Menu

Mode Gelap
Rumah Budaya HMA, Diplomasi Sastra dan Budaya, Merawat Harmoni Indonesia–Mesir Proliga 2026 Pekan ke 6 Bojonegoro Mengerucutkan Tim Peserta Babak Final Four Menhub Dudy Sebut Banten Berpotensi Jadi Daerah Lintasan Padat Jawa-Sumatera Ratusan Warga Tonton Film NOEH (Pasung) di RSJ Aceh, Hujan Tak Surutkan Ikhtiar Lawan Stigma ODGJ Citilink Buka 2 Rute Baru Menuju Sumatera via Bandara Halim Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026

PERISTIWA

Menyambut Libur Nataru 2026, Pemkot Semarang Mendapat Kritikan

badge-check


 Menyambut Libur Nataru 2026, Pemkot Semarang Mendapat Kritikan Perbesar

Wartatrans.com, SEKARANG — Menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah mempersiapkan berbagai even dan aktivitas hiburan. Beragam spot dan destinasi wisata diproyeksikan menjadi tujuan kunjungan liburan akhir tahun.

Indriyasari selaku Kepala Disbudpar kota Semarang mengatakan bahwa sejumlah kegiatan resmi telah disiapkan untuk masyarakat. Pengelola tempat wisata, museum, hotel, restoran, hingga pusat perbelanjaan juga sudah merancang acaranya masing-masing. Agar aman dan nyaman, seluruh kegiatan dibatasi aturan yang salah satunya adalah perijinan dan jam operasional.

Pemkot sendiri pada akhir Desember tahun ini akan mengadakan acara besar dengan titel Semarang Bercerita, yang menghadirkan Kaleidoskop 2025. Di sini akan dipertunjukkan rangkaian dokumentasi perjalanan Kota Semarang selama setahun, mulai dari capaian kegiatan, penghargaan, hingga berbagai prestasi lainnya. Selain itu ada kejutan berupa penayangan video yang isinya masih dirahasiakan dan juga peluncuran kalender kerja Pemkot 2026.

Menanggapi hal ini Aditiya WP dari Riski Event Organizer mendorong Pemkot melakukan pembenahan dalam membuat event terutama dari segi kerja sama. Selama ini EO “Orang Dalam” yang selalu menjadi pelaksananya. Karena bukan ahlinya, maka sering pertunjukannya berantakan dan mengecewakan masyarakat.

Ini jelas mencoreng nama Semarang. Padahal kota lunpia ini punya destinasi seksi dan layak jual seperti Kota Lama, Lawang Sewu, sampai Pantai Marina. Dari segi seni budaya punya Narto Sabdo di TBRS dan Raden Saleh di Museum Ronggowarsito, juga punya julukukan Ibukota Kartun Indonesia. Asal tahu juga, Semarang International Cartoon Exhibition (SICE) sudah 10 kali diadakan dan berhasil mengangkat Semarang ke level internasional tanpa sekalipun dapat dukungan dari Pemkot. Event tahunan SICE selalu diikuti ratusan Kartunis dari puluhan negara tujuh benua. Para Duta Besar negara tetangga pun sering datang mengapresiasi.

Ke depan, Adit berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Semarang lebih dalam lagi menggali potensi sumber daya manusia di luar ordal dan memperluas kolaborasi dengan seniman lokal, pelaku usaha maupun investor. Hanya dengan inovasi, sinergi dan kerja sama yang tepat, Semarang akan banyak dikunjungi orang bukan hanya saat liburan Natal dan Tahun Baru saja tapi juga saat ada giat lainnya.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Budaya HMA, Diplomasi Sastra dan Budaya, Merawat Harmoni Indonesia–Mesir

16 Februari 2026 - 19:18 WIB

Ratusan Warga Tonton Film NOEH (Pasung) di RSJ Aceh, Hujan Tak Surutkan Ikhtiar Lawan Stigma ODGJ

16 Februari 2026 - 14:38 WIB

Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

16 Februari 2026 - 10:44 WIB

Sesuaikan Selera Jemaah Haji, Kemenhaj Pastikan Standar Dapur di Makkah Bercita Rasa Nusantara

16 Februari 2026 - 09:22 WIB

Trending di NASIONAL