Menu

Mode Gelap
Jurnalis Hery Firmansyah Pergi, Kenangan Persahabatan yang Tak Pernah Berjarak Tetap Tinggal Perumnas Bangun Rusun Subsidi Kemayoran 609 Unit BGN Refocusing Penerima MBG, Sekolah Swasta Elite Mulai Dicoret KOKKANG Gelar Pameran “Tawa Merdeka” di Warung Tuman BSD, Kritik Sosial Dikemas Lewat Humor 281 TPQ Desak Perwali Literasi Al-Qur’an Makassar Segera Terbit Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas Permai, Soroti Persoalan Banjir, Sampah, Infrastruktur hingga Air Bersih

EKOBIS

Perumnas Bangun Rusun Subsidi Kemayoran 609 Unit

badge-check


 Rusun Kemayoran Perbesar

Rusun Kemayoran

Wartatrans.com, JAKARTA –  Perum Perumnas memulai pembangunan (groundbreaking) hunian subsidi berbasis rumah susun Samesta Alonia Kemayoran di Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Proyek tersebut nantinya menyediakan 609 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan pembangunan menggunakan skema kerja sama turnkey dan tanpa penyertaan modal negara (PMN).

Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengungkapkan, Samesta Alonia merupakan proyek strategis untuk memenuhi kebutuhan hunian layak di kawasan perkotaan.

“Hari ini hunian baru telah lahir, yaitu Samesta Alonia. Filosofinya adalah menyediakan tempat tinggal yang nyaman, harmonis, dan penuh harapan bagi masyarakat,” ujar Imelda.

Menurutnya, pembangunan proyek melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perbankan Himbara hingga mitra kontraktor.

Skema turnkey membuat pembangunan dilakukan melalui kerja sama dengan kontraktor tanpa menggunakan PMN.

Pembangunan hunian vertikal tersebut menjadi bagian dari perubahan pendekatan pemerintah dalam menyediakan rumah subsidi di perkotaan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, sebelumnya mengatakan, pemerintah akan mulai lebih fokus pada pembangunan rumah susun subsidi, untuk menjawab keterbatasan lahan kota.

Dari sisi proyek, Alonia dirancang dalam satu menara setinggi 32 lantai dengan tiga tipe hunian, yakni 31 meter persegi, 38 meter persegi, dan 40 meter persegi. Seluruh 609 unit ditujukan bagi MBR.

Tantangan berikutnya adalah keterjangkauan. Pengamat properti sekaligus CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menilai, harga rusun subsidi di atas Rp500 juta terlalu tinggi bagi sebagian MBR.

“Untuk harga masih di Rp500 jutaan menurut saya terlalu tinggi,” ujarnya.

Persoalan harga menjadi relevan bagi Alonia karena harga final unit, skema pembiayaan, serta biaya hunian perlu diketahui untuk menguji kemampuan bayar calon penghuni.

Status subsidi tidak dengan sendirinya menunjukkan hunian tersebut terjangkau.

Pengamat properti Anton Sitorus dalam pembahasan rusun subsidi pada April 2026, juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran.

Dia menilai masyarakat berpenghasilan rendah harus tetap menjadi fokus utama dan mengusulkan pemanfaatan tanah negara untuk rusun sewa agar biaya hunian lebih rendah serta risiko unit menjadi instrumen investasi dapat ditekan.

Dari sisi akses, lokasi Alonia berada sekitar 700 meter dari Stasiun Ancol, 1,5 kilometer dari Stasiun Rajawali, dan 1,9 kilometer dari Stasiun Kemayoran.

“Namun, proyek ini belum memiliki koneksi langsung dengan MRT maupun LRT,” kata Anton belum lama ini.

Kondisi tersebut membuat akses transportasi menjadi salah satu ujian proyek. Hunian di pusat kota seharusnya tidak hanya menawarkan kedekatan geografis, tetapi juga mobilitas yang efisien bagi penghuni menuju pusat pekerjaan.

Karena itu, keberhasilan Samesta Alonia tidak cukup diukur dari 609 unit yang dibangun.

Ukurannya adalah apakah harga sesuai kemampuan MBR, akses mobilitas memadai, dan unit tetap dihuni kelompok sasaran.

Bila ketiga aspek tersebut terpenuhi, kata dia, Alonia berpotensi menjadi model baru hunian subsidi di pusat kota. Sebaliknya, tanpa keterjangkauan dan akses yang memadai, pembangunan rusun di lokasi strategis belum tentu menyelesaikan persoalan perumahan MBR perkotaan. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

AI dan Diagnostik Presisi Pacu Industri Teknologi Kesehatan

8 Agustus 2026 - 06:07 WIB

PTP Nonpetikemas Raih Pengakuan ISRA 2026 Kategori Sustainability Report

7 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Semester I-2026, MR D.I.Y. Cetak Laba Rp590,7 Miliar

7 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Berkembangnya AI Pacu Kebutuhan Data Center

7 Agustus 2026 - 06:10 WIB

Mantap, PTP Nonpetikemas Sabet 2 Penghargaan di PR Awards 2026

6 Agustus 2026 - 20:07 WIB

PTPN I Perkuat Branding Hasil Produk Olahan

6 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Kopi Gayo Aceh Masuk 5 Besar Biji Kopi Terbaik Dunia Versi TasteAtlas 2026

5 Agustus 2026 - 20:13 WIB

6 Pelabuhan ASDP Sah Terapkan Standar Baru Keselamatan Nasional

5 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Luncurkan Program Timeless Luxury Experience, Garuda Gandeng Toyota

5 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Ditopang Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset, BNI Bukukan Kinerja Fundamental yang Solid

5 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Trending di EKOBIS