Menu

Mode Gelap
Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026 KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api

PERISTIWA

Menyambut Libur Nataru 2026, Pemkot Semarang Mendapat Kritikan

badge-check


					Menyambut Libur Nataru 2026, Pemkot Semarang Mendapat Kritikan Perbesar

Wartatrans.com, SEKARANG — Menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah mempersiapkan berbagai even dan aktivitas hiburan. Beragam spot dan destinasi wisata diproyeksikan menjadi tujuan kunjungan liburan akhir tahun.

Indriyasari selaku Kepala Disbudpar kota Semarang mengatakan bahwa sejumlah kegiatan resmi telah disiapkan untuk masyarakat. Pengelola tempat wisata, museum, hotel, restoran, hingga pusat perbelanjaan juga sudah merancang acaranya masing-masing. Agar aman dan nyaman, seluruh kegiatan dibatasi aturan yang salah satunya adalah perijinan dan jam operasional.

Pemkot sendiri pada akhir Desember tahun ini akan mengadakan acara besar dengan titel Semarang Bercerita, yang menghadirkan Kaleidoskop 2025. Di sini akan dipertunjukkan rangkaian dokumentasi perjalanan Kota Semarang selama setahun, mulai dari capaian kegiatan, penghargaan, hingga berbagai prestasi lainnya. Selain itu ada kejutan berupa penayangan video yang isinya masih dirahasiakan dan juga peluncuran kalender kerja Pemkot 2026.

Menanggapi hal ini Aditiya WP dari Riski Event Organizer mendorong Pemkot melakukan pembenahan dalam membuat event terutama dari segi kerja sama. Selama ini EO “Orang Dalam” yang selalu menjadi pelaksananya. Karena bukan ahlinya, maka sering pertunjukannya berantakan dan mengecewakan masyarakat.

Ini jelas mencoreng nama Semarang. Padahal kota lunpia ini punya destinasi seksi dan layak jual seperti Kota Lama, Lawang Sewu, sampai Pantai Marina. Dari segi seni budaya punya Narto Sabdo di TBRS dan Raden Saleh di Museum Ronggowarsito, juga punya julukukan Ibukota Kartun Indonesia. Asal tahu juga, Semarang International Cartoon Exhibition (SICE) sudah 10 kali diadakan dan berhasil mengangkat Semarang ke level internasional tanpa sekalipun dapat dukungan dari Pemkot. Event tahunan SICE selalu diikuti ratusan Kartunis dari puluhan negara tujuh benua. Para Duta Besar negara tetangga pun sering datang mengapresiasi.

Ke depan, Adit berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Semarang lebih dalam lagi menggali potensi sumber daya manusia di luar ordal dan memperluas kolaborasi dengan seniman lokal, pelaku usaha maupun investor. Hanya dengan inovasi, sinergi dan kerja sama yang tepat, Semarang akan banyak dikunjungi orang bukan hanya saat liburan Natal dan Tahun Baru saja tapi juga saat ada giat lainnya.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan

15 Januari 2026 - 22:09 WIB

DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026

15 Januari 2026 - 22:03 WIB

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

15 Januari 2026 - 19:39 WIB

Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

15 Januari 2026 - 19:32 WIB

Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Beri Tahu Kunjungan ke Aceh Tamiang

15 Januari 2026 - 17:04 WIB

Trending di PERISTIWA