Menu

Mode Gelap
Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025 Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026 Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

RAGAM

Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran

badge-check


 Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran Perbesar

Wartatrans.com, SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam menjadi sorotan publik karena menjadi salah satu daerah yang paling terdepan berpartisipasi dalam pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang diselenggarakan di Kota Medan. Partisipasi ini justru memicu pertanyaan besar di tengah kondisi keuangan daerah yang dikabarkan sedang sulit.

Berapa besar anggaran yang telah dikeluarkan Pemerintah Kota Subulussalam untuk keperluan kegiatan APEPSI tersebut? Apakah keikutsertaan ini merupakan kewajiban mutlak yang harus dipenuhi?

Berbagai pertanyaan itu muncul mengingat kondisi keuangan daerah yang dikatakan sedang mengalami krisis. Banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, namun seolah-olah pemerintah daerah justru lebih mengutamakan kegiatan yang tidak mendesak dibandingkan memperbaiki pelayanan publik. Bahkan, sejumlah kantor pelayanan terlihat sepi petugas karena banyak pegawai dikirim untuk mengikuti kegiatan di luar daerah.

Seorang tokoh pengamat masyarakat Kota Subulussalam menyampaikan kekecewaannya secara tegas kepada awak media.

“Jika dimintai bantuan dana untuk kepentingan masyarakat atau pelunasan utang daerah, selalu dijawab tidak ada uang. Namun mengapa begitu ada kegiatan di luar daerah, dana seolah-olah tersedia dengan mudah? Apakah hal seperti ini memang kewajiban yang harus dilaksanakan? Padahal kondisi keuangan daerah masih sangat sulit dan terbatas,” ujarnya dengan nada kecewa.

Masyarakat berhak mengetahui seberapa besar total biaya yang digelontorkan untuk perjalanan dinas dan keikutsertaan dalam kegiatan APEKSI ini. Selain itu, dari pos anggaran mana saja dana tersebut diambil?

“Seolah-olah semua ini hanya menjadi hobi berjalan-jalan keluar daerah saja,” pungkasnya dengan nada kesal.***(IPONG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 13:08 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

IKAC Salurkan Bantuan Pangan untuk Ratusan Warga, Kolaborasi dengan Kecamatan Arjawinangun Perkuat Kepedulian Sosial

2 Juli 2026 - 10:08 WIB

Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal

1 Juli 2026 - 17:50 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Catatan Halimah Munawir: Kebahagiaan Seorang Ibu adalah Hadir di Setiap Langkah Anak

1 Juli 2026 - 14:25 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Saatnya Pengusaha Indonesia Berhenti Bergantung pada Proyek Pemerintah

1 Juli 2026 - 12:45 WIB

Kota Subulussalam Dilanda Defisit Anggaran, Kinerja Pemko dan DPRK Dipertanyakan

1 Juli 2026 - 12:14 WIB

Trending di RAGAM