Menu

Mode Gelap
Lanjutkan Streamlining Pelindo Group, Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Struktur Bisnis melalui Integrasi API dan PPI-MMI Indonesia AirAsia Sabet Penghargaan Best Low-Cost Airline di Indonesia dari Skytrax TNI AL Resmi Beri Nama KRI Sriwijaya-100 untuk Armada Barunya Dampak Aksi Unjuk Rasa, 8 Layanan TransJakarta Disesuaikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Latihan Penanganan Keadaan Darurat Peringati Hari Tani Nasional, Tani merdeka Indonesia Aceh tengah Dorong Pertanian Merdeka dan Sejahtera

ANJUNGAN

TNI AL Resmi Beri Nama KRI Sriwijaya-100 untuk Armada Barunya

badge-check


 KRI Sriwijaya milik TNI-AL Perbesar

KRI Sriwijaya milik TNI-AL

Wartatrans.com, JAKARTA – KRI Sriwijaya-100 resmi masuk sebagai alat pendukung operasional TNI Angkatan Laut, setelah upacara pemberian nama dan pengibaran Merah Putih di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (24/9/2026).

Setelah seremoni, tantangan berikutnya adalah memastikan kapal dapat beroperasi sebagai sebuah sistem, mulai dari pangkalan hingga unsur penerbangan.

“Kehadiran KRI Sriwijaya di jajaran TNI Angkatan Laut merupakan wujud nyata modernisasi alutsista TNI,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat memberikan sambutan dalam upacara pemberian nama dan pengibaran Merah Putih di atas KRI Sriwijaya-100, Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut Agus, KRI Sriwijaya-100 dapat memperkuat pertahanan maritim Indonesia karena memiliki kemampuan sebagai pusat komando operasi laut, sarana diplomasi pertahanan serta bantuan kemanusiaan.

Di tingkat operasional, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan KRI Sriwijaya-100 siap menjalankan tugas negara.

“Ya kita tunggu perintah. Intinya kapal ini siap,” kata Ali seusai upacara.

Kesiapan tersebut berjalan bersamaan dengan penyesuaian sejumlah sistem. Peralatan komunikasi bawaan Italia masih menggunakan standar NATO dan akan diganti dengan sistem yang disiapkan TNI AL.

Ali memperkirakan prosesnya membutuhkan sekitar empat hingga lima bulan.

Retrofit juga disiapkan dengan melibatkan PT PAL Indonesia dan Fincantieri dari Italia, tetapi jika ada penugasan dalam waktu dekat, misi dapat diprioritaskan sebelum retrofit.

Pangkalan menjadi kebutuhan berikutnya. TNI AL mempertimbangkan Lampung sebagai salah satu lokasi pangkalan KRI Sriwijaya-100.

Perairannya dinilai memiliki kedalaman yang sesuai dengan draft kapal sekitar 8-8,5 meter, akses navigasi yang mendukung serta kondisi yang relatif terlindung.

Namun, Lampung belum menjadi keputusan final karena pangkalan lain masih dipertimbangkan.

Dari sisi penerbangan, Ali mengatakan TNI AL berharap kapal dapat dilengkapi pesawat yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal.

Namun, rencana tersebut bergantung pada kondisi anggaran dan kebutuhan.

Untuk tahap awal, Ali lebih memfokuskan penggunaan helikopter dan pesawat tanpa awak atau drone, terutama untuk misi kemanusiaan dan operasi militer selain perang.

Pengalaman Thailand menjadi pembanding yang relevan. Pada Februari 2026, TNI AL mengunjungi HTMS Chakri Naruebet dalam forum Navy to Navy Talks untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan dan peluang operasional kapal induk.

Thailand kemudian mengembangkan pemanfaatan Chakri Naruebet sebagai platform sistem nirawak, termasuk UAV dan USV.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan kapal jenis ini tidak hanya ditentukan oleh konfigurasi awal, tetapi juga oleh konsep operasi dan teknologi yang tersedia.

Bagi Indonesia, tantangannya karena itu bukan sekadar memiliki kapal induk. Pangkalan, awak, sistem kapal, unsur penerbangan, pemeliharaan dan biaya operasi harus terhubung menjadi satu sistem agar KRI Sriwijaya-100 dapat digunakan secara konsisten. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Lanjutkan Streamlining Pelindo Group, Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Struktur Bisnis melalui Integrasi API dan PPI-MMI

24 September 2026 - 17:51 WIB

IPCM Gelar RUPSLB, Perkuat Kepemimpinan dan Strategi Operasional

24 September 2026 - 10:50 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu di Enggano Jadi Petunjuk Jalur Hanyut

23 September 2026 - 20:46 WIB

Menhub Dudy Sebut Perlunya Uji Kompetensi Calon Direksi Perusahaan Pelayaran

23 September 2026 - 18:36 WIB

PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata di Pulau Kapota

23 September 2026 - 18:10 WIB

Trafik Pelabuhan Regional 2 Meningkat, Pelindo Catat Pertumbuhan Arus Petikemas dan Barang hingga Agustus 2026

23 September 2026 - 17:32 WIB

ASDP Perkuat Sinergi Lancarkan Mobilitas dan Arus Logistik di Pelabuhan Ketapang

23 September 2026 - 13:26 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi melalui Sharing with Stakeholder

23 September 2026 - 12:18 WIB

Kemenhub Instruksikan Perketat Pemeriksaan Mandiri dan Latihan Darurat Kapal Secara Masif

23 September 2026 - 11:51 WIB

Bazar Murah HUT ke-81 TNI Hadirkan Kebutuhan Pokok Terjangkau di Pasar Thumburuni

23 September 2026 - 08:29 WIB

Trending di EKOBIS