Wartatrans.com, TAKENGON — 20 Januari 2026 — Hingga sepekan setelah bencana melanda wilayah Rusip Antara, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 9 Rusip Antara masih berlangsung di tenda darurat. Kondisi tersebut dinilai jauh dari layak dan berpotensi mengganggu keselamatan serta kenyamanan siswa.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan siswa sekolah dasar mengikuti pelajaran di bawah tenda dengan fasilitas terbatas. Alas belajar seadanya, cuaca yang kerap berubah, serta minimnya sarana pendukung seperti air bersih dan MCK membuat proses belajar mengajar berlangsung dalam situasi darurat.

Meski demikian, semangat belajar para siswa tidak surut. Mereka tetap mengikuti pelajaran dengan antusias, didampingi para guru yang terus mengajar di tengah keterbatasan.
Pihak sekolah dan masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius. Penyediaan ruang kelas darurat atau bangunan sementara dinilai mendesak agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak tetap terpenuhi pascabencana.
Nurkhalis, perwakilan masyarakat Rusip Antara, mengatakan semangat belajar dan mengajar di SD Negeri 9 Rusip Antara sangat tinggi meskipun kondisi tidak mendukung. “Sangat disayangkan jika semangat guru dan murid harus terhambat hanya karena ketiadaan fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah konkret demi keberlangsungan pendidikan dan masa depan siswa SD Negeri 9 Rusip Antara.*** (Kamaruzzaman)























