Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan KAI Siapkan Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi KAJJ, KRL hingga Monas Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik Aset KAI Group Meningkat Jadi Rp105,43 Triliun pada 2025, Perkuat Layanan Berbasis Rel TDA Takengon Gelar Sharing dan Diskusi Kunci Mengelola Bisnis di Premium Coffee Libur Sekolah, ASDP Telah Layani 2,05 Juta Penumpang

RAGAM

Musala Muyang Mersah Asal Terbengkalai, Jejak Panjang Konflik dan Ketimpangan Layanan Publik

badge-check


 Musala Muyang Mersah Asal Terbengkalai, Jejak Panjang Konflik dan Ketimpangan Layanan Publik Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH — Kondisi Musala Muyang Mersah Asal di Kampung Buntul Sara Ine, Kilometer 42 Jalan KKA, wilayah perbatasan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara, kian memprihatinkan. Bangunan rumah ibadah yang berdiri sejak akhir 1980-an itu kini tak lagi layak digunakan.

Musala tersebut pernah berfungsi sebagai masjid dan rutin menggelar salat Jumat bagi warga sekitar. Namun, sejak konflik bersenjata di Aceh melanda kawasan ini, bangunan itu menjadi satu-satunya peninggalan Kampung Buntul Sara Ine yang tersisa.

Pimpinan Pesantren Pegayon Kampung Asal Buntul Sara Ine, Azzam Pegayon, mengatakan kampung itu habis dibakar pada masa konflik karena kerap menjadi tempat singgah anggota Gerakan Aceh Merdeka. Seluruh warga terpaksa mengungsi dan meninggalkan permukiman serta kebun mereka selama puluhan tahun.

“Musala ini satu-satunya bangunan yang masih berdiri setelah konflik,” kata Azzam kepada WARTATRANS.com, Jumat, 30 Januari 2026.

Menurut Azzam, Musala Muyang Mersah Asal berdiri di atas tanah wakaf milik penduduk asli kampung tersebut. Wakaf dilakukan sebelum konflik dan hingga kini statusnya masih sah, meskipun para pewakaf dan masyarakatnya telah lama meninggalkan wilayah itu.

Secara geografis, lokasi musala berada di wilayah tapal batas Aceh Utara dan Bener Meriah. Namun hingga kini, batas administrasi kedua daerah tersebut belum ditetapkan secara jelas. Ketidakpastian itu membuat musala dan lingkungan sekitarnya seolah tak berada di bawah kewenangan pemerintahan mana pun.

“Sejak konflik berakhir, bahkan setelah bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, wilayah ini nyaris tak pernah mendapat perhatian,” ujar Azzam.

Saat ini, musala tersebut tidak memiliki aliran listrik dan belum pernah tersentuh bantuan pemerintah, baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi. Bangunan itu pun kian lapuk dimakan usia.

Kondisi Musala Muyang Mersah Asal menjadi gambaran dampak panjang konflik bersenjata, ketidakjelasan batas wilayah, serta ketimpangan pelayanan publik yang masih dirasakan masyarakat di kawasan perbatasan Aceh hingga hari ini.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

5 Juli 2026 - 23:59 WIB

Trending di RAGAM