Wartatrans.com, TAKENGON — Pasca bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Takengon, Aceh Tengah, kepedulian terhadap pemulihan psikososial anak-anak terus dilakukan. Suhaili Beke menjadi penggerak utama kegiatan belajar dan bermain bagi anak-anak korban longsor di Desa Jongok Meluem, Kecamatan Kebayakan.
Sejak hari ke-10 pasca longsor, Suhaili Beke bertemu dengan relawan SahabatSafar yang sebelumnya melakukan kegiatan pengajaran bagi anak-anak di lokasi pengungsian Blang Mersah, Kecamatan Kebayakan. Dari pertemuan tersebut, Suhaili mengajak relawan SahabatSafar untuk hadir dan melakukan kegiatan serupa di desanya agar anak-anak kembali bersemangat belajar.


Undangan tersebut disambut positif oleh SahabatSafar Takengon. Saat relawan tiba di Desa Jongok Meluem, mereka disambut antusias oleh Suhaili bersama sejumlah relawan pengajar yang merupakan istri dan anggota keluarganya, serta puluhan anak-anak di sebuah masjid desa setempat.
Anak-anak korban longsor diajak berkumpul di masjid untuk mengikuti kegiatan belajar dan bermain bersama. Kegiatan ini dilakukan setelah hampir sepekan pasca bencana, di tengah kondisi anak-anak yang masih terlihat murung dan mengalami trauma akibat rumah mereka terdampak longsor.
Melihat kondisi tersebut, Suhaili Beke—yang juga dikenal dengan nama panggilan Beke—berinisiatif mengajak anak-anak untuk kembali beraktivitas positif melalui kegiatan edukatif dan permainan. Ia turut melibatkan istrinya, Lisa Yuhana, kakak iparnya Simahrejeki, serta adik iparnya Wahdana sebagai relawan pengajar.
Tempat belajar yang diberi nama sekolah Rakyat sukses mengajak anak-anak untuk bergabung.
Suhaili beke mengatakan sekolah Rakyat yang digagasnya adalah sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk memberikan pendidikan dan pemulihan trauma kepada anak-anak
Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat membantu memulihkan semangat dan kondisi psikologis anak-anak korban longsor di Desa Jongok Meluem.*** (Kamaruzzaman)










