Wartatrans.com, MAGELANG — Rabiul Awal, bulan yang dimuliakan di kalender Hijriah, menyimpan peristiwa paling suci: kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, utusan terakhir Allah bagi seluruh alam. Di kota Makkah, pada hari Senin 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, lahirlah Baginda Rasulullah dalam malam yang diselimuti cahaya, memancar terang dari langit bening—sebagai anugerah terindah bagi dunia manusia dan semesta raya.
Di tanah pertiwi, umat Islam menyambut bulan penuh berkah ini dengan tradisi peringatan Maulid Nabi, bukan sekadar perayaan, melainkan upaya meneladani akhlak luhur Sang Kekasih Allah. Lewat tabligh, lantunan sholawat, dan amal kebajikan, jejak kebaikan Rasulullah terus dihidupkan.


Di Tempat Penitipan Anak & Kelompok Bermain Aisyiyah Jayan — Jl. Syailendra, RT 02/RW 01, Dusun Jayan, Desa Borobudur, Magelang — semangat itu tumbuh subur di setiap pagi. Dengan kesabaran dan ketelatenan yang lembut, Ibu Isti Nasiroh membimbing anak-anak menghafal doa-doa: sebelum belajar, sebelum makan, serta mengenal Asmaul Husna, menanamkan cahaya keimanan sejak dini.
Kepala Sekolah, Siti Rokhimah, memohon dukungan dan doa segenap pihak agar senantiasa mampu mengabdi, mendidik tunas-tunas harapan menjadi generasi berakhlak mulia. Turut hadir Ir. Girika Gajatri, yang menyapa anak-anak lewat nyanyian dan tawa bersama—berbagi keceriaan sebagai amal jariyah, menabur ilmu yang bermanfaat.
Semoga langkah kecil ini menjadi benih yang tumbuh lebat, mewarisi sifat Rasulullah: kasih sayang, ilmu yang menyejukkan, dan cahaya yang tak pernah padam.*** (Priyo)




























