Menu

Mode Gelap
Angkutan Lebaran 2026 KAI Cetak Rekor Tertinggi, Okupansi Harian Tembus Lebih 140% Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z Penumpang Angkutan Laut Lebaran Naik 9,86%, Tembus 2,02 Juta

RAGAM

Puisi Ditulis di Thaif, Dibacakan di Kairo Berlatar Piramida, Jadi Pengalaman Berkesan bagi Halimah Munawir

badge-check


 Puisi Ditulis di Thaif, Dibacakan di Kairo Berlatar Piramida, Jadi Pengalaman Berkesan bagi Halimah Munawir Perbesar

Wartatrans.com, KAIRO — Air Mata Jubaedah, salah satu puisi karya sastrawan Indonesia Halimah Munawir yang termuat dalam buku puisinya berjudul Keagungan Kota Suci, menjadi momen yang penuh kesan ketika dibacakan di Kairo dengan latar megah Piramida Mesir. Puisi tersebut sebelumnya ditulis Halimah saat berada di Thaif, Arab Saudi, dan kini menemukan ruang pembacaan yang simbolik dalam lawatannya ke Mesir untuk peluncuran buku tersebut.

Pembacaan puisi itu berlangsung dalam rangkaian acara peluncuran buku Keagungan Kota Suci yang digelar di Kairo pada akhir Januari 2026. Acara peluncuran akan dibuka secara resmi oleh Mr. Abdul Muta’ali, Ph.D, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, serta dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa Indonesia di Mesir, dan pemerhati sastra lintas negara.

Bagi Halimah Munawir, pengalaman membacakan puisi yang lahir dari perenungan di tanah Thaif, lalu disuarakan di hadapan lanskap salah satu peradaban tertua dunia, menghadirkan getaran emosional dan spiritual yang mendalam. “Ada perjalanan batin yang panjang dari Thaif ke Kairo. Puisi ini seakan menemukan takdirnya sendiri,” ungkap Halimah.

Layar belakang bergambar Piramida Mesir tidak hanya menjadi elemen visual dalam pembacaan puisi tersebut, tetapi juga simbol perjumpaan antara sastra Indonesia dengan sejarah besar peradaban dunia. Momentum ini menegaskan posisi puisi sebagai medium dialog lintas ruang, waktu, dan budaya.

Puisi Air Mata Jubaedah dikenal sarat dengan nuansa reflektif dan kemanusiaan, menggambarkan kesedihan, keteguhan, serta kekuatan batin seorang perempuan. Tema spiritualitas dan perjalanan ruhani yang menjadi benang merah dalam buku Keagungan Kota Suci tercermin kuat dalam puisi tersebut.

Lawatan Halimah Munawir ke Mesir merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan sastra Indonesia di kancah internasional. Melalui pembacaan puisi dan peluncuran buku Keagungan Kota Suci, Halimah tidak hanya memperkenalkan karya, tetapi juga membawa narasi budaya dan spiritual Indonesia ke ruang dialog global.

“Ini bukan sekadar membaca puisi, tetapi juga membawa jejak perjalanan ruhani dan kebudayaan Indonesia ke negeri para nabi dan peradaban,” tutup Halimah.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa

4 April 2026 - 18:18 WIB

Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air

4 April 2026 - 17:52 WIB

Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z

4 April 2026 - 16:03 WIB

Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi

3 April 2026 - 19:12 WIB

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil

3 April 2026 - 13:42 WIB

Badai Siap Poles Peserta Band Academy Jadi Musisi Profesional

3 April 2026 - 12:27 WIB

Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas

3 April 2026 - 05:36 WIB

INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia

3 April 2026 - 05:26 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Trending di JALUR