Menu

Mode Gelap
Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

RAGAM

Puisi Ditulis di Thaif, Dibacakan di Kairo Berlatar Piramida, Jadi Pengalaman Berkesan bagi Halimah Munawir

badge-check


 Puisi Ditulis di Thaif, Dibacakan di Kairo Berlatar Piramida, Jadi Pengalaman Berkesan bagi Halimah Munawir Perbesar

Wartatrans.com, KAIRO — Air Mata Jubaedah, salah satu puisi karya sastrawan Indonesia Halimah Munawir yang termuat dalam buku puisinya berjudul Keagungan Kota Suci, menjadi momen yang penuh kesan ketika dibacakan di Kairo dengan latar megah Piramida Mesir. Puisi tersebut sebelumnya ditulis Halimah saat berada di Thaif, Arab Saudi, dan kini menemukan ruang pembacaan yang simbolik dalam lawatannya ke Mesir untuk peluncuran buku tersebut.

Pembacaan puisi itu berlangsung dalam rangkaian acara peluncuran buku Keagungan Kota Suci yang digelar di Kairo pada akhir Januari 2026. Acara peluncuran akan dibuka secara resmi oleh Mr. Abdul Muta’ali, Ph.D, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, serta dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa Indonesia di Mesir, dan pemerhati sastra lintas negara.

Bagi Halimah Munawir, pengalaman membacakan puisi yang lahir dari perenungan di tanah Thaif, lalu disuarakan di hadapan lanskap salah satu peradaban tertua dunia, menghadirkan getaran emosional dan spiritual yang mendalam. “Ada perjalanan batin yang panjang dari Thaif ke Kairo. Puisi ini seakan menemukan takdirnya sendiri,” ungkap Halimah.

Layar belakang bergambar Piramida Mesir tidak hanya menjadi elemen visual dalam pembacaan puisi tersebut, tetapi juga simbol perjumpaan antara sastra Indonesia dengan sejarah besar peradaban dunia. Momentum ini menegaskan posisi puisi sebagai medium dialog lintas ruang, waktu, dan budaya.

Puisi Air Mata Jubaedah dikenal sarat dengan nuansa reflektif dan kemanusiaan, menggambarkan kesedihan, keteguhan, serta kekuatan batin seorang perempuan. Tema spiritualitas dan perjalanan ruhani yang menjadi benang merah dalam buku Keagungan Kota Suci tercermin kuat dalam puisi tersebut.

Lawatan Halimah Munawir ke Mesir merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan sastra Indonesia di kancah internasional. Melalui pembacaan puisi dan peluncuran buku Keagungan Kota Suci, Halimah tidak hanya memperkenalkan karya, tetapi juga membawa narasi budaya dan spiritual Indonesia ke ruang dialog global.

“Ini bukan sekadar membaca puisi, tetapi juga membawa jejak perjalanan ruhani dan kebudayaan Indonesia ke negeri para nabi dan peradaban,” tutup Halimah.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM