Menu

Mode Gelap
Pengurus KNG Raya Gelar Pertemuan Bahas RAT 2026 dan Bantuan Bencana Hari Pertama Tahun Baru, Menhub Dudy Pantau Arus Lalu Lintas di Jalur Tol Keluar-Masuk Jakarta Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya UMK Kubu Raya 2026 Naik 7,7 Persen, Ditetapkan Rp3,1 Juta Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat

PERON

Memasuki Musim Hujan, KCIC Imbau Penumpang Whoosh Awas Ketinggalan dan Gunakan Alternatif Transportasi ke Stasiun

badge-check


					Memasuki Musim Hujan, KCIC Imbau Penumpang Whoosh Awas Ketinggalan dan Gunakan Alternatif Transportasi ke Stasiun Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Memasuki musim hujan yang mulai terjadi secara merata, KCIC mengimbau para penumpang Whoosh untuk memperhatikan waktu dan rute perjalanan menuju stasiun guna mengantisipasi potensi keterlambatan akibat hujan deras serta meningkatnya kepadatan lalu lintas.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa KCIC terus memastikan kenyamanan serta ketepatan waktu layanan Whoosh, sehingga penumpang diimbau mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang saat cuaca hujan.

“Kami mengimbau penumpang untuk berangkat lebih awal menuju stasiun, khususnya saat intensitas hujan tinggi, agar perjalanan tetap nyaman dan tidak tertinggal jadwal keberangkatan kereta,” ujar Eva.

KCIC juga memberikan beberapa tips untuk menjaga kenyamanan selama musim hujan, di antaranya dengan tiba lebih awal di stasiun, berhati-hati saat melintas di area basah, mengenakan alas kaki yang tidak licin, serta membawa payung atau pakaian hangat. Petugas KCIC juga akan siaga membantu penumpang di area drop off dengan dukungan penggunaan payung untuk meminimalkan risiko tergelincir atau terpapar hujan berlebih saat menuju area keberangkatan.

Selain faktor cuaca, KCIC menginformasikan adanya perbaikan saluran air yang tengah berlangsung di sejumlah titik sekitar Jalan DI Panjaitan, Otista, MT Haryono, dan jalur penghubung dari arah Cawang dan Kalimalang menuju Stasiun Halim. Pekerjaan tersebut berdampak pada penyempitan beberapa ruas jalan dan potensi kemacetan, sehingga penumpang perlu memperhitungkan waktu tempuh tambahan agar tidak tertinggal jadwal keberangkatan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, penumpang dapat memanfaatkan moda alternatif seperti LRT Jabodebek yang terhubung langsung dengan Stasiun Whoosh Halim melalui skybridge dan tidak terdampak kemacetan di ruas jalan sekitar proyek perbaikan. Bagi penumpang yang menggunakan kendaraan pribadi, akses tol Japek melalui GT Halim 3 sisi timur dapat menjadi pilihan rute yang lebih lancar menuju stasiun.

Eva menyampaikan, dengan memilih rute atau moda perjalanan yang lebih efisien, penumpang dapat menjaga kelancaran perjalanan dan memperkirakan waktu tempuh dengan lebih tepat.

“Perencanaan perjalanan menjadi sangat penting, terutama saat hujan deras atau terjadi kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun,” tutup Eva.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya

2 Januari 2026 - 09:00 WIB

KA Bandara Adi Soemarmo Catat Okupansi 129 Persen Selama Nataru, jadi Pilihan Utama Masyarakat Madiun

1 Januari 2026 - 19:36 WIB

KAI Catat Penjualan Tiket Nataru Capai 3,8 Juta, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 115 Persen

1 Januari 2026 - 17:49 WIB

Perjalanan KA Malam Tahun Baru Berjalan Lancar, Penambahan Berhenti di Stasiun Jatinegara Efektif

1 Januari 2026 - 16:51 WIB

KAI Services Siapkan 9 Dapur Produksi untuk Penuhi Kebutuhan Makanan Penumpang Saat Nataru

1 Januari 2026 - 15:47 WIB

Trending di PERON