Menu

Mode Gelap
Peduli Kesehatan Masyarakat, Pelindo dan IHC Gelar Pemeriksaan Gratis bagi Balita dan Lansia BKKP Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT Kemenhub Gelar Pelatihan ICAO GSI Angkatan KE-2 Bagi 16 Inspektur Penerbangan 6 Negara Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe Bantu Korban Gempa NTT, Kemenhub Lepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla di Kalimantan terhadap Operasional Penerbangan

JALUR

Panic Buying BBM Terjadi di Jawa Tengah, Antrean Capai Ratusan Meter

badge-check


 Panic Buying BBM Terjadi di Jawa Tengah, Antrean Capai Ratusan Meter Perbesar

Wartatrans.com, JATENG — Pemerintah tidak mengubah harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik yang subsidi maupun non bersubsidi. Ini berlaku untuk BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) per 1 April 2026. Disebutkan bahwa penyesuaian harga BBM adalah flat memakai harga bulan Maret.

Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers tentang Kebijakan Pemerintah dalam Mitigasi Risiko dan Antisipasi Dinamika Global secara daring dari Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).

Menteri yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan bahwa cadangan BBM nasional masih berada di atas standar minimum yang ditetapkan pemerintah.

“Artinya, meski ketegangan geopolitik belum jelas kapan selesai, dan beberapa negara telah menerapkan efisiensi energi, kita bersyukur cadangan BBM kita tetap di atas standar minimum nasional,” tegasnya.

Pernyataan resmi dari Pemerintah ini ternyata terlambat disampaikan. Selasa (31/3/2026), sejak pagi sudah terjadi panic buying BBM di beberapa wilayah Jawa Tengah, seperti Semarang, Kudus, Jepara, Pati, Pekalongan, dan Magelang. Antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar. Panjang antrean bahkan ada yang mencapai 800 meter hingga luber ke jalan raya.

Banyak warga yang membeli BBM lebih banyak dari sebelumnya. Warga yang biasanya hanya mengisi 10 liter, kali ini mendadak mengisi sampai 60 liter karena termakan isu viral.

Karyawan pom bensin pasang pengumuman terkait harga BBM yang tetap.

Panic buying BBM terjadi karena kekhawatiran akan kekurangan bensin menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz yang menyebabkan berhentinya jalur distribusi 20% minyak global.

Sementara itu, Pertamina melalui Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dengan mengikuti arahan kebijakan Pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM, baik yang subsidi maupun non bersubsidi.

Badan usaha plat merah ini akan terus melakukan langkah strategis guna memastikan distribusi energi berjalan optimal di seluruh wilayah. Upaya termaksud adalah penguatan koordinasi dan negosiasi dengan para pemasok. Optimalisasi sistem distribusi juga dilakukan untuk menjaga pasokan tetap aman dan tersedia bagi masyarakat.

“Perkenankan pula kami menghimbau masyarakat agar tidak terpancing isu masalah BBM yang tidak berdasar. Utamanya jangan panic buying apalagi melakukan tindakan membeli berkali – kali BBM dan menimbunnya. Pelaku penimbun BBM akan diadili karena melanggar hukum,” demikian Roberth MV.***  (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Peduli Kesehatan Masyarakat, Pelindo dan IHC Gelar Pemeriksaan Gratis bagi Balita dan Lansia

21 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Tiga Lembaran Surat Utang 1956 Disebut Bukti Sejarah Hubungan Utang RI dengan Rakyat Aceh

21 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Terminal Teluk Lamong Bekali Warga Ring 1 dengan Kompetensi dan Sertifikasi Gada Pratama

20 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Di Tengah Dampak Gempa, Pelindo Hadir Bantu Masyarakat Flores

20 Agustus 2026 - 20:29 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

20 Agustus 2026 - 20:24 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Cashback SPayLater selama Bulan Agustus 2026

20 Agustus 2026 - 20:04 WIB

IPC TPK Dorong Pemulihan Ekosistem Mangrove melalui Program “The North Green Movement”

20 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Haji Fikri Soroti Kemiskinan dan Kesehatan di Kabupaten Bogor: Penanganan Harus Terintegrasi dari Rumah ke Rumah

20 Agustus 2026 - 18:59 WIB

AirNav: Program RBB 2026 di Boyolali Tuntas Hari ini

20 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Trending di EKOBIS