Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

RAGAM

Puisi Ditulis di Thaif, Dibacakan di Kairo Berlatar Piramida, Jadi Pengalaman Berkesan bagi Halimah Munawir

badge-check


 Puisi Ditulis di Thaif, Dibacakan di Kairo Berlatar Piramida, Jadi Pengalaman Berkesan bagi Halimah Munawir Perbesar

Wartatrans.com, KAIRO — Air Mata Jubaedah, salah satu puisi karya sastrawan Indonesia Halimah Munawir yang termuat dalam buku puisinya berjudul Keagungan Kota Suci, menjadi momen yang penuh kesan ketika dibacakan di Kairo dengan latar megah Piramida Mesir. Puisi tersebut sebelumnya ditulis Halimah saat berada di Thaif, Arab Saudi, dan kini menemukan ruang pembacaan yang simbolik dalam lawatannya ke Mesir untuk peluncuran buku tersebut.

Pembacaan puisi itu berlangsung dalam rangkaian acara peluncuran buku Keagungan Kota Suci yang digelar di Kairo pada akhir Januari 2026. Acara peluncuran akan dibuka secara resmi oleh Mr. Abdul Muta’ali, Ph.D, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, serta dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa Indonesia di Mesir, dan pemerhati sastra lintas negara.

Bagi Halimah Munawir, pengalaman membacakan puisi yang lahir dari perenungan di tanah Thaif, lalu disuarakan di hadapan lanskap salah satu peradaban tertua dunia, menghadirkan getaran emosional dan spiritual yang mendalam. “Ada perjalanan batin yang panjang dari Thaif ke Kairo. Puisi ini seakan menemukan takdirnya sendiri,” ungkap Halimah.

Layar belakang bergambar Piramida Mesir tidak hanya menjadi elemen visual dalam pembacaan puisi tersebut, tetapi juga simbol perjumpaan antara sastra Indonesia dengan sejarah besar peradaban dunia. Momentum ini menegaskan posisi puisi sebagai medium dialog lintas ruang, waktu, dan budaya.

Puisi Air Mata Jubaedah dikenal sarat dengan nuansa reflektif dan kemanusiaan, menggambarkan kesedihan, keteguhan, serta kekuatan batin seorang perempuan. Tema spiritualitas dan perjalanan ruhani yang menjadi benang merah dalam buku Keagungan Kota Suci tercermin kuat dalam puisi tersebut.

Lawatan Halimah Munawir ke Mesir merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan sastra Indonesia di kancah internasional. Melalui pembacaan puisi dan peluncuran buku Keagungan Kota Suci, Halimah tidak hanya memperkenalkan karya, tetapi juga membawa narasi budaya dan spiritual Indonesia ke ruang dialog global.

“Ini bukan sekadar membaca puisi, tetapi juga membawa jejak perjalanan ruhani dan kebudayaan Indonesia ke negeri para nabi dan peradaban,” tutup Halimah.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

Trending di JALUR