Menu

Mode Gelap
Hari Pertama Tahun Baru, Menhub Dudy Pantau Arus Lalu Lintas di Jalur Tol Keluar-Masuk Jakarta Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya UMK Kubu Raya 2026 Naik 7,7 Persen, Ditetapkan Rp3,1 Juta Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

ANJUNGAN

Peringati Hakordia 2025, SPJM Gelar Webinar Ilmiah Anti Korupsi

badge-check


					Webinar Hakordia Online SPJM Perbesar

Webinar Hakordia Online SPJM

Wartatrans.com, MAKASSAR  – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment (peralatan), Port Services (Layanan Pelabuhan), Docking dan Shipyard mengadakan Webinar Ilmiah untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).

Webinar ilmiah ini dilaksanakan dengan menggunakan platform Zoom dengan menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dibidangnya yaitu : Prof. Dr. Abdul Hamid Habbe, SE. M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnsi Unhas, dan Jeji Azizi dari Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha KPK RI. Hadir pula Group Head Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Kepatuhan Pelindo, Usman Saroni.

SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menyampaikan bahwa peringatan HAKORDIA melalui webinar ilmiah ini menjadi pengingat penting bagi seluruh insan perusahaan untuk terus memahami korupsi dari berbagai perspektif. Selain itu juga sebagai upaya menyatukan langkah dalam membangun budaya antikorupsi.

“Korupsi adalah musuh bersama yang hanya dapat diberantas melalui komitmen kolektif dan konsistensi penerapan nilai integritas. Melalui webinar ilmiah ini, kami berharap seluruh insan SPJM tidak hanya memahami aspek regulatif, tetapi juga menginternalisasi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari,” ujar Tubagus Patrick.

Lebih lanjut, Tubagus Patrick menegaskan bahwa SPJM berkomitmen untuk terus mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi melalui penguatan sistem tata kelola, peningkatan literasi antikorupsi, serta keteladanan pimpinan di seluruh lini organisasi.

Kegiatan ini merupakan wujud dari komitmen berkelanjutan Perusahaan dalam memperkuat budaya integritas serta mendukung upaya pemberantasan korupsi secara sistemik di lingkungan BUMN.

Webinar ini dibuka oleh Komisaris Utama SPJM, Otto Ardianto dan diikuti oleh jajaran Komisaris dan Direksi SPJM, seluruh karyawan SPJM Group termasuk komisaris dan direksi anak dan cucu perusahaan SPJM. Selain itu, hadir pula perwakilan pengurus Persatuan Istri Pegawai Pelindo (PIP) SPJM Group. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan SPJM terhadap peringatan HAKORDIA yang diperingati setiap 9 Desember sebagai momentum refleksi dalam memerangi korupsi di Indonesia.

Melalui pendekatan ilmiah dan multidisipliner, webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai akar, karakter, serta dampak sistemik praktik korupsi. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan komitmen moral seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional sehari-hari.

Narasumber pertama, Usman Saroni, General Head Manajemen Risiko dan Tata Kelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menyampaikan materi terkait transparansi, akuntabilitas, dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) sebagai antitesis korupsi. Ia menekankan bahwa tata kelola yang kuat, didukung manajemen risiko yang efektif, merupakan fondasi utama dalam menciptakan perusahaan yang bersih, berintegritas, dan berdaya saing berkelanjutan

Narasumber kedua, Prof. Dr. Hamid Habbe, SE., M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin sekaligus Komite Audit SPJM, memaparkan perspektif ilmiah mengenai paradigma dalam memahami akar dan dampak korupsi di Indonesia. Dalam paparannya, Hamid menekankan bahwa korupsi tidak hanya persoalan individual, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sistemik yang membutuhkan pembenahan tata kelola dan penguatan nilai etika secara berkelanjutan.

Sementara itu, Jeji Azizi, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Direktorat Antikorupsi Badan Usaha Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK), mengulas secara komprehensif mengenai pencegahan fraud dan gratifikasi di lingkungan korporasi. Materi yang disampaikan menegaskan pentingnya peran aktif seluruh pegawai dalam mengenali, mencegah, dan melaporkan potensi benturan kepentingan serta praktik gratifikasi sebagai bagian dari sistem pengendalian internal perusahaan.

Dengan terselenggaranya Webinar Ilmiah dalam Rangka Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025 ini, SPJM berharap dapat mendorong transformasi budaya kerja yang bersih dan berintegritas, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan serta turut mendukung peningkatan nilai persepsi anti korupsi secara nasional.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

2 Januari 2026 - 06:35 WIB

Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat

2 Januari 2026 - 05:51 WIB

Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

2 Januari 2026 - 01:10 WIB

Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana

1 Januari 2026 - 21:37 WIB

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

1 Januari 2026 - 21:20 WIB

Trending di PERISTIWA