Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menyatakan reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg yang kembali beroperasi sejak akhir 2024 memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Direktur Utama KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, mengatakan kehadiran kembali stasiun tersebut mendorong perubahan positif setelah satu tahun beroperasi. Dampak tersebut tergambar dari hasil survei dan penelitian terkait perubahan sosial, ekonomi, serta tata lingkungan masyarakat yang dilakukan KAI Commuter bersama mitra peneliti.

“Hal ini tergambar dari hasil survei dan penelitian terkait perubahan sosial, ekonomi, dan tata lingkungan masyarakat usai satu tahun reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg,” ujar Purnomo.
Secara ekonomi, reaktivasi stasiun memicu munculnya berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan stasiun. Selain itu, terjadi peningkatan harga tanah dan nilai properti yang menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.
Dari sisi sosial, keberadaan Stasiun Pondok Rajeg turut mengubah pola mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sementara itu, secara lingkungan, penataan kawasan stasiun dinilai mampu memperbaiki tata lingkungan secara visual maupun fungsional bagi warga sekitar.
Purnomo menambahkan, pengembangan layanan stasiun ke depan membutuhkan inisiatif serta peran aktif para pemangku kepentingan melalui kolaborasi, khususnya dalam penyediaan konektivitas dan kemudahan transportasi lanjutan. Hal ini dinilai penting untuk membangun ekosistem transportasi yang terintegrasi dengan layanan sosial masyarakat di wilayah sekitar.
Sebagai operator perjalanan Commuter Line di wilayah aglomerasi dari ujung barat Pulau Jawa hingga Surabaya, KAI Commuter berkomitmen untuk terus memaksimalkan layanan di seluruh stasiun dan lintas yang dilayani.
“Kami sampaikan terima kasih kepada jutaan pengguna yang masih setia menjadi pelanggan Commuter Line dan juga kepada regulator yang telah memberikan kepercayaan kepada KAI Commuter untuk melayani pengguna di 217 stasiun,” kata Purnomo.
Ia menegaskan, capaian sepanjang 2025 menjadi tolok ukur bagi KAI Commuter untuk terus berinovasi. Pada 2026, KAI Commuter memproyeksikan jumlah pengguna akan terus meningkat seiring dengan strategi penambahan sarana dan peningkatan kapasitas infrastruktur.
“Capaian tahun 2025 ini menjadi barometer bagi kami untuk terus berinovasi. Pada tahun 2026, kami telah menyiapkan strategi penambahan sarana serta peningkatan kapasitas infrastruktur untuk menjawab tantangan tersebut,” tutup Purnomo.(*****)






















