Wartatrans.com, SEKARANG — Menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah mempersiapkan berbagai even dan aktivitas hiburan. Beragam spot dan destinasi wisata diproyeksikan menjadi tujuan kunjungan liburan akhir tahun.
Indriyasari selaku Kepala Disbudpar kota Semarang mengatakan bahwa sejumlah kegiatan resmi telah disiapkan untuk masyarakat. Pengelola tempat wisata, museum, hotel, restoran, hingga pusat perbelanjaan juga sudah merancang acaranya masing-masing. Agar aman dan nyaman, seluruh kegiatan dibatasi aturan yang salah satunya adalah perijinan dan jam operasional.

Pemkot sendiri pada akhir Desember tahun ini akan mengadakan acara besar dengan titel Semarang Bercerita, yang menghadirkan Kaleidoskop 2025. Di sini akan dipertunjukkan rangkaian dokumentasi perjalanan Kota Semarang selama setahun, mulai dari capaian kegiatan, penghargaan, hingga berbagai prestasi lainnya. Selain itu ada kejutan berupa penayangan video yang isinya masih dirahasiakan dan juga peluncuran kalender kerja Pemkot 2026.
Menanggapi hal ini Aditiya WP dari Riski Event Organizer mendorong Pemkot melakukan pembenahan dalam membuat event terutama dari segi kerja sama. Selama ini EO “Orang Dalam” yang selalu menjadi pelaksananya. Karena bukan ahlinya, maka sering pertunjukannya berantakan dan mengecewakan masyarakat.
Ini jelas mencoreng nama Semarang. Padahal kota lunpia ini punya destinasi seksi dan layak jual seperti Kota Lama, Lawang Sewu, sampai Pantai Marina. Dari segi seni budaya punya Narto Sabdo di TBRS dan Raden Saleh di Museum Ronggowarsito, juga punya julukukan Ibukota Kartun Indonesia. Asal tahu juga, Semarang International Cartoon Exhibition (SICE) sudah 10 kali diadakan dan berhasil mengangkat Semarang ke level internasional tanpa sekalipun dapat dukungan dari Pemkot. Event tahunan SICE selalu diikuti ratusan Kartunis dari puluhan negara tujuh benua. Para Duta Besar negara tetangga pun sering datang mengapresiasi.
Ke depan, Adit berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Semarang lebih dalam lagi menggali potensi sumber daya manusia di luar ordal dan memperluas kolaborasi dengan seniman lokal, pelaku usaha maupun investor. Hanya dengan inovasi, sinergi dan kerja sama yang tepat, Semarang akan banyak dikunjungi orang bukan hanya saat liburan Natal dan Tahun Baru saja tapi juga saat ada giat lainnya.*** (Slamet Widodo)










