Menu

Mode Gelap
PTP Nonpetikemas Raih Pengakuan ISRA 2026 Kategori Sustainability Report Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan, Lantik 205 Lulusan PKTJ Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya Semester I-2026, MR D.I.Y. Cetak Laba Rp590,7 Miliar KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan Garuda Indonesia Kembali Terbangi Rute Bandung–Bali

RAGAM

Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran

badge-check


 Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran Perbesar

Wartatrans.com, SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam menjadi sorotan publik karena menjadi salah satu daerah yang paling terdepan berpartisipasi dalam pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang diselenggarakan di Kota Medan. Partisipasi ini justru memicu pertanyaan besar di tengah kondisi keuangan daerah yang dikabarkan sedang sulit.

Berapa besar anggaran yang telah dikeluarkan Pemerintah Kota Subulussalam untuk keperluan kegiatan APEPSI tersebut? Apakah keikutsertaan ini merupakan kewajiban mutlak yang harus dipenuhi?

Berbagai pertanyaan itu muncul mengingat kondisi keuangan daerah yang dikatakan sedang mengalami krisis. Banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, namun seolah-olah pemerintah daerah justru lebih mengutamakan kegiatan yang tidak mendesak dibandingkan memperbaiki pelayanan publik. Bahkan, sejumlah kantor pelayanan terlihat sepi petugas karena banyak pegawai dikirim untuk mengikuti kegiatan di luar daerah.

Seorang tokoh pengamat masyarakat Kota Subulussalam menyampaikan kekecewaannya secara tegas kepada awak media.

“Jika dimintai bantuan dana untuk kepentingan masyarakat atau pelunasan utang daerah, selalu dijawab tidak ada uang. Namun mengapa begitu ada kegiatan di luar daerah, dana seolah-olah tersedia dengan mudah? Apakah hal seperti ini memang kewajiban yang harus dilaksanakan? Padahal kondisi keuangan daerah masih sangat sulit dan terbatas,” ujarnya dengan nada kecewa.

Masyarakat berhak mengetahui seberapa besar total biaya yang digelontorkan untuk perjalanan dinas dan keikutsertaan dalam kegiatan APEKSI ini. Selain itu, dari pos anggaran mana saja dana tersebut diambil?

“Seolah-olah semua ini hanya menjadi hobi berjalan-jalan keluar daerah saja,” pungkasnya dengan nada kesal.***(IPONG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Haji Fikri: Putusan MK Harus Jadi Momentum Memperkuat Pendidikan dan Menjamin Anak Indonedia Mendapatkan Akses Makanan Bergizi

7 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Percepatan Pemulihan Pascabencana, Satgas PPA Aceh Tengah Perkuat Koordinasi Strategis dengan Pemkab

7 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial

6 Agustus 2026 - 22:26 WIB

IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia

6 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut

6 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Pemerintah Aceh Luruskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan: Bukan Dana Tunai, Melainkan Program dan Bantuan untuk Petani

6 Agustus 2026 - 21:33 WIB

22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Terlantar di Bandara Changi, Klaim Rugi Lebih dari Rp110 Juta

6 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Pengukuhan DKJ Dipersoalkan, Arie Batubara Nilai Pergub Dilanggar

6 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Dinas Sejarah Angkatan Laut Dukung Pengembangan Film Pahlawan Nasional John Lie sebagai Diplomasi Budaya

6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Pemkab Aceh Tamiang Terima 114 Unit Huntara dari Mercy Malaysia untuk Korban Banjir

6 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Trending di RAGAM