Menu

Mode Gelap
Infotainment Awards 2026: Ketika Popularitas, Fandom dan Media Sosial Menentukan Siapa yang Jadi Bintang ASDP Perkuat Sinergi Lancarkan Mobilitas dan Arus Logistik di Pelabuhan Ketapang Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi melalui Sharing with Stakeholder Kemenhub Instruksikan Perketat Pemeriksaan Mandiri dan Latihan Darurat Kapal Secara Masif Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal Pascabanjir HUT ke-81, KAI Catat 351,6 Juta Pelanggan hingga Agustus 2026

ANJUNGAN

Pascainsiden KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub Audit Sistem Manajemen Keselamatan

badge-check


 KN Masalembo turut evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa II Perbesar

KN Masalembo turut evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa II

Wartatrans.com, SURABAYA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengerahkan Kapal Negara Patroli KN. Grantin P. 211 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak serta Kapal Negara Kenavigasian KN Masalembo dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak untuk membantu proses evakuasi korban insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II.

Sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Masalembu ke Surabaya menggunakan KN Masalembo pada Selasa (4/8/2026).

Dengan demikian, total korban yang sudah dievakuasi sebanyak 238 orang dengan kondisi 233 selamat dan lima orang meninggal dunia.

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Kementerian Perhubungan akan evaluasi secara menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyurati dan memanggil operator PT Atosim Lampung Pelayaran guna menjalani audit terhadap penerapan sistem manajemen keselamatan.

“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” tegas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Rabu (5/8/2026).

Dirjen Masyhud apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR dan evakuasi, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, KSOP, operator pelayaran, hingga seluruh potensi SAR yang bekerja secara terpadu dalam penyelamatan korban.

“Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesiapsiagaan serta kontribusi seluruh armada dan unsur yang terlibat dalam membantu proses evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II,” ungkapnya.

Adapun armada kapal yang membantu evakuasi meliputi KRI Nala 363, KN. SAR Permadi, KN. Masalembo, Meratus Project 3, TB. Hasnur 26, Meratus Pematang Siantar, Transco Arafura, Prakasa Mas, Selaras Mas, Aicon Dahli, SC Aila XVII, Daniel 1, KM. Alcon dan Perahu Nelayan Sandiwara Cinta.

Berdasarkan keterangan resmi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II secara resmi dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya.

Namun Kemenhub memastikan penanganan korban dan investigasi KMP Mutiara Sentosa II terus berjalan.

“Untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” ujar Masyhud.

Pentingnya Membangun Budaya Keselamatan

Lebih lanjut, Dirjen Masyhud menegaskan, insiden ini menjadi pengingat pentingnya membangun budaya keselamatan pelayaran yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, operator kapal wajib memastikan seluruh proses pemuatan penumpang, kendaraan, dan barang dilakukan sesuai prosedur keselamatan, termasuk memastikan tidak terdapat barang berbahaya atau mudah terbakar yang diangkut tanpa melalui mekanisme pemeriksaan dan pengemasan.

Di sisi lain, pengguna jasa transportasi laut juga memiliki tanggung jawab memberikan informasi yang benar mengenai barang bawaan serta tidak membawa barang berbahaya yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut sekaligus memperkuat budaya keselamatan pelayaran nasional,” tutup Masyhud. (omy)

Baca Lainnya

ASDP Perkuat Sinergi Lancarkan Mobilitas dan Arus Logistik di Pelabuhan Ketapang

23 September 2026 - 13:26 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi melalui Sharing with Stakeholder

23 September 2026 - 12:18 WIB

Kemenhub Instruksikan Perketat Pemeriksaan Mandiri dan Latihan Darurat Kapal Secara Masif

23 September 2026 - 11:51 WIB

KSOP Utama Tanjung Perak Pastikan Kesiapan E-RTG Baru di Terminal Petikemas Nilam

22 September 2026 - 22:33 WIB

Kemenhub Dukung Proses Evakuasi dan Persiapan Salvage KMP Virgo Transport 8

22 September 2026 - 20:08 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL

22 September 2026 - 18:16 WIB

Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara Diperkuat

22 September 2026 - 13:50 WIB

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

22 September 2026 - 12:40 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional

22 September 2026 - 12:28 WIB

Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali

21 September 2026 - 10:52 WIB

Trending di ANJUNGAN