
Wartatrans.com, BANTEN – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, melaksanakan evakuasi medis darurat (medevac) terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal tanker MT. CELYN yang mengalami kondisi sakit darurat saat kapal berada di Dermaga PT. Karya Putra Berkah (KPB), Bojonegara, Banten, pada Minggu (8/3).

Evakuasi tersebut dilaksanakan oleh unsur kapal patroli KN. GOLOK – P.206 bersama KN. KUJANG – P.201 setelah menerima informasi adanya ABK yang mengalami kondisi medis darurat di atas kapal.
ABK yang dievakuasi diketahui bernama Badul (25 tahun) yang menjabat sebagai Mualim II di kapal MT. CELYN. Saat dilakukan evakuasi, korban mengalami nyeri hebat pada bagian perut, dalam kondisi sadar namun tampak lemah dan merintih kesakitan sehingga memerlukan penanganan medis darurat.



Menindaklanjuti laporan tersebut, tim evakuasi dari unsur KPLP segera bergerak menuju kapal menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) KN. GOLOK dengan personel tim evakuasi.
Tim berhasil mengevakuasi korban dari kapal dengan aman dan selanjutnya membawa korban menuju daratan untuk mendapatkan penanganan medis awal di Klinik Rahma Bojonegara. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal, korban kemudian dirujuk ke RS Tonggak Husada Cilegon untuk memperoleh penanganan medis lanjutan.
Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan unsur KPLP dalam merespons kondisi darurat di laut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan pelayaran.
“KPLP selalu siap memberikan respon cepat terhadap setiap kondisi darurat di laut. Keselamatan pelayaran dan perlindungan terhadap awak kapal merupakan prioritas utama kami. Operasi evakuasi ini merupakan bentuk nyata pelayanan kemanusiaan di laut,” ujar Fourmansyah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan operasi ini juga menunjukkan kesiapan armada dan personel KPLP dalam mendukung keselamatan dan keamanan aktivitas pelayaran di wilayah perairan Indonesia.
Operasi evakuasi medis tersebut berlangsung dengan aman dan lancar berkat koordinasi yang baik antara unsur kapal patroli KPLP, pihak kapal, serta tenaga medis di darat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok akan terus meningkatkan kesiapsiagaan armada patroli dan personel guna memastikan keselamatan pelayaran serta perlindungan terhadap para pelaut di wilayah perairan Indonesia.(ahmad)



























