Menu

Mode Gelap
YPAI dan SKN Gelar Deklarasi Perdamaian Pemuda Lintas Agama di Lenteng Agung Semarak Show Art Melukis di Atas Kaos Meriahkan Peunayong, Sempat Padatkan Jalan Khairil Anwar KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang, Ingatkan Pengendara Jangan Terobos Rel Puluhan Rumah di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi Ludes Terbakar, 70 KK Terdampak Bukan Soal Bendera atau Agama, NU Peduli Tegaskan Kemanusiaan Tanpa Sekat Hadapi Bencana “Bang Ali, Mungkin Kini Saatnya Aku Memenuhi Permintaanmu”

ANJUNGAN

Tata Kelola BBM PELNI Disupervisi KPK

badge-check


 Tim KPK saat mengunjungi Kapal PELNI di Pelabuhan Tanjung Priok Perbesar

Tim KPK saat mengunjungi Kapal PELNI di Pelabuhan Tanjung Priok

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menerima kunjungan tim Direktorat Antikorupsi Badan Usaha (AKBU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di atas KM Kelud yang sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Ini merupakan bagian dari supervisi KPK dalam memperkuat tata kelola penggunaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya pada pelaksanaan kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) yang dijalankan PELNI.

Kunjungan dipimpin Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Direktorat AKBU KPK Jeji Azizi dan didampingi Nakhoda KM Kelud Capt. Alamsyah, Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah, Vice President Hukum PELNI Agustinus Prima Wicaksono, dan Vice President Bahan Bakar PELNI Romadhoni.

Kegiatan ini menurut Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda merupakan tindak lanjut dari sosialisasi dan bimbingan teknis aplikasi PANCEK (Panduan Cegah Korupsi) yang sebelumnya telah dilaksanakan antara KPK dan PELNI.

Dalam kunjungan tersebut, tim KPK meninjau secara langsung proses pengisian BBM di kapal untuk memastikan kesesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan standar operasional prosedur (SOP) serta dokumen pendukung yang menjadi bagian dari sistem pengendalian perusahaan.

Selain itu, KPK juga memberikan sejumlah masukan, di antaranya penguatan integrasi informasi, peningkatan digitalisasi proses bisnis, serta penyempurnaan sistem pengawasan guna memperkecil potensi terjadinya penyimpangan.

“PELNI menyambut baik supervisi yang dilakukan KPK sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel dan berintegritas,” ujar Ditto.

PELNI memandang supervisi ini sebagai langkah positif untuk terus memperkuat sistem pengawasan internal, khususnya pada pengelolaan BBM yang merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar perusahaan.

“Masukan dari KPK menjadi bagian penting dalam penyempurnaan tata kelola agar semakin transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip
good corporate governance,” ujarnya.

Ditto menambahkan, ke depan PELNI akan mengembangkan sistem pengawasan penggunaan BBM berbasis digital untuk meningkatkan akurasi pemantauan, transparansi data, serta efektivitas pengendalian operasional.

“Kami akan memperkuat digitalisasi pengelolaan BBM, termasuk mengembangkan sistem monitoring penggunaan BBM kapal secara digital sehingga proses pencatatan, pemantauan, dan pengawasannya dapat dilakukan secara lebih akuntabel. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PELNI dalam membangun tata kelola yang semakin transparan,” ungkapnya.

Perusahaan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan KPK serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi melalui perbaikan proses bisnis dan pemanfaatan teknologi.

PELNI akan terus membuka ruang kolaborasi dengan KPK dalam mendukung berbagai upaya pencegahan korupsi, termasuk melalui penguatan digitalisasi, integrasi sistem, dan penyempurnaan mekanisme pengawasan.

“Dengan demikian, setiap proses operasional dapat berjalan semakin efektif, efisien, dan memiliki tingkat akuntabilitas yang tinggi,” ujarnya.

Dalam hal ini, PELNI siap mendukung setiap proses supervisi dan evaluasi yang dilakukan KPK sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan.

PELNI berkomitmen terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan melalui penyempurnaan proses bisnis dan pemanfaatan teknologi guna mewujudkan pengelolaan operasional yang semakin efektif, efisien, dan berintegritas. (omy)

 

Baca Lainnya

12 Penumpang Speedboat SB. Mister Un Berhasil Dievakuasi di Perairan Gorontalo

25 Juli 2026 - 19:35 WIB

Teluk Ratai Siapkan Dermaga Kapal Induk, Infrastruktur Maritim RI Naik Kelas

25 Juli 2026 - 18:56 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kinerja, Operasional Tumbuh Positif pada Semester I 2026

25 Juli 2026 - 08:47 WIB

Optimalkan Produktivitas Bongkar Muat, IPC TPK Teluk Bayur Teken Kontrak Pelayanan dengan Empat Mitra Pelayaran

24 Juli 2026 - 21:41 WIB

Perkuat Budaya K3, TPK Teluk Lamong Gelar Safety Forum untuk Operasional Andal

24 Juli 2026 - 08:14 WIB

Kemenhub dan Pelindo Siapkan Implementasi E-Pilotage di Empat Perairan Wajib Pandu

23 Juli 2026 - 20:00 WIB

Program Diskon Tarif Efektif Dongkrak Penumpang Kapal PELNI, Tembus 677.955 Selama Libur Sekolah

23 Juli 2026 - 17:45 WIB

Pelindo Dorong Tarif Jasa Pemanduan dan Penundaan yang Transparan dan Berkelanjutan

23 Juli 2026 - 16:11 WIB

Perkuat Perlindungan Hukum dan Aset, Pelindo Regional 2 Pontianak Teken Kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat

23 Juli 2026 - 16:04 WIB

ASDP Turut Jaga Konektivitas di Wilayah 3T, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Banggai

23 Juli 2026 - 08:32 WIB

Trending di ANJUNGAN