Padalarang, dengan penumpang dialihkan menggunakan Kereta Cepat Whoosh menuju Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi.
“KAI menempatkan keselamatan dan keamanan perjalanan sebagai prioritas utama. Kami terus berupaya melakukan penanganan secara maksimal agar jalur dapat segera normal kembali dan perjalanan kereta api dapat berjalan lancar. Kami juga memastikan pelanggan tetap mendapatkan pelayanan terbaik meskipun dalam kondisi gangguan,” ujar Franoto.
KAI memberikan opsi pembatalan tiket bagi pelanggan yang terdampak melalui aplikasi Access by KAI, loket box, maupun loket stasiun yang melayani penjualan tiket online. Selain itu, sebagai bentuk komitmen pelayanan, KAI juga melakukan pengalihan pelanggan ke moda transportasi lain seperti Kereta Cepat Whoosh dan bus agar perjalanan tetap dapat dilanjutkan.
KAI turut memberikan service recovery kepada pelanggan terdampak keterlambatan berupa air mineral, makanan ringan, hingga makanan berat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat keterlambatan maupun pembatalan perjalanan ini. KAI akan terus memberikan informasi terbaru secara berkala kepada masyarakat,” tutup Franoto.(fahmi)































