Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

PERON

MRT Buka TOD, Tarik Minat Investor Asing

badge-check


 Penumpang MRT Perbesar

Penumpang MRT

Wartatrans.com, JAKARTA – Konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Kondisi tersebut menjadi konteks bagi pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD), termasuk upaya PT MRT Jakarta menarik investor asing.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengatakan konektivitas yang semakin luas membuat masyarakat lebih mudah menjangkau berbagai moda transportasi publik.

“Artinya, ketika kita keluar rumah dan berjalan tidak sampai 500 meter sudah bisa menemukan minimal JakLingko, Mini Trans, Transjakarta, bahkan LRT,” ujar Chico, Senin (28/9/2026).

Upaya menarik modal asing dilakukan MRT melalui TOD Investment Forum 2026 di Singapura, yang mempertemukan investor, pengembang, lembaga keuangan, pemerintah, dan mitra strategis.

Forum yang digelar di Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Singapura itu merupakan kolaborasi MRT Jakarta dengan KBRI Singapura, Surbana Jurong Group, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapore.

Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta Muchamad Iqbal Bimo Arifianto mengatakan investor asing ditargetkan tidak hanya membawa pendanaan, tetapi juga pengetahuan pengembangan kawasan.

“Kami menargetkan investor ini tidak hanya memberikan bantuan dari pendanaan, tapi lebih kepada ‘transfer knowledge’ yang dibangun di negara mereka dan akan diterapkan nantinya di Jakarta,” kata Bimo, Jumat (25/9/2026).

Dalam forum tersebut, MRT memaparkan sejumlah proyek TOD, antara lain Ultimate Development Blok M, Blok M Interchange, XGL Mixed-Use, Kali Besar Heritage, serta Lebak Bulus Interchange Bus Terminal, Park and Ride, and Mixed Use.

Hingga Jumat (25/9), belum ada investor asing yang mencapai kesepakatan investasi.

Pengembangan TOD juga berkaitan dengan upaya memperbesar pendapatan non-farebox MRT. Sehari sebelumnya, Bimo menyebut kontribusi pendapatan non-farebox sekitar 30 persen, dengan ambisi meningkatkan porsi tersebut melalui pengembangan aset dan kawasan.

Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia Agus Pambagio menilai ruang pertumbuhan pendapatan non-farebox MRT bergantung pada kemampuan mengembangkan TOD.

“Kalau dia mau tambah ya punya TOD, karena dari situ dia punya aset, asetnya disewain yang bakal narik penumpang,” ujar Agus.

Salah satu proyek yang menggambarkan potensi tersebut berada di Lebak Bulus.

Data Jakarta Investment Centre mencatat proyek Park & Ride and Mixed-Use memiliki nilai investasi Rp487,70 miliar, luas lahan 13.333 meter persegi, IRR 14,10 persen, dan periode pengembalian 10 tahun.

Tingkat okupansi parkir yang ada mencapai 83 persen untuk mobil dan 69 persen untuk sepeda motor.

Dari sisi pasar properti, riset Colliers Indonesia menunjukkan gedung kantor yang memiliki akses MRT dan LRT mencatat tingkat okupansi 8-9 persen lebih tinggi dibandingkan gedung yang tidak memiliki konektivitas tersebut.

Riset yang ditulis Senior Director Colliers Indonesia Bagus Adikusumo itu menempatkan aksesibilitas sebagai faktor yang semakin memengaruhi permintaan ruang kantor dan nilai real estat.

Dengan demikian, peluang investor asing bukan semata soal pembiayaan proyek.

Nilai ekonominya akan ditentukan oleh kemampuan MRT mengembangkan aset di sekitar simpul transportasi menjadi kawasan yang menarik bagi penghuni, pelaku usaha, dan investor, sekaligus memperkuat penggunaan transportasi publik. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Cegah Gangguan Perjalanan, KAI Daop 1 Rawat Rel, Wesel, Jembatan hingga LAA

29 September 2026 - 18:59 WIB

KAI Mini Fair Digelar di Stasiun Gambir Hari Ini, Ada Promo Tiket Bayar 81 Persen

29 September 2026 - 10:29 WIB

HUT ke-81, KAI Dorong Transformasi Menuju Operator Kelas Dunia

29 September 2026 - 10:15 WIB

HUT ke-81 KAI, Daop 1 Jakarta Usung Semangat “Semakin Melayani”, Angkutan Penumpang Tumbuh 6 Persen dan Barang 20 Persen

28 September 2026 - 23:18 WIB

Fajar dan Senja Utama Solo, 48 Tahun Melintasi Zaman Layani 148 Ribu Pelanggan

28 September 2026 - 10:21 WIB

Rayakan HUT ke-81, KAI Gelar Birthday Bash dengan Diskon Tiket Cukup Bayar 81 Persen

28 September 2026 - 10:01 WIB

Trending di PERON