Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

RAGAM

Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran

badge-check


 Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran Perbesar

Wartatrans.com, SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam menjadi sorotan publik karena menjadi salah satu daerah yang paling terdepan berpartisipasi dalam pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang diselenggarakan di Kota Medan. Partisipasi ini justru memicu pertanyaan besar di tengah kondisi keuangan daerah yang dikabarkan sedang sulit.

Berapa besar anggaran yang telah dikeluarkan Pemerintah Kota Subulussalam untuk keperluan kegiatan APEPSI tersebut? Apakah keikutsertaan ini merupakan kewajiban mutlak yang harus dipenuhi?

Berbagai pertanyaan itu muncul mengingat kondisi keuangan daerah yang dikatakan sedang mengalami krisis. Banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, namun seolah-olah pemerintah daerah justru lebih mengutamakan kegiatan yang tidak mendesak dibandingkan memperbaiki pelayanan publik. Bahkan, sejumlah kantor pelayanan terlihat sepi petugas karena banyak pegawai dikirim untuk mengikuti kegiatan di luar daerah.

Seorang tokoh pengamat masyarakat Kota Subulussalam menyampaikan kekecewaannya secara tegas kepada awak media.

“Jika dimintai bantuan dana untuk kepentingan masyarakat atau pelunasan utang daerah, selalu dijawab tidak ada uang. Namun mengapa begitu ada kegiatan di luar daerah, dana seolah-olah tersedia dengan mudah? Apakah hal seperti ini memang kewajiban yang harus dilaksanakan? Padahal kondisi keuangan daerah masih sangat sulit dan terbatas,” ujarnya dengan nada kecewa.

Masyarakat berhak mengetahui seberapa besar total biaya yang digelontorkan untuk perjalanan dinas dan keikutsertaan dalam kegiatan APEKSI ini. Selain itu, dari pos anggaran mana saja dana tersebut diambil?

“Seolah-olah semua ini hanya menjadi hobi berjalan-jalan keluar daerah saja,” pungkasnya dengan nada kesal.***(IPONG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Trending di RAGAM